Kembali
Kutipan Inspirasi

20 ++ Pesan Kemenangan Ramadan

Oleh : Kantin Emak Produktif

(1)

Ramadan ‘pulang’. Apakah sudah kuraih keutamaannya? Meski ibadah nyaris seadanya, harapan kemenangan dari-Nya senantiasa menguatkan jiwa yang berserah. Tarbiyah Ramadan menjadi tabungan energi untuk menjalani pertarungan di 11 bulan berikutnya. Hayya ‘alal falaah.

–Yulia K Rohima

(2)

Perintah Allah kepada manusia adalah baik untuk manusia itu sendiri karena Allah yang menciptakan, sehingga Allah tahu kelebihan dan kekurangan manusia. Kita telah sampai di akhir Ramadan, setelah berpuasa satu bulan lamanya. Tuailah hikmah dan kebaikan yang diberikan oleh Tuhan-Mu.

–Meivany Azarini

(3)

“Seseorang yang meraih kemenangan Ramadan akan diampuni dosanya, dan diterima semua amalnya. Itu artinya ia kembali ke fitrah. Namun, kemenangan yang sesungguhnya, akan ia rasakan nanti, setelah memasuki surga Allah Swt.”

–Dewi Indrayati

(4)

Sebulan penuh dalam kepompong Ramadan, menjadi apakah nanti setelah kita keluar? Akankah kita seperti ulat, yang sebelumnya rakus dan tampak menjijikkan, ia keluar sebagai kupu-kupu yang cantik dan bermanfaat. Manakala puasa mewujudkan kita sebagai manusia takwa, amal-amal makin salih sesudahnya, itulah kemenangan yang sesungguhnya.

–Junayda

(5)

Idulfitri dalam balutan bahagia. Kemenangan disambut penuh suka cita karena kemenangan sesungguhnya bukan semata seberapa banyak tilawahmu, seberapa kuat puasamu, seberapa besar zakatmu.

Namun, Seberapa besar kemampuanmu mengendalikan hawa nafsu, menahan diri dari segala godaan yang akan menyeretmu dalam kelemahan iman.

Sejatinya itulah kemenangan yang hakiki.

–Syasha Lusiana

(6)

Semoga ibadah fisik dan mental yang kita upayakan selama Ramadan, berbanding lurus dengan peningkatan ketakwaan kita. Sejatinya, Idulfitri adalah pembaruan atas semua kinerja ibadah agar sebelas bulan ke depan, performa ketakwaan kita makin prima.

–Eli Halimah

(7)

Ramadan segera berlalu, aku berharap dosa-dosaku diampuni dan amal ibadahku diterima. Aku berharap keluar dari Ramadan dengan membawa keberuntungan dan meraih kemenangan setelah melewati ujian kesabaran dan keikhlasan.

Ya Robb,  pertemukan aku dengan Ramadan yang akan datang dan anugrahkan teman-teman yang senantiasa mengajak kepada kebaikan.

–Leni Cahya

(8)

Tiba saatnya menjemput kemenangan diri setelah mendaki perjalanan di bulan Ramadan. Jadikan kemenangan ini sebagai awalan jalan hidup untuk memperbaiki kualitas hidup dalam mencapai tujuan hidup hingga akhir hayat.

–Wydiesti

(9)

Tidak terasa waktu berlalu begitu cepat, kini telah berada di penghujung Ramadan. Bulan yang penuh magfirah, bulan yang penuh ampunan, di mana dosa-dosa dilebur. Semoga kita semua kembali fitrah, pertemukan dengan Ramadan berikutnya bersama dengan orang-orang terkasih meraih rahmat-Nya, Aamiin ya Robb.

–Warlinah

(10)

“Aku bukan lah siapa-siapa, hanya  ingin menghamba pada-Nya. Namun, aku merasa belum apa-apa. Pada titah yang terlisan, pada hati yang bersemayam. Aku berharap, maghfirah-Nya atas khilaf yang hina.”

–Hellen Patraliza

(11)

Hakekat kemenangan  hakiki dalam Al-Qur’an surah At Taubah ayat 72, Allah menjanjikan kepada orang mukmin laki-laki dan perempuan, surga. Keridaan Allah lebih besar. Itulah kemenangan agung.

Ramadan ajang latihan untuk istiqomah dalam ketaatan pada Allah. Sejatinya kita sedang mempersiapkan kemenangan, keberkahan, keindahan hidup di dunia dan akhirat.

–Nunun Nurlaila

(12)

Menyusun puzzle kisah di bulan Ramadan. Puasa, tarawih, dan tilawah menghias hingga takbir mengangkasa, Allahu Akbar! Allahu Akbar! Walillahilhamd.

Segala puji bagi Allah dengan firman-Nya : “Sesungguhnya orang yang berkata,”Tuhan kami adalah Allah,” kemudian mereka tetap istiqamah ….” (QS. Al-Ahqaaf : 13)

–Puspa Mafazan

(13)

Akhir Ramadan mulia ini, semoga Allah Swt. memberi kita istikamah dalam beribadah. Sebagaimana sabda Rasulullah saw. :

“Wahai sekalian manusia, kerjakanlah amalan-amalan sesuai kemampuan kalian. Sesungguhnya Allah tidak bosan sampai kalian bosan dan sungguh amalan yang paling dicintai Allah yaitu yang dikerjakan secara terus-menerus walaupun sedikit.” (HR. Bukhari dan Muslim)

-Ayu Muliyat

(14)

“Ramadan telah mengajarkan kepada kita bahwa kemenangan itu hanya dapat diraih dengan kesungguhan dan keletihan bukan dengan kemudahan dan kesenangan.”

–Atifah Saleha

(15)

Berbahagialah orang-orang mukmin yang selalu istikamah dalam bulan suci Ramadan menjaga iman dan amalnya sehingga sampai kepada fitrahnya. Maka dialah sang pemenang.

–Ifah Latifah

(16)

Orang yang kuat adalah orang yang bisa mengalahkan hawa nafsunya. Kemenangan hakiki adalah ketika dengan puasa kita bisa mengalahkan hawa nafsu, bisa meraih derajat takwa. Pun menjadikan Allah Swt. sebagai orientasi semua amalan kita.

–Nur Pujiasih

(17)

Euforia menikmati kemenangan atas sebulan berpuasa menahan amarah, kecewa, lapar haus dahaga, akan segera terealisasi. Dengan kepergian bulan hikmah berkah penuh maghfirah bisa tetap istikamah dalam beribadah.

–Dede Nurjanah

 (18)

“Be the new you. Ramadan datang untuk melatih kita menjadi semakin baik dari yang sebelumnya”.

–Dwi Handayanti

(19)

Ramadan adalah adalah sekolah atau pelatihan bagi umat Islam. Melalui pelatihan ini diharapkan seorang muslim akan terlahir sebagai hamba yang meraih kemenangan sesungguhnya, yaitu ketika ia berhasil melawan nafsu dari hal-hal negatif yang membawa keburukan bagi diri dan orang-orang di sekelilingnya.

–Tatiek R Anwar

(20)

Setiap orang memiliki cara yang berbeda dalam menyikapi dan memaknai kemenangan Idulfitri. Lalu, apa sesungguhnya esensi dari Idulfitri? Sudah menjadi tradisi, jika di hari Idulfitri kita berkunjung untuk bersilaturahmi dan saling memaafkan terutama memberi maaf kepada orang yang telah menganiayamu.

–Dwi Isnaini

++

Kemenangan pada bulan Ramadan hakikatnya apabila ada perbaian sikap, tutur dan tingkah laku kita. Semoga Allah Swt. membimbing kita.

–Sari Widiastuti

++

Berakhirnya bulan Ramadan, sejatinya menjadi awal perjalanan menuju kemenangan sesungguhnya, yakni menapaki surga-Nya.

–Sri Rohmatiah

++

Allah karuniakan Ramadan untuk menggapai takwa. Insan beriman menikmatinya dengan berjuang menundukkan hawa nafsu. Mendekat pada Allah berharap menggapai kemenangan.

“Kemenangan bukan sekedar tuntas puasa, tarawih atau tilawah tanpa celah. Hakikat kemenangan ketika mampu menyelaraskan hasrat dengan syariat.”

–Ida Nur Laila                     

++

Menang adalah ketika dosamu terampuni. Menang adalah ketika amalmu diterima. Menang adalah ketika hidupmu diberkahi. Semoga kita layak menjadi pemenang.

–Cahyadi Takariawan

Ditulis oleh ruangkeluarga

Dipublikasikan di Ruang Menulis. Kanal kreasi naskah, literasi, dan karya tulis terpilih.