Kembali
Ruang Tamu

5 Keutamaan Menulis Kebaikan

Oleh : Wydiesti

“Orang menulis kebaikan patutlah berbahagia, karena banyak keutamaan yang akan ia dapatkan baik di dunia maupun  akhirat.” (Wydiesti)

Kebahagiaan yang tidak bisa diukur oleh  harta maupun  uang yang banyak. Kebahagiaan yang tidak luntur oleh waktu berlalu karena dibawa sampai ke akhirat.

Menulis merupakan merupakan pilihan hidup yang mempunyai banyak tujuan. Tujuan itu tergantung pada motivasi penulis. Motivasi penulis mempunyai banyak ragam jenisnya. Salah satunya adalah ingin mendapatkan  keuntungan dunia dan akhirat.

Bagi penulis yang ingin  keuntungan  dunia dan akhirat tersebut maka tema  yang ia dipilih adalah tentang kebaikan.

Kebaikan yang mengajak manusia untuk berbuat lebih baik baik urusan dunia maupun akhirat. Untuk itu, menulis kebaikan mempunyai keutamaan-keutamaan. Keutamaan-keutamaan  yang bisa diraih dari tulisan yang bertema  kebaikan adalah sebagai berikut.

  • Mendapatkan amal jariyah

Menulis adalah cara untuk mendapatkan amal jariyah karena tulisannya merupakan sesuatu yang bisa dilaksanakan atau dipakai banyak orang dalam kebaikan.

Selama pembaca masih memakai maka penulis mendapatkan kebaikan dari tulisannya. Sebagai contoh banyak para ulama yang menulis buku tentang kebaikan yang sampai sekarang masih dipakai. InsyaAllah ulama tersebut mendapatkan pahala yang ditulisnya walau beliau sudah meninggal.

Salah satunya penulis Hadist Buhkari yang di dalamnya banyak mengandung kebaikan yang sekarang  masih dilaksanakan oleh kaum muslimin. Selama isi buku itu diamalkan oleh pembaca maka penulisnya, Imam Buhkori akan mendapatkan pahala.

Hal ini sesuai dengan hadist Nabi yang berbunyi “Jika manusia mati maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara yakni sedekah jariyah, ilmu yang diambil manfaatnya, dan anak saleh yang selalu mendoakan orang tuanya.”

  • Mendapatkan doa dari pembaca

Tulisan yang berisi kebaikan akan mendapatkan banyak doa dari pembacanya. Pembaca akan berdoa karena dia mendapatkan manfaat setelah membaca tulisan tersebut.

Dia merasa berhutang budi dan hanya doalah yang bisa diberikan pembaca kepada penulisnya. Doa yang dipanjatkan adalah doa kebaikan bagi penulis baik keselamatan, kesehatan atau urusan dunia. Jadi begitu banyak doa yang didapatkan penulis manakala bukunya dibaca dan bermanfaat.

  • Menjadi sebaik-baik manusia

Penulis bisa mengambil peran dalam memakmurkan bumi dan mencegah kerusakan lewat tulisannya. Tulisan yang menebar kebaikan akan berisi ajakan untuk memakmurkan bumi dan mencegah kerusakan di muka bumi. Alangkah senang ketika penulis bisa mengambil peran tersebut.

Manusia yang bisa berbuat demikian berarti dia termasuk manusia yang bermanfaat bagi orang lain. Manusia yang banyak bermanfaat untuk orang lain adalah  termasuk sebaik-baik manusia. Hal ini sesuai dengan hadist Nabi yakni,  “Sebaik-baik manusia adalah yang paling baik bermanfaat bagi manusia.” (HR. Ahmad).

  • Mendapatkan derajat yang baik di sisi Allah Swt dan di sisi manusia

Ketika penulis menulis hal yang baik, maka akan akan membawa kemaslahatan banyak orang. Allah Swt. akan meninggikan derajat penulis tersebut, karena mengajak orang untuk beramal kebaikan.

Orang yang mengajak orang dalam kebaikan balasannya tidak lain adalah surga. Demikian juga di mata manusia, penulis yang menebarkan kebaikan maka dia mendapatkan derajat yang tinggi di hadapan manusia yakni sanjungan dan nama baik yang terus dikenang selama tulisannya masih  dibaca orang.

  • Menjalankan misi kehidupan

Hidup adalah bukan sekadar hidup, tetapi punya tujuan dan sesungguhnya hidup manusia diciptakan untuk menyembah Allah Swt. (QS.Al Dzariyat : 56). Untuk itu, semua rangkaian hidup adalah  untuk beribadah.  

Salah satu rangkaian hidup tersebut adalah menulis. Apabila seorang penulis bertujuan untuk beribadah maka tulisannya adalah tulisan yang berisi kebaikan.

Dia yakin dengan menulis kebaikan merupakan sarana untuk beribadah kepada Allah Swt. karena mengajak manusia berbuat baik. Jadi dengan menulis kebaikan maka bisa menjadi sarana penulis  untuk menjalan misi kehidupan yang sebenarnya.

          Dengan demikian, menulis kebaikan merupakan hal yang sangat penting karena mempunyai keutamaan-keutamaan tersebut di atas. Apabila orang tahu tentang keutamaan-keutamaannya, maka akan banyak penulis yang menulis hal-hal yang baik, sehingga tidak hanya mendapatkan keuntungan materi saja tetapi mendapatkan keuntungan yang yang jauh lebih besar dan penting dalam kehidupan.

Penulis bernama Wydiesti,S.Pd. yang dilahirkan di Karanganyar, 27 Oktober  1971.Widi adalah panggilan penulis. Penulis pernah kuliah di Universitas Sebelas Maret yang lulus tahun 1995 dan sekarang menjadi seorang guru. Buku yang sudah terbit adalah buku solo yang berjudul “Mendaki Sabar Menjemput Syukur”(kisah inspiratif) dan “Berawal Dari Kata”(kumpulan puisi) dan kumpulan cerpen yang berjudul “Secercah Harapan Insan

Ditulis oleh ruangkeluarga

Dipublikasikan di Ruang Menulis. Kanal kreasi naskah, literasi, dan karya tulis terpilih.

Ruang Tamu

5 Keutamaan Menulis Kebaikan

Oleh : Wydiesti

“Orang menulis kebaikan patutlah berbahagia, karena banyak keutamaan yang akan ia dapatkan baik di dunia maupun  akhirat.” (Wydiesti)

Kebahagiaan yang tidak bisa diukur oleh  harta maupun  uang yang banyak. Kebahagiaan yang tidak luntur oleh waktu berlalu karena dibawa sampai ke akhirat.

Menulis merupakan merupakan pilihan hidup yang mempunyai banyak tujuan. Tujuan itu tergantung pada motivasi penulis. Motivasi penulis mempunyai banyak ragam jenisnya. Salah satunya adalah ingin mendapatkan  keuntungan dunia dan akhirat.

Bagi penulis yang ingin  keuntungan  dunia dan akhirat tersebut maka tema  yang ia dipilih adalah tentang kebaikan.

Kebaikan yang mengajak manusia untuk berbuat lebih baik baik urusan dunia maupun akhirat. Untuk itu, menulis kebaikan mempunyai keutamaan-keutamaan. Keutamaan-keutamaan  yang bisa diraih dari tulisan yang bertema  kebaikan adalah sebagai berikut.

  • Mendapatkan amal jariyah

Menulis adalah cara untuk mendapatkan amal jariyah karena tulisannya merupakan sesuatu yang bisa dilaksanakan atau dipakai banyak orang dalam kebaikan.

Selama pembaca masih memakai maka penulis mendapatkan kebaikan dari tulisannya. Sebagai contoh banyak para ulama yang menulis buku tentang kebaikan yang sampai sekarang masih dipakai. InsyaAllah ulama tersebut mendapatkan pahala yang ditulisnya walau beliau sudah meninggal.

Salah satunya penulis Hadist Buhkari yang di dalamnya banyak mengandung kebaikan yang sekarang  masih dilaksanakan oleh kaum muslimin. Selama isi buku itu diamalkan oleh pembaca maka penulisnya, Imam Buhkori akan mendapatkan pahala.

Hal ini sesuai dengan hadist Nabi yang berbunyi “Jika manusia mati maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara yakni sedekah jariyah, ilmu yang diambil manfaatnya, dan anak saleh yang selalu mendoakan orang tuanya.”

  • Mendapatkan doa dari pembaca

Tulisan yang berisi kebaikan akan mendapatkan banyak doa dari pembacanya. Pembaca akan berdoa karena dia mendapatkan manfaat setelah membaca tulisan tersebut.

Dia merasa berhutang budi dan hanya doalah yang bisa diberikan pembaca kepada penulisnya. Doa yang dipanjatkan adalah doa kebaikan bagi penulis baik keselamatan, kesehatan atau urusan dunia. Jadi begitu banyak doa yang didapatkan penulis manakala bukunya dibaca dan bermanfaat.

  • Menjadi sebaik-baik manusia

Penulis bisa mengambil peran dalam memakmurkan bumi dan mencegah kerusakan lewat tulisannya. Tulisan yang menebar kebaikan akan berisi ajakan untuk memakmurkan bumi dan mencegah kerusakan di muka bumi. Alangkah senang ketika penulis bisa mengambil peran tersebut.

Manusia yang bisa berbuat demikian berarti dia termasuk manusia yang bermanfaat bagi orang lain. Manusia yang banyak bermanfaat untuk orang lain adalah  termasuk sebaik-baik manusia. Hal ini sesuai dengan hadist Nabi yakni,  “Sebaik-baik manusia adalah yang paling baik bermanfaat bagi manusia.” (HR. Ahmad).

  • Mendapatkan derajat yang baik di sisi Allah Swt dan di sisi manusia

Ketika penulis menulis hal yang baik, maka akan akan membawa kemaslahatan banyak orang. Allah Swt. akan meninggikan derajat penulis tersebut, karena mengajak orang untuk beramal kebaikan.

Orang yang mengajak orang dalam kebaikan balasannya tidak lain adalah surga. Demikian juga di mata manusia, penulis yang menebarkan kebaikan maka dia mendapatkan derajat yang tinggi di hadapan manusia yakni sanjungan dan nama baik yang terus dikenang selama tulisannya masih  dibaca orang.

  • Menjalankan misi kehidupan

Hidup adalah bukan sekadar hidup, tetapi punya tujuan dan sesungguhnya hidup manusia diciptakan untuk menyembah Allah Swt. (QS.Al Dzariyat : 56). Untuk itu, semua rangkaian hidup adalah  untuk beribadah.  

Salah satu rangkaian hidup tersebut adalah menulis. Apabila seorang penulis bertujuan untuk beribadah maka tulisannya adalah tulisan yang berisi kebaikan.

Dia yakin dengan menulis kebaikan merupakan sarana untuk beribadah kepada Allah Swt. karena mengajak manusia berbuat baik. Jadi dengan menulis kebaikan maka bisa menjadi sarana penulis  untuk menjalan misi kehidupan yang sebenarnya.

          Dengan demikian, menulis kebaikan merupakan hal yang sangat penting karena mempunyai keutamaan-keutamaan tersebut di atas. Apabila orang tahu tentang keutamaan-keutamaannya, maka akan banyak penulis yang menulis hal-hal yang baik, sehingga tidak hanya mendapatkan keuntungan materi saja tetapi mendapatkan keuntungan yang yang jauh lebih besar dan penting dalam kehidupan.

Penulis bernama Wydiesti,S.Pd. yang dilahirkan di Karanganyar, 27 Oktober  1971.Widi adalah panggilan penulis. Penulis pernah kuliah di Universitas Sebelas Maret yang lulus tahun 1995 dan sekarang menjadi seorang guru. Buku yang sudah terbit adalah buku solo yang berjudul “Mendaki Sabar Menjemput Syukur”(kisah inspiratif) dan “Berawal Dari Kata”(kumpulan puisi) dan kumpulan cerpen yang berjudul “Secercah Harapan Insan

Ditulis oleh ruangkeluarga

Dipublikasikan di Ruang Menulis. Kanal kreasi naskah, literasi, dan karya tulis terpilih.