Kembali
Kutipan Inspirasi

20 ++ Pesan Kebaikan Hari Kedelapanbelas Ramadan

Oleh : Kantin Emak Produktif

(1)

Ketika kau bertemu seseorang kemudian menjadikan dirimu menjadi lebih baik maka dekatilah dan jadikan dia teman sejati. Namun, jika seseorang tersebut  menambah kemaksiatan  maka hindarilah dia dan jangan jadikan teman sejati.

–Wydiesti

(2)

Carilah nafkah semampunya, tidak usah ngoyo sampai-sampai menghalalkan segala cara. Namun, jangan terlalu santai, sehingga tidak pernah kerja keras. Mari sama-sama menyeimbangkan habluminallah dan habluminannas agar rezeki yang kita dapat bukan sekadar banyak, melainkan ada keberkahan.

–Dewi Indrayati

(3)

Bunga yang tampak indah, tak selalu harum baunya. Tidak ada jaminan, setiap yang baik pasti disuka dan diterima. Menguasai segala hal untuk menyenangkan semua orang, itu adalah kemustahilan, sebab tiada sesiapa pun mampu melakukannya. Setiap kita memiliki kekuatan dan kelemahan masing-masing. Fokus pada passion kita, lebih baik daripada memaksa diri menjadi sempurna di mata orang lain.

–Junayda

(4)

Baitullah, tempat yang didamba setiap insan menuju taqwa. Semakin dirindu, semakin merasa tak mampu. Ada hal yang di luar kekuasan ikhtiar, yakni berserah kepada qadar. Berprasangka baik terhadap keputusan-Nya, membuat hidup jauh lebih bersemangat. Menanti adalah “mengelola hati”.

–Yulia K Rohima

(5)

“Hati ibarat cermin. Bila cermin itu bersih dia akan menyerap cahaya dengan sempurna dan memantulkannya kembali dengan sempurna pula. Sebaliknya, bila cermin itu kotor, banyak noda hitamnya, maka ia tidak akan bisa menyerap cahaya dengan sempurna. Bersihkanlah hatimu agar bisa menyerap cahaya Allah dengan sempurna.”

–Meivany Azarini

(6)

Tak terasa, bulan limpahan  karunia sudah berjalan di  separuhnya. Lipatan pahala yang begitu besarnya, hanya ada di bulan ini saja. Bulan tilawah dan sedekah yang penuh berkah, Rasulullah saw. bersabda, “Siapa yang memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa, tanpa mengurangi pahala orang yang karena Allah bersedekah.” (HR. Tirmidzi).

–Dede Nurjanah

(7)

Setelah kemarau panjang, hujan turun untuk menyejukkan bumi, membersihkan isinya dari debu dan segala kotoran. Begitu pulalah air mata. Ia hadir untuk melembutkan hati dan jiwa, membersihkannya dari segala kotoran yang selama ini menempel di hati dan jiwa kita. Maka, jangan sekali-kali membenci air mata yang Allah hadirkan dalam hidup kita.

–Eli Halimah

(8)

Jika engkau tersakiti, dikhianati, serahkan dirimu kepada Allah sebab pasti itu semua terjadi karena izin-Nya. Bahkan selembar daun pun jatuh karena izin-Nya. “Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji-pun dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfudz)” (Q.S Al-An’am 59)

–Ifah Latifah

(9)

Hati- hati dengan candaan. Di saat kita berniat untuk menghibur orang lain, tanpa kita sadari sebenarnyaa telah melukai perasaannya. Semua yang kita ucapkan akan dipertanggungjawabkan kelak. Lisan kita bisa menjadi pahala jariyah, tetapi tidak sedikit lisan penyebabnya muncul dosa jariyah. Mari kita jaga lisan dengan harapan dia menjadi sebab ke jannah –Nya. Boleh bercanda dengan syarat tidak menghina dan tidak berbohong.

–Wince Jaminan

(10)

Kenapa Allah ciptakan orang kaya dan orang miskin. Tanpa ada kedua perbedaan itu manusia tidak akan punya tantangan. Manusia yang tidak pernah berhadapan dengan tantangan tidak akan mampu mengambil hikmah kehidupan dan meraih prestasinya. Bukankah kapal melaju ke tengah lautan karena ombak yang memberi daya dorong sebagai kekuatan?

–Syasha Lusiana

Semakin tua manusia, seharusnya semakin tidak ingin dikenal sebab popularitas bisa meracuni hati. Semakin berhati-hati terhadap pujian sebab seringkali menjerumuskan. Semakin tenang terhadap dunia sebab pasti akan ditinggalkan.

–Atifah Saleha

(11)

Jika ingin didoakan oleh malaikat, doakanlah kebaikan bagi saudaramu dan rahasiakanlah hal itu darinya. Rasulullah saw. bersabda, “Tidak ada seorang muslim pun yang mendoakan kebaikan bagi saudaranya (sesama muslim) yang berjauhan, melainkan malaikat akan mendoakannya pula: ‘Dan bagimu kebaikan yang sama.’ (HR. Muslim: 4912)

–Leni Cahya

(12)

Wasiat Imam Besar Ibrahim al-Maqdisi, “Perbanyaklah membaca Al-Quran jangan pernah kau tinggalkan, karena sesungguhnya setiap yang kamu inginkan akan dimudahkan setara dengan yang kamu baca”.

Berkata Abu Zanad, “Di tengah malam,  aku keluar menuju Masjid Rasulullah saw. sungguh tidak ada satu Rumah pun yang aku lewati melainkan padanya ada yang membaca Al-Quran”.

Berkata sebagian ahli tafsir, “Manakala kita menyibukkan diri dengan Al-Quran maka kita akan dibanjiri oleh sejuta keberkahan dan kebaikan di dunia.” Al-Quran datang untuk mengulang-ngulang nikmat yang telah Allah  berikan. Mari bersyukur kepada-Nya, pada setiap keadaan.

–Nunun Nurlaila

(13)

Hidup adalah perjalanan dari Allah dan kembali kepada Allah. Namun terkadang kita sering menyia-nyiakan waktu kita hidup di dunia. Tanpa disadari kita sakit, tua lalu meninggal, umur pun sebenarnya dihabiskan untuk apa? “Sahabat, kesempatan ini terlalu berharga untuk dijalani seadanya” (Sonny Abi Kim)

–Hellen Patraliza

(14)

Tetaplah memberi, walaupun nilainya kecil. Sejatinya hanya keikhlasan dan kemanfaatannya yang bernilai tinggi. Namun, jangan pula menjadi alasan untuk selalu memberi sedikit. Jika mampu lebihkanlah pemberian.

–Sri Rohmatiah

(15)

Dalam Al-Qur’an, Allah memulai beberapa surat dengan bersumpah terhadap waktu, di antaranya adalah waktu duha dan waktu malam. Duha menandai permulaan siang pada saat matahari mulai naik. Waktu Duha adalah waktu produktif manusia. Pada Duhalah manusia beraktivitas, belajar, bekerja dengan berbagai keahlian yang dimiliki manusia.

Sedangkan malam adalah waktu yang tenang, saatnya manusia beristirahat setelah seharian beraktivitas. Pada saat inilah keluarga berkumpul dan saling bertukar cerita untuk mengikat hati. Gelapnya malam, menandakan kasih sayang Allah yang memberi waktu privasi bagi para hamba-hamba-Nya. Sejatinya, pada waktu yang dipergilirkan terdapat kebesaran dan kasih sayang Allah. Maka, nikmat mana lagikah yang engkau dustakan?

–Tatiek Rahayu Anwar

(16)

Dua hari lagi kita akan memasuki 10 hari terakhir Ramadan, seumpama lomba lari maka garis finish sudah terlihat dari kejauhan, untuk meraih kemenangan maka seluruh daya upaya dikerahkan hingga mencapai finish tersebut. Dari Aisyah r.a., ia berkata, “Rasulullah saw. biasa ketika memasuki 10 Ramadan terakhir, beliau bersungguh-sungguh dalam ibadah, menghidupkan malam-malam tersebut dengan ibadah dan membangunkan istri-istrinya untuk beribadah.” (HR. Bukhari)

–Ayu Muliyati

(17)

“Dan rahasiakanlah perkataanmu atau nyatakanlah. Sungguh Dia Maha Mengetahui isi hati.” (Q.S Al-Mulk : 13). Berhati hati lah dengan perkataan dan lintasan apa yang ada di dalam hati kita karena  Allah Maha Mengetahui apa yang ada di dalam hati manusia.

–Nur Pujiasih

(18)

Doa adalah senjata yang paling ampuh yang dimiliki oleh orang-orang berkeyakinan. Bukankah kita berdoa kepada yang Kuasa, menggunakan kata-kata? Kekuatan ucapan. “Kata-katamu adalah doamu.”

Dengan berucap, memohon kepada Allah, Insya Allah dikabulkan. Dengan ucapan, orang sah menjadi suami istri. Dengan ucapan, orang bisa bercerai. Dengan ucapan, orang bisa memeluk agama lain. Dengan ucapan orang bisa murtad. Dengan ucapan orang bisa sukses atas izin Allah. Jadi jangan remehkan kekuatan doa, Allah Maha Mendengar, Maha Melihat.

–Warlinah

(19)

Ramadan telah melampaui separuh, sedang apakah diriku dengan ibadah yang masih menyisakan sedu? Tak mungkin waktu kembali, Ramadan akan terus memutar waktu, maju, menuju penghujungnya. Bersimpuh mengalun dzikir dan istighfar, menemani malam, mengiringi “safar” Ramadan kepada ketakwaan. “Ramadan penuh kemuliaan, bertabur pahala dan kebaikan. Tingkatkan ibadah raih ketakwaan. Jangan lupa mohon ampunan. Ar-Rayan sebagai balasan”

–Puspa Mafazan

(20)

Berlaku baik, berkata baik, berwajah cerah dan senyuman indah, sungguh menawan. Apalagi jika proses internalnya tuntas, berniat baik, berprasangka baik dan penuh ketulusan. Sungguh akhlaq mulia adalah penghargaan pada diri sendiri. Saat kita menghargai diri penuh kebaikan, maka pancarannya adalah akhlak mulia. Adapun bagi selainnya, orang berakhlak mulia menjadi hadiah terindah yang selalu dinantikan. Kehadirannya adalah kabar baik. Mengenangnya menghangatkan hati dan menjumpainya menakjubkan.

 إِنَّمَا بُعِثْتُ لأُتَمِّمَ صَالِحَ الأَخْلاَقِ

“Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan baiknya akhlaq.” (HR. Ahmad 2/381, shahih)

Beliau saw membawa misi menyempurnakan akhlak. Keteladanan akhlak beliau dipuji Allah dalam Al-Qur’an

–Ida Nur Laela

(++)

Cinta membuat Anda tidak letih untuk terus memberi. Hasrat untuk memberi adalah karakter aktif dari cinta. Bukan hasrat untuk menerima. Dalam setiap tindakan memberi, Anda akan merasakan kekuatan, kekayaan, dan kekuasaan atas diri sendiri. Maka memberi akan lebih membahagiakan daripada menerima. Begitulah cinta. Wujud tertingginya adalah selalu memberi. Memberikan yang terbaik untuk orang-orang yang Anda cintai.

–Cahyadi Takariawan

Ditulis oleh ruangkeluarga

Dipublikasikan di Ruang Menulis. Kanal kreasi naskah, literasi, dan karya tulis terpilih.