Kembali
Teknik Menulis

1001++ Ide Menulis

.

RM 0018-20

Oleh : Cahyadi Takariawan

“Saya bingung akan menulis apa. Saya tidak punya ide untuk menulis”, demikian keluhan banyak orang. Tidak punya ide, hmmmmm…. sungguh tidak bisa dimengerti, bagaimana mau menulis, tapi tidak punya ide? Mungkin seperti orang lapar, pengen makan tapi tak ada ide mau makan apa. Bahan makanan ada sangat banyak di sekitarnya, tapi dia tetap bingung, mau makan apa? Padahal di rumahnya ada sangat banyak bahan makanan yang siap diolah menjadi aneka olahan.

Di rumahnya, dia punya kolam berisi ikan nila. Di kebun belakang, ia menanam bayam dan cabe. Di kulkas, ada berbagai bahan makanan beku. Di rak dapur, ia juga menyimpan mie instan aneka merk dan aneka rasa, telur ayam, serta berbagai bumbu-bumbu yang sangat lengkap. Namun ia tetap bingung, berjalan ke sana kemari, sambil berteriak-teriak —aku lapar, aku pengen makan, tapi aku tidak tahu mau makan apa? Aku tidak punya ide, apa yang bisa aku makan?

Jika orang seperti ini ketemu Anda, lalu ia mengeluh kepada Anda, “Tolong aku, please. Aku ingin makan tapi tidak tahu, apa yang bisa aku makan? Aku bingung, aku lapar, apa yang bisa aku makan?” Saya kira Anda akan ikut bingung jika ditanya seperti itu, karena dengan mudah Anda melihat di rumahnya bahan makanan yang menumpuk dan beraneka macam, yang siap untuk diolah menjadi aneka makanan lezat. Anda akan bingung, “Mengapa dia bingung?”

Mungkin ini gambaran, “ayam mati di lumbung padi”. Jelas-jelas lumbung itu berisi padi, namun sang ayam berlarian di dalam lumbung ke sana kemari mencari makanan. Padahal di semua bagian, bertumpuk-tumpuk padi yang bisa ia makan. Capek si ayam berlari-lari dalam keadaan lapar, akhirnya ia jatuh terkapar dan mati di atas tumpukan padi. Sebelum mati, ayam ini sempat menulis status di facebook-nya, “Aku lapar, aku tidak tahu apa yang bisa dimakan”.

Mendapatkan Ide Menulis

Sebenarnya, darimanakah kita mendapatkan sumber ide untuk menulis? Sangat banyak sumber ide dan sumber inspirasi. Jika diperinci, bisa ribuan sumber menulis. Saya sampaikan beberapa saja.

Pertama, Dari Hal-hal Prinsip

  • Tujuan Menulis

Anda pasti punya tujuan, untuk apa menulis? Semua orang menulis digerakkan oleh suatu tujuan tertentu. Semakin kuat tujuan Anda dalam menulis, semakin mudah bagi Anda untuk menulis.

  • Idealisme

Anda punya idealisme tertentu, tuliskan saja idealisme itu. Sebagai pelajar, sebagai mahasoiswa, sebagai pebisnis, sebagai da’i, sebagai guru, sebagai birokrat —di semua bidang yang Anda geluti, pasti ada nilai-nilai ideal. Berbagai hal ideal yang sangat ingin anda sebar luaskan kepada masyarakat adalah bahan tulisan menarik.

  • Dari visi hidup Anda

Anda sudah menentukan visi dalam kehidupan, dan Anda sudah menjalani hidup sesuai dengan visi hidup yang Anda tentukan. Tulislah segala sesuatu, dari perspektif hidup Anda. Ini bahan tulisan yang tak ada habisnya.

Kedua, Dari Diri Sendiri

  • Dari perenungan dan penghayatan kita sendiri

Semua dari kita memiliki perenungan dan penghayatan atas sesuatu. Misalnya merenungi pekerjaan, merenungi usia, merenungi kondisi bangsa, dan lain sebagainya. Itu bisa menjadi bahan tulisan menarik.

  • Dari kondisi jiwa dan perasaan kita

Semua jenis perasaan anda, marah, sedih, bahagia, semangat, kecewa, menderita, baper, lelah, putus asa, dan lain-lain, semua adalah bahan tulisan. Bahkan saat anda marah, anda bisa menulis artikel “Bagaimana Meredam Kemarahan dengan Aktivitas Positif”.

  • Dari dunia yang kita geluti sehari-hari

Anda suka olah raga? Suka membaca berita dan artikel tentang olah raga? Berarti anda memiliki dunia olah raga. Tulislah tema tentang olah raga, karena itu dunia anda. Anda bergelut di bidang kesehatan? Nah, itu adalah bahan tulisan yang tak ada habisnya.

  • Dari hobi

Seorang teman sangat suka memancing. Itu memang hobinya. Maka segala sesuatu tentang memancing adalah bahan tulisan yang mudah ia tuliskan. Jika Anda hobi anggrek, maka segala sesuatu tentang anggrek akan mudah Anda tuliskan.

  • Dari berbagai kejadian yang Anda alami sendiri

Anda merasa diperlakukan dengan tidak menyenangkan oleh seseorang atau suatu pihak tertentu, ini bisa menjadi bahan tulisan. Misalnya di restoran, anda sudah antri lama, namun ternyata justru dilayani paling akhir. Tuliskan kejadian ini untuk menjadi pengalaman berharga bagi orang lain.

  • Dari sakit

Dahlan Iskan menulis buku “Ganti Hati” setelah berhasil melakukan transplantasi hati. Dari kondisi sakit, bisa menjadi karya tulis yang menginspirasi. Maka saat diberikan anugrah berupa sakit, gunakan sebagai bahan untuk menulis, insyaallah segera sembuh.

  • Dari kegagalan

Seseorang yang tengah mengalami kegagalan, sesungguhnya tengah memiliki sumber inspirasi yang sangat kaya. Ia bisa menulis buku “Bangkit Dari Kegagalan”. Maka jika Anda merasa gagal atas suatu hal, jangan sedih berlebihan. Tulis saja pengalaman gagal tersebut.

  • Dari keterbatasan diri

Hirotada Ototake menulis buku “No One’s Perfect” dari kondisi dirinya yang tidak memiliki dua kaki dan dua tangan. Nick Fujicic menulis buku “Life Without Limits” dari kondisi fisiknya yang mirip Hirotada.

  • Dari kebutuhan yang mendesak

Saya butuh uang segera untuk suatu keperluan. Saya tawarkan jasa menulis buku kepada pihak penerbit dengan syarat uang saya terima di depan. Penerbit setuju. Nah, inspirasi muncul karena kebutuhan mendesak.

  • Dari mimpi

Anda pernah bermimpi? Tulis saja mimpi anda. Saya pernah menulis puisi setelah dua malam berturutan bermimpi bertemu dengan seseorang tokoh nasional.

  • Dari keinginan

Sederhana. Mengapa anda menulis tentang tema itu? Jawabnya : karena saya ingin menulisnya. Coba gali apa keinginan anda.

  • Dari keputusasaan

Sudah semua cara anda lakukan untuk menulis artikel. Namun semuanya gagal. Sudah berhari-hari anda tidak mampu menulis satu artikel pun. Maka anda putus ada, dan menulis artikel berjudul “Aku Putus Asa Karena Tidak Mampu Menulis”.

  • Jatuh cinta

Biasanya, orang yang sedang jatuh cinta akan banyak melahirkan puisi, meskipun sebelumnya ia tak bisa membuat puisi.

Ketiga, Dari Lingkungan Sekitar

  • Kondisi masyarakat di kampung Anda

Kondisi masyarakat kampung, yang damai, tentaram, nyaman, adalah bahan tulisan yang sangat bagus. Di kampung, tak ada krisis. Tak punya beras, ada tetangga yang langsung mengirim. Tak ada sayuran, lahan pekarangan semua warga tertanami aneka satyuran, boleh petik. Waw, seperti hidup di surga. Tulis pengalaman ini.

  • Bencana dan musibah

Betapa banyak karya tulis paska tsunami Aceh 2004 ataupun gempa Jogja 2006. Berbagai tulisan itu melihat dari sudut yang berbeda-beda sesuai disiplin ilmu atau kecenderungan masing-masing penulis.

  • Jalan yang rusak

Anda setiap hari melewati jalan itu untuk menuju tempat kerja. Saat jalan itu rusak, sangat mengganggu kenyamanan Anda berkendara. Tulis jalan yang rusak itu, untuk menjadi proposal bagi pejabat berwenang memperbaikinya.

  • Robohnya Surau Kami

Dulu ada novel berjudul Robohnya Surau Kami, karya AA. Navis yang sangat monumental. Anda bisa bercerita tentang musholla atau masjid di kampung Anda. Ini bahan tulisan yang menarik.

Keempat, Dari Kehidupan Sehari-hari

  • Dari pengalaman dan kegiatan sehari-hari

Seorang ibu tengah memasak di dapur, mendadak panci yang digunakan untuk memasak tumpah mengenai kakinya. Panas, dan melepuh. Segera ia oleskan minyak butbut, dan langsung sembuh tanpa ada bekas luka dan pelepuhan atau pembengkakan. Sejak itu ia menaruh minyak butbut di dekat dapur, karena terbukti menjadi alat pertolongan pertama pada kecelakaan kerja di dapur. Ini bisa menjadi bahan tulisan menarik.

  • Dari pelaksanaan amanah dan tugas profesi kita

Anda sebagai guru, dokter, perawat, pegawai bank, tukang parkir, petani, nelayan, tukang tambal ban, atau siapapun anda dan apapun pekerjaan anda, ada banyak hal menarik untuk ditulis dari kejadian sehari-hari saat melaksanakan pekerjaan itu.

  • Dari pengalaman perjalanan

Naik pesawat pertama kali pun bisa menjadi bahan tulisan. Berangkat haji atau umrah bisa menjadi bahan tulisan. Perjalanan mengasyikkan ke berbagai daerah dan negara bisa menjadi bahan tulisan yang asyik.

  • Dari organisasi

Anda aktif di organisasi? Sangat banyak hal penting dan menarik untuk dituliskan dan memberikan kemanfaatan bagi khalayak.

  • Dari pengalaman belanja

Aktivitas belanja yang biasa dilakukan ibu-ibu bisa menjadi materi tulisan yang menarik. Contohnya buku “Miss Jinjing, Belanja Sampai Mati” yang ditulis berdasarkan catatan harian penulisnya –Amelia Masniari.

  • Dari film yang anda tonton

Anda menonton film dan anda rasakan sangat inspiratif. Bukan hanya keseluruhan film, mungkin hanya pada bagian-bagian tertentu atau dialog tertentu. Itu bisa menjadi bahan tulisan.

  • Bahan ajar

Anda guru? Besok akan mengajar? Menuliskan hal yang akan anda ajarkan besok pagi adalah bagian dari persiapan mengajar yang lebih baik. Sekaligus menghasilkan tulisan. Kebiasaan ini dilakukan almarhum KH. Mujab Mahalli.

Kelima, Dari Bacaan

  • Dari kitab rujukan

Setiap hari Anda membaca Al-Qur’an, suatu saat Anda mendapat inspirasi untuk menuliskan pesan dari ayat yang Anda baca. Segera tuliskan. Anda membaca kitab hadits, lalu anda mendapat inspirasi untuk menuliskan pesan dari hadits yang anda baca. Segera tuliskan pesan-pesan dari Al-Qur’an dan hadits Nabi menjadi tulisan ringan yang mudah dipahami banyak kalangan.

  • Dari tulisan orang lain

Anda membaca tulisan di koran, majalah, blog atau buku. Jika Anda tidak setuju, atau ingin melihat dari sisi berbeda, atau ingin memberi warna, ingin ‘mengolah’ lebih lanjut, Anda bisa menuliskannya. Buku Dale Carnegie telah menginspirasi banyak orang untuk menulis yang serupa.

Anda membaca tulisan orang lain, dan anda tidak setuju? Nah, itu bahan tulisan baru. Sampaikan sanggahan dan argumen anda.

  • Dari berita di media massa

Anda membaca berita yang menyedihkan di media massa. Misalnya tentang maraknya kejahatan online, atau tentang peristiwa politik nasional. Ini bisa menjadi bahan tulisan yang berseri.

Keenam, Dari Orang Lain

  • Dari kisah dan cerita orang lain

Seorang teman lama menelpon anda, bercerita tentang bisnis barunya yang sukses. Cerita teman anda ini bisa anda tulis menjadi satu artikel atau bahkan lebih.

  • Dari “paksaan” pihak lain

Misalnya karena diminta membuat makalah seminar, diminta memberikan komentar, diberikan deadline, dan lain-lain. Saya sering diminta membuat makalah, pada tema tertentu. Mau tidak mau saya harus menuliskannya, apalagi ada deadline. Ini semakin mempercepat penulisan.

  •  Dari ide orang lain

Seorang sahabat menyampaikan kepada anda “Saya punya ide menarik tapi saya tidak bisa menuliskannya”. Maka anda pun punya bahan tulisan.

  • Dari obrolan di warung kopi, di forum arisan, di gardu ronda, atau di pasar

Dimanapun kita bertemu orang dan mengobrol, di situ kita menemukan banyak bahan tulisan. Dari yang paling serius sampai yang paling tidak serius. Saya punya banyak tulisan ringan dari obrolan dengan Kang Sunmanjaya Rukmandis.

  • Dari celoteh anak-anak

“Besok kalau besar aku pengen jadi harimau,” celoteh seorang anak. Sang ibu terheran-heran dengan keinginan seperti ini. Tulis saja celoteh itu sembari dikomentari.

  • Dari pertanyaan yang tidak mampu anda jawab

“Ayah, apakah beruang itu kencing di malam hari?” tanya seorang anak kepada ayahnya yang detektif —dalam film True Crime. Sang ayah tidak bisa menjawab. Ini bisa menjadi bahan tulisan menarik.

  • Dari kejadian yang menimpa orang lain

Seorang anak yang masih remaja meninggal dunia karena kecelakaan. Sepulang sekolah, ia mengendarai motor sambil membaca pesan di smartphone. Kejadian ini bisa menjadi bahan tulisan, untuk mengingatkan masyarakat agar berhati-hati dalam berkendara.

Ketujuh, Dari Lingkungan Global

  • Dari kondisi dunia

Anda mengikuti perkembangan wabah Covid-19 di berbagai negara, lalu Anda membuat analisa tentang perbandingan cara menangani pandemi di berbagai negara. Anda membaca pernyataan Sekjen PBB tentang meningkatnya kasus KDRT pasca kebijaka lockdown, work from home dan stay at home. Ini adalah bahan tulisan menarik.

  • Dari sisi lingkungan hidup

Anda pecinta dan aktivis lingkungan hidup? Sangat banyak isu global tentang lingkungan, seperti pencemaran lingkungan, bahaya sampah plastik, dan lain sebagainya.

  • Pasar bebas, politik perdagangan

Anda pengamat bisnis, perdagangan dan perbankan? Semua isu global tentang dunia perdagangan dan perbankan menjadi ide harian yang bisa Anda tuliskan.

Temukan Lebih Banyak Ide Menulis

Yang saya paparkan di atas, hanyalah sedikit contoh ide menulis. Temukan ide-ide lainnya hingga mencapai 1001 ide menulis. Anda akan sangat mudah menemukannya. Karena pada dasarnya, segala sesuatu bisa menjadi sumber inspirasi tulisan. Ingat, setiap tulisan kita harus berada dalam koridor kebenaran, kepatutan dan kebermanfaatan. Menulislah untuk kebaikan yang abadi.

Ditulis oleh Cahyadi Takariawan

Dipublikasikan di RUANG KELUARGA. Media edukasi keluarga, parenting, dan keharmonisan rumah tangga.