Oleh: Cahyadi Takariawan
Ada banyak faktor yang bisa mendatangkan kedamaian, ketenteraman dan kebahagiaan dalam kehidupan. Di antara faktor tersebut, bisa kita simak dari doa yang diriwayatkan oleh Imam Thabrani berikut ini.
اللَّهُمَّ إنِّي أّعُوذُ بِكَ مِنْ جَارِ السُّوءِ، وَمِنْ زَوْجٍ تُشَيِّبُنِي قَبْلَ المَشِيبِ، وَمِنْ وَلَدٍ يَكُونُ عَليَّ رَبّاً، وَمِنْ مَالٍ يَكُونُ عَلَيَّ عَذَابَاً، وَمِنْ خَلِيْلٍ مَاكِرٍ عَيْنُهُ تَرَانِي، وَقَلْبُهُ يَرْعَانِي؛ إِنْ رَأَى حَسَنَةً دَفَنَهَا، وَإِذَا رَأَى سَيِّئَةً أَذَاعَهَا
Allahumma inni a’udzu bika min jaris su’, wa min zauji tusyayyibuni qablal masyib, wa min waladin yakunu ‘alayya rabban, wa min malin yakunu ‘alayya ‘adzaban, wa min khalilin makirin ‘ainuhu tarani wa qalbuhu yar’ani, in ra’a hasanatan dafanaha wa idza ra’a sayyi-atan adza’aha.
“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari tetangga yang jahat; dari pasangan yang menjadikanku tua (beruban) sebelum waktunya; dari anak (keturunan) yang berkuasa kepadaku; dari harta yang menjadi siksa bagiku; dan dari kawan dekat yang berbuat makar kepadaku, matanya melihat dan hatinya terus mengawasi. Kalau melihat kebaikanku, ia sembunyikan dan kalau melihat kejelekanku, ia sebarkan” (HR. Thabrani. Syaikh Al-Albani menyebutkan dalam Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah).
Paling tidak ada 5 (lima) faktor yang bisa menghadirkan kebahagiaan dalam kehidupan manusia. Apabila kita mampu mewujudkan lima faktor ini, damailah kehidupan kita.
- Tetangga yang baik
Bisakah Anda bayangkan, bagaimana rasanya tinggal di sebuah kompleks pemukiman, dengan tetangga yang jahat? Tentu akan sangat menyiksa kita.
Jika kita memiliki tetangga terbaik, akan menyebabkan kehidupan terasa aman dan nyaman. Tak ada gangguan yang membahayakan. Kita bisa tidur dengan nyenyak tanpa gangguan kirikanan.
Nabi saw menjelaskan, siapakah tetangga yang terbaik? Dari Abdullah bin ‘Amru bin ’Ash dari Rasulullah saw, bahwa beliau saw bersabda,
خَيْرُ اْلأَصْحَابِ عِنْدَ اللهِ تَعَالَى خَيْرُهُمْ لِصَاحِبِهِ، وَخَيْر الْجِيْرَانِ عِنْدَ اللهِ [تَعَالَى] خَيْرُهُمْ لِجَارِهِ
“Teman terbaik di sisi Allah adalah mereka yang terbaik dalam berinteraksi dengan temannya. Dan tetangga terbaik di sisi Allah adalah mereka yang terbaik dalam berinteraksi dengan tetangganya.” (HR. At Tirmidzi, sahih).
Maka, kita berdoa kepada Allah agar dijauhkan dari tetangga yang jahat, yang mendatangkan ketidakamanan dan ketidaknyamanan dalam kehidupan.
اللَّهُمَّ إنِّي أّعُوذُ بِكَ مِنْ جَارِ السُّوءِ
“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari tetangga yang jahat” (HR. Thabrani).
2. Pasangan yang menyenangkan
Faktor yang sangat penting untuk menghadirkan kebahagiaan adalah pasangan yang menyenangkan. Sebagai insan, kita dituntunkan untuk memilih jodoh dengan pertimbangan agama. Setelah yakin agamanya baik, boleh menjadikan kecantikan/ ketampanan, kekayaan dan kedudukan sosial sebagai kriteria tambahan.
Seperti apakah suami yang menyenangkan? Suami yang menyenangkan, selalu bersikap baik kepada istri. Nabi saw bersabda, “Sebaik-baik kalian adalah yang berbuat baik kepada istrinya” (HR. Tirmidzi no. 3895, Ibnu Majah no. 1977, Ad Darimi 2: 212, Ibnu Hibban 9: 484).
Suami yang menyenangkan tidak akan mencari-cari kekurangan istri. “Janganlah seorang mukmin (suami) membenci mukminah (istrinya). Jika suami tidak menyukai suatu akhlak pada istri, hendaklah ia melihat sisi lain yang ia ridhai (HR. Muslim no. 1469).
Seperti apakah istri yang menyenangkan? Pernah ditanyakan kepada Rasulullah saw, “Siapakah perempuan yang paling baik?” Jawab beliau, “Yaitu perempuan yang paling menyenangkan jika dilihat suaminya, mentaati suami jika diperintah, dan tidak menyelisihi suami pada diri dan hartanya sehingga membuat suami benci (HR. An-Nasa’i no. 3231 dan Ahmad 2: 251).
Maka, kita berdoa kepada Allah agar dijauhkan dari pasangan yang jahat, yang mendatangkan ketidakamanan dan ketidaknyamanan dalam kehidupan.
، وَمِنْ زَوْجٍ تُشَيِّبُنِي قَبْلَ المَشِيبِ
“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari pasangan yang menjadikanku tua (beruban) sebelum waktunya” (HR. Thabrani).
3. Anak keturunan yang menjadi penyejuk jiwa
Anak adalah amanah dan anugerah yang bisa mendatangkan kebahagiaan namun juga bisa mendatangkan kesengsaraan. Anak akan menghadirkan kebahagiaan dan kemuliaan, apabila mereka bisa menjadi qurra a’yun bagi kedua orangtuanya. Sebagaimana doa yang diajarkan Al-Qur’an,
رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَٰجِنَا وَذُرِّيَّٰتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَٱجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا
“Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa”.
Menjelaskan ayat di atas, Imam Hasan Al Bashri menyatakan, “Demi Allah, tidak ada sesuatu yang lebih menyenangkan pandangan mata seorang muslim melebihi ketaatan pada Allah yang ia lihat pada anak, cucu, saudara dan sahabat karibnya”.
Jika anak tumbuh dalam keburukan, mereka akan menghadirkan kesengsaraan bagi kedua orangtua. Anak-anak yang memaksa dan menguasai orangtua mereka. Maka, kita berdoa kepada Allah agar dijauhkan dari anak keturunan yang jahat, yang mendatangkan ketidakamanan dan ketidaknyamanan dalam kehidupan.
وَمِنْ وَلَدٍ يَكُونُ عَليَّ رَبّاً
“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari anak (keturunan) yang berkuasa kepadaku” (HR. Thabrani).
4. Harta yang berkah
Tak bisa dipungkiri, harta menjadi salah satu faktor yang mampu menghadirkan kebahagiaan manusia. Namun harta juga bisa menjadi malapetaka dan kesengsaraan dalam kehidupan. Betapa banyak manusia sengsara karena rebutan harta.
Yang kita inginkan dalam kehidupan adalah harta yang baik dan berkah. Seperti apakah harta yang baik? Rasulullah saw bersabda,
نِعْمَ الْمَالُ الصَّالِحُ لِلرَّجُلِ الصَّالِحِ.
“Sebaik-baik harta adalah yang dimiliki laki-laki yang salih” (HR Ahmad, dengan sanad hasan).
نِعْمَ الْمَالُ الصَّالِحُ لِلْمَرْءِ الصَّالِحِ
“Sebaik-baik harta adalah harta yang dimiliki oleh hamba yang salih” (HR. Ahmad. Syaikh Syu’aib Al Arnauth menilai hadits ini sahih).
Apalah gunanya banyak harta, jika hanya menghadirkan siksa dan membawa sengsara. Maka kita berdoa kepada Allah agar dijauhkan dari anak keturunan yang jahat, yang mendatangkan ketidakamanan dan ketidaknyamanan dalam kehidupan.
وَمِنْ مَالٍ يَكُونُ عَلَيَّ عَذَابَاً
“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari harta yang menjadi siksa bagiku” (HR. Thabrani).
5. Sahabat yang menguatkan dalam kebaikan
Betapa beruntung hidup kita, jika memiliki teman atau sahabat yang bisa menguatkan dalam kebaikan. Nabi Saw bersabda,
مَثَلُ الْجَلِيسِ الصَّالِحِ وَالْجَلِيسِ السَّوْءِ كَمَثَلِ صَاحِبِ الْمِسْكِ ، وَكِيرِ الْحَدَّادِ ، لاَ يَعْدَمُكَ مِنْ صَاحِبِ الْمِسْكِ إِمَّا تَشْتَرِيهِ ، أَوْ تَجِدُ رِيحَهُ ، وَكِيرُ الْحَدَّادِ يُحْرِقُ بَدَنَكَ أَوْ ثَوْبَكَ أَوْ تَجِدُ مِنْهُ رِيحًا خَبِيثَةً
“Seseorang yang berteman dengan orang salih dan orang yang jelek adalah bagaikan berteman dengan pemilik minyak misk dan pandai besi. Jika engkau tidak dihadiahkan minyak misk olehnya, engkau bisa membeli darinya atau minimal dapat bau wanginya. Adapun berteman dengan pandai besi, jika engkau tidak mendapati badan atau pakaianmu hangus terbakar, minimal engkau dapat baunya yang tidak enak” (HR. Bukhari no. 2101).
Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Bari menyatakan, “Hadits ini menunjukkan larangan berteman dengan orang-orang yang dapat merusak agama maupun dunia kita. Dan hadits ini juga menunjukkan dorongan agar bergaul dengan orang-orang yang dapat memberikan manfaat dalam agama dan dunia.”
Maka, kita berdoa kepada Allah agar dijauhkan dari anak keturunan yang jahat, yang mendatangkan ketidakamanan dan ketidaknyamanan dalam kehidupan.
وَمِنْ خَلِيْلٍ مَاكِرٍ عَيْنُهُ تَرَانِي، وَقَلْبُهُ يَرْعَانِي؛ إِنْ رَأَى حَسَنَةً دَفَنَهَا، وَإِذَا رَأَى سَيِّئَةً أَذَاعَهَا
“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kawan dekat yang berbuat makar kepadaku, matanya melihat dan hatinya terus mengawasi. Kalau melihat kebaikanku, ia sembunyikan dan kalau melihat kejelekanku, ia sebarkan” (HR. Thabrani).
Apabila kita memiliki lima hal di atas, tentu kehidupan akan aman, tenteram, damai, sentausa dan bahagia. Terjauhkan dari hal-hal yang menyiksa dan menyengsarakan dalam kehidupan.
Bahan Bacaan
Muhammad Abduh Tusaikal, Doa Berlindung dari Istri yang Cerewet, https://rumaysho.com