Oleh : Cahyadi Takariawan
Sudah saya posting sebelumnya, ada delapan langkah untuk membangun komunikasi antara suami dan istri. Namun delapan langkah itu hanya bisa dilakukan dalam kondisi suami dan istri berada pada satu rumah yang sama, bahkan tidur pada kamar dan ranjang yang sama. Bagi pasangan yang tengah menjalani long distance relationship (LDR) atau long distance marriage (LDM) tentu tidak bisa melaksanakan langkah-langkah tersebut.
Untuk itu, khusus bagi pasangan suami istri yang sedang menjalani LDR, ada delapan cara untuk selalu terkoneksi dan membangun komunikasi. Walau berjauhan, walau tidak sedang bersama pasangan, namun masih sangat banyak hal untuk selalu menyambung dengan pasangan. Berikut delapan cara untuk membangun komunikasi dengan pasangan di saat menjalani LDR.
1. Kirimkan Doa
Walaupun tengah berjauhan, suami dan istri hendaknya selalu mengirimkan doa terbaik untuk pasangan. Mintalah kepada Allah agar bisa segera bersatu kembali dalam kehidupan rumah tangga. Nyatakan permintaan kepada Allah, agar Allah merawat dan menjaga keutuhan keluarga anda, agar Allah selalu menyatukan hati anda bersama pasangan, agar keluarga tetap berada dalam suasana sakinah, mawadah warahmah serta penuh berkah.
2. Mengobrol Melalui Chatting
Teknologi komunikasi saat ini telah memudahkan semua orang untuk saling terhubung 24 jam sehari semalam. Walau sedang berjauhan dengan pasangan, anda tetap bisa mengobrol sepanjang waktu, melalui chatting. WhatsApp, Line, KakaoTalk, Telegram dan lain-lain, adalah sarana komunikasi online yang bisa menghubungkan suami dan istri kapanpun mereka mau, dengan begitu mudah. Tak ada kendala jarak, apakah antar kota, antar pula bahkan anternegara, teknologi komunikasi telah menyambungkan mereka.
3. Kirimkan Foto Anda dan Anak-anak
Sering-seringlah mengirim foto anda kepada pasangan di saat tengah berjauhan. Misalnya istri dengan anak-anak berada di rumah, sementara suami tengah tugas belajar atau kontrak kerja di luar negeri. Tiap hari sang istri bisa mengirim foto dirinya kepada suami, atau mengirim foto anak-anak yang tengah berkegiatan. Foto saat makan malam, foto keluarga saat sarapan, foto saat anak di sekolah, foto saat istri sedang memasak, dan lain sebagainya, itu semua selalu menautkan hati dan perasaan dengan pasangan. Demikian pula suami yang tengah di luar negeri bisa mengirimkan foto kegiatan sehari-hari, agar istri dan anak-anak selalu update kondisi suami atau ayah mereka.
4. Bicara Melalui Telpon
Mengobrol melalui tulisan, berbeda dengan mengobrol menggunakan suara. Maka jangan hanya chatting, namun harus ada waktu untuk telpon. Mendengar suara pasangan, membuat hati menjadi lebih tenang. Demikian pula anak-anak, harus ada kesempatan untuk mengobrol melalui telpon dengan orangtua yang tengah LDR. Suami dan istri bisa menyepakati waktu, jam berapa setiap hari untuk mengobrol melalui telpon, baik berduaan ataupun telpon dengan anak-anak. Semua harus diberikan kesempatan untuk berbicara melalui telpon.
5. Mengirim Surat Cinta Melalui Email
Surat cinta, seakan-akan itu peristiwa di zaman dahulu kala, seperti kisah cinta Siti Nurbaya. Namun anda tetap bisa membuat surat cinta secara fisik, benar-benar tulisan di kertas yang anda tulis dengan tinta dan cinta. Surat itu anda kirim melalui pos, ke alamat pasangan anda yang tengah LDR. Goresan tangan anda, kalimat rindu anda, akan terlukiskan denganlebih sempurna melalui sepucuk surat cinta. Ungkapkan berbagai perasan cinta dan rindu melalui surat, dan hendaknya anda yang mendapat surat cinta pun membuat balasan surat pula. Kirimkan melalui jasa pos agar surat tersebut sampai kepada pasangan anda.
6. Mengobrol Bersama Keluarga Melalui Teleconference
Sesekali waktu, buatlah waktu obrolan keluarga melalui teknologi teleconference —atau teknologi yang semacam— sehingga bisa saling melihat wajah semua anggota keluarga, walau tengah berjauhan. Untuk komunikasi yang santai, canda, dan kapan saja, mungkin chatting menjadi pilihan untuk dilakukan setiap saat. Untuk yang lebih serius, telpon bisa menjadi alternatif. Untuk membangun keakraban dan kebersamaan yang lebih kuat, teleconference bersama seluruh anggota keluarga menjadi pilihan yang tepat. Maka agendakan waktu untuk melakukan teleconference bersama seluruh anggota keluarga saat tengah LDR. Bisa jadi ada selisih atau jarak waktu dengan tempat tinggal pasangan, maka harus disepakati waktunya.
7. Kirimkan Suara Rindu Anda
Rekam suara “rintihan rindu” anda melalui smartphone, dan kirimkan kepada pasangan. Ini akan menjadi sensasi tersendiri bagi pasangan, bisa memberikan pesan kerinduan yang sangat kuat. Anda juga bisa mengirimkan suara erotis, untuk pasangan. Ingat, harus saling bisa menjaga kerahasiaan suara rekaman tersebut, hanya didengarkan oleh pasangan. Anak-anak tidak boleh mendengarkannya, orang lain tidak boleh mendengarkannjya. Ini adalah rahasia antara suami dan istri saja. Ini adalah cara komuniasi yang penuh sensasi, dan menjaga kehangatan cinta di saat tengah menjalani LDR.
8. Kirimkan Hadiah
Sangat banyak jasa pengiriman barang, bahkan sampai ke luar negeri. Kirimkan hadiah untuk pasangan anda, sesuatu yang disenangi pasangan, melalui jasa pengiriman paket. Tentu hadiah yang mudah untuk dikirim dan memungkinkan secara aturan antarpulau atau antarnegara. Hadiah adalah salah satu ikatan cinta dan salah satu bahasa komunikasi antara suami dan istri, terutama pada saat menjalani LDR. Bukan soal harga dari hadiah tersebut, naamun soal makna. Hadiah memberikan makna perhatian, bahwa anda selalu memberikan perhatian kepada pasangan, bahwa anda tidak pernah melupakan pasangan terutama pada momentum spesialnya.
Demikianlah delapan cara untuk membangun komunikasi antara suami dan istri pada saat mereka tengah menjalani LDR. Dengan selalu berkomunikasi, cinta mereka selalu terekatkan dan terkuatkan. Tak akan ada yang bisa memisahkan kecuali kematian.
Takengon 7 Oktober 2018