Kembali
Ruang Tamu

3 Manfaat Menulis Pengalaman Hidup

Oleh : Endang SP Usman

“Pengalaman adalah guru yang paling baik”

Menulis, meski terkesan sederhana tapi bisa menjadi kegiatan yang sangat menyita pikiran. Selain harus bisa merangkai kata, seorang penulis harus banyak ide dan pintar memilih angle agar tulisannya menarik.

Menemukan ide ini menjadi permasalahan utama bagi penulis pemula, termasuk saya. Seringkali muncul kebingungan harus mencari ide dulu atau langsung mulai menulis.

Namun, alhamdulillah setelah saya ikut kelas menulis “Jejak Cinta Ankita”, ada pencerahan dari mentor Ibu Ida Nurlaela.  Di kelas ini, sesuai judulnya “Jejak Cinta Ananda”, kami mulai menuangkan apa yang kami alami saat membersamai ananda.

Menurut Pak Cahyadi Takariawan di kelas Emak Punya Karya, ide menulis itu bisa dari diambil  pengalaman hidup. Sebuah pepatah mengatakan, pengalaman adalah guru yang paling baik. Dari pengalaman, seseorang bisa menjadi lebih dewasa. Pengalaman hidup baik pribadi maupun orang lain bisa menjadi ide menulis.

Dengan menuliskan kisah hidup, bisa menjadi inspirasi dan motivasi buat diri sendiri juga orang lain. Seperti hadist Rasulullah saw., yang artinya :

“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lain”. (HR. Thabrani).

Misalnya seorang pebisnis bisa menuliskan tentang bisnisnya, bagaimana cara bisnis yang menghasilkan omset besar dan sebagainya.

Seorang guru bisa menuliskan kesehariannya sebagai guru, bagaimana menjadi guru yang baik. pengalaman mengelola kelas, murid dan seterusnya.

Termasuk ibu rumah tangga, juga bisa menjadikan kesehariannya sebagai ide menulis dan masih banyak lagi yang bisa menjadi ide menulis. intinya apa yang membuat kita nyaman, bisa menulis semudah bernapas.

Melansir dari Fimela, 2022, ada beberapa manfaat menulis pengalaman hidup di antaranya :

  • Untuk kesembuhan

Dalam hidup banyak sekali peristiwa yang menyedihkan dan membuat seseorang trauma dan tidak bisa berdamai dengan masa lalu.

Dengan menulis pengalaman pahit bisa membantu diri kita untuk menyembuhkan diri.

Kita akan bisa kembali merenungkan pengalaman itu. Pun menyadari bahwa pengalaman justru bisa menguatkan diri, membantu mengatasi masalah-masalah yang lebih rumit. Dengan begitu ke depannya akan lebih nyaman karena kita mampu melihat sisi positif dari peristiwa pahit.

  • Meningkatkan imun

Terkadang ada hal atau pengalaman pribadi yang masih mengendap dan tidak bisa diceritakan secara lisan kepada keluarga. Hal itu akan membuat emosi kita labil.

Dengan menulisaknnya, menurut penelitian medis akan meningkatkan imunitas atau kekebalan tubuh juga dapat meningkatkan kecerdasan kita.

  • Sebagai warisan

Seiring berjalan waktu, kita sering kehilangan jejak keluarga atau silsilah keluarga, karena tidak pernah menuliskannya. Jika kita ingin dikenal oleh generasi sesudahnya, dengan menulis nama kita akan dikenal oleh cucu, buyut dan masyarakat.

Tulisan kita pun akan terus abadi dan terus dibaca oleh anak cucu, meskipun kita sudah tak lagi ada di dunia ini. Selain itu, pengalaman atau cerita kehidupan kita, bisa berharga bagi pembaca dan generasi penerus.

***

Manfaat menulis pengalaman hidup saya rasakan pula setelah menulis buku solo tentang anak. Proses menulis sangat membahagiakan, karena tentu lebih mudah menuangkan ke dalam sebuah tulisan. Proses menulis pun cepat karena semua sudah terekam di memori, semua mengalir semudah bernapas.

Alhamdulillah dari pengalaman itu lahir dua buku yang berjudul “Azzam Penggenggam Quran” dan “Desiran Cita Sahila”.

Untuk itu, bagi teman-teman yang ingin menulis, pengalaman hidup bisa menjadi salah satu ide menulis. Pengalaman hidup yang kita abadikan dalam tulisan bisa memotivasi orang lain menjadi lebih baik,  maka itu akan menjadi kebaikan yang mengalir.

“Demi Allah, sungguh satu orang saja diberi petunjuk (oleh Allah) melalui perantaraanmu, maka itu lebih baik dari unta merah.” (HR. Bukhari)

Semoga bermanfaat.

Penulis bernama Endang SP Usman, telah menerbitkan dua buku solo yang berjudul Azzam Penggenggam Quran dan Desiran Cita Sahila. Aktivitas selain menjadi ibu rumah tangga, menjadi koordinator Halaqoh Cinta Quran dan motivator.

Ditulis oleh ruangkeluarga

Dipublikasikan di Ruang Menulis. Kanal kreasi naskah, literasi, dan karya tulis terpilih.