Kembali
Dunia Buku

Agar 30 Tulisan Ramadhan Bisa Dibukukan

.

The 30-Day Writing Challenge – 1

Oleh : Cahyadi Takariawan

.

Menjelang Ramadhan 1442 H, saya mengumumkan tantangan melalui media sosial. Tantangan itu saya sebut sebagai The 30-Day Writing Challenge. Saya mengajak Anda semua untuk membuat 30 tulisan motivasi kebaikan selama Ramadhan 1442, dan diposting melalui media sosial masing-masing.

Tantangan ini adalah bagian dari kesungguhan mengoptimalkan Ramadhan untuk melakukan sebanyak mungkin amal kebaikan. Pada akhir kalimat The 30-Day Writing Challenge tersebut, saya nyatakan, “Hasil tulisan Anda selama Ramadhan, bisa menjadi modal untuk dibuat buku mandiri”.

Bagaimanakah cara agar 30 tulisan yang Anda buat selama Ramadhan bisa menjadi buku yang diterbitkan lengkap dengan ISBN? Ikuti 10 langkah berikut ini.

  1. Kumpulkan 30 Tulisan Selama Ramadhan
  2. Pilahkan Tulisan, dan Buat Sistematika
  3. Tentukan Target Akhir
  4. Lakukan Penyesuaian terhadap Naskah
  5. Lengkapi Bagian-Bagian Buku
  6. Lakukan Swasunting (Self Editing)
  7. Pilih Judul yang Inspiratif
  8. Bikin Layout Kreatif
  9. Bikin Cover yang Menarik
  10. Serahkan Kepada Penerbit

Berikut akan saya bahas satu per satu. Silakan disimak, dan diaplikasikan dengan urut. Insyaallah tulisan Anda bisa menjadi buku.

Pertama, Kumpulkan (Minimal) 30 Tulisan Selama Ramadhan

Ramadhan 1442 H akan berlangsung dalam 30 hari. Jika Anda telah menulis sejak hari pertama Ramadhan minimal satu tulisan motivasi kebaikan, maka sampai akhir Ramadhan Anda akan memiliki 30 karya tulis. Inilah modal awal bagi Anda untuk menerbitkan buku mandiri.

Mumpung masih Ramadhan, Anda bisa membuat tulisan motivasi kebaikan sebanyak mungkin. Syukur sehari bisa lebih dari satu tulisan, dengan demikian sampai akhir Ramadhan Anda memiliki bahan yang lebih banyak untuk dibuat buku.

Seandainya Anda menulis pagi dan malam, berarti Anda memiliki 60 naskah selama Ramadhan. Alhamdulillah, berarti dua kali lipat dibandingkan target. Dengan memiliki 60 naskah, Anda lebih leluasa untuk membuatnya menjadi buku.

Disiplinkan diri Anda untuk terus menulis setiap hari selama Ramadhan. Jangan beralasan, “Ramadhan adalah bulan ibadah dan dakwah, maka saya tidak menulis”. Yang Anda tulis selama bulan Ramadhan adalah materi dakwah, yang memotivasi pembaca untuk melakukan kebaikan.

Jadi tidak ada pertentangan sama sekali antara nilai kesakralan Ramadhan dengan aktivitas menulis. Tidak ada pertentangan antara ibadah bulan Ramadhan dengan menulis. Proses menulis yang Anda lakukan adalah ibadah. Hasil karya tulis Anda adalah dakwah dan bernilai amal jariyah.

Maka menulis selama Ramadhan artinya menguatkan ibadah dan mengoptimalkan dakwah. Terlebih di masa pandemi yang gerak kita masih sangat dibatasi. Belum bisa melakukan kegiatan massal dengan leluasa. Maka dakwah melalui tulisan menjadi lebih bernilai.

Tentukan Waktu Menulis

Cermati semua waktu Anda selama Ramadhan. Di bagian manakah Anda merasa tepat untuk menulis? Misalnya, sehabis shalat Subuh, berdoa dan mengaji, menjadi pilihan Anda untuk menulis pagi.

Mungkin sekitar pukul 05.00 pagi. Setengah jam sampai satu jam di waktu pagi, sangat cukup untuk menulis. Atau Anda memilih malam selepas shalat tarawih berjamaah di masjid. Sekitar pukul 21.00, setengah jam hingga satu jam menulis malam. Ini yang sering saya sebut sebagai zona waktu menulis.

Kapan waktu yang tepat untuk menulis? Setiap Anda bisa berbeda-beda, sesuai situasi dan kondisi yang Anda miliki. Ibu rumah tangga yang tengah memiliki bayi kecil, tentu berbeda waktu luangnya dengan mahasiswi yang kuliah secara daring. Masing-masing harus mencermati keluangan dan ketepatan waktu.

Durasi waktu menulis juga berbeda-beda kesempatannya. Sesungguhnya Anda tidak memerlukan waktu yang lama. Setengah jam hingga satu jam rutin setiap harinya, sudah memadai untuk menciptakan karya. Yang paling penting adalah disiplin dan konsisten.

Kadang seseorang yang merasa waktunya sangat luang, justru membuat mereka santai dan tidak disiplin menghasilkan karya. Lebih baik waktu dibatasi, namun benar-benar optimal untuk menulis. Ketimbang memberikan waktu sehari, namun ternyata tak menulis apapun.

Niatkan menulis sebagai ibadah, maka aktivitas Anda menjadi bernilai pahala yang berlipat pahalanya karena dilaksanakan pada bulan mulia. Inilah salah satu nilai lebih Ramadhan, yang penuh berkah, di mana Anda bisa menghasilkan karya motivasi kebaikan, dalam keberkahan Ramadhan.

Selamat menulis, selamat menghasilkan motivasi kebaikan selama Ramadhan.

Bersambung.

#ramadhanmenulis #30harimenulis #30daywriting #30motivasikebaikan

Ditulis oleh Cahyadi Takariawan

Dipublikasikan di Ruang Menulis. Kanal kreasi naskah, literasi, dan karya tulis terpilih.