.
Belajar dari Para Penulis Produktif
Oleh : Cahyadi Takariawan
“If you want to be happy, be” –Leo Tolstoy.
.
Leo Tolstoy (1828 – 1910) adalah novelis produktif asal Rusia. Karyanya yang terkenal antara lain War and Peace dan Anna Karenina. Lahir di Rusia pada 1828, Tolstoy menjadi terkenal ke seluruh dunia karena kepribadian serta keyakinannya yang dianggap “rumit dan paradoks”.
Salah satu yang bisa kita pelajari dari produktivitas menulis Tolstoy adalah kemampuannya untuk menjaga rutinitas menulis. Ia harus memastikan bahwa setiap hari ada tulisan yang dihasilkan, tanpa gagal. “I must write each day without fail”, ujar Leo Tolstoy.
Ada banyak pelajaran menulis yang bisa kita pelajari dari Tostoy. Tentu tidak semua tepat untuk Anda. Ambil yang sesuai, tinggalkan yang tidak sesuai.
Tolstoy : Menjadi Penulis yang Bahagia
“True happiness will never come from the outside. Take a look at celebrities: Many have the money to buy everything they ever wanted, but still end up in drug addiction or even suicide” –Story Artist, 2021.
“Bahagia itu ternyata sederhana”, demikian kalimat yang sering kita dengar. Pada level tertentu, pernyataan itu benar adanya. Bahagia memang sederhana, yang bisa kita ciptakan dalam kehidupan sehari-hari. Termasuk dalam proses menulis.
Anda tidak perlu membayangkan, bahwa bahagia itu apabila sudah mampu melahirkan buku best seller. Anda tidak perlu menunggu –bahwa bahagia akan Anda dapatkan apabila sudah mencapai puncak popularitas sebagai penulis top nasional atau penulis top dunia.
Sungguh, kebahagiaan bisa kita dapatkan dari proses menulis itu sendiri. Tak perlu menunggu tulisan Anda menjadi best seller atau menjadi juara kompetisi. Tak perlu menunggu Anda terpilih menjadi penulis terbaik se kabupaten atau provinsi. Tak perlu menunggu Anda terpilih menjadi penulis terbaik tingkat nasional bahkan internasional.
Mulai saja dengan menetapkan target, misalnya menulis tigapuluh menit setiap hari, lalu Anda berhasil melakukannya. Ini adalah kebahagiaan. Mulai dengan menetapkan target sehari menulis seratus kata, lalu Anda berhasil mencapainya. Ini adalah kebahagiaan.
Mulai dengan menetapkan target, menulis satu cerpen setiap tiga hari, dan berhasil mencapainya. Ini jelas kebahagiaan. Anda menetapkan target, bisa posting tulisan di media sosial minimal sehari sekali, lalu mampu melakukannya. Ini adalah kebahagiaan. Tanpa harus menunggu hal-hal besar dan spektakuler.
“Happiness is not dependent on your level of success nor the amount of money on your bank account. Happiness is not to possess everything but want for nothing” –Story Artist, 2021.
Leo Tolstoy adalah sosok yang pandai menciptakan kebahagiaan dalam menulis. Ia menyatakan, “Jika Anda ingin bahagia, berbahagialah.” Sebuah ungkapan ntuk menunjukkan –siapapun diri Anda, sepanjang Anda menghendaki bahagia, Anda bisa mendapatkannya.
Ini adalah petuah sederhana dari seorang sastrawan dunia. Menulis itu bahagia, jika Anda ingin menciptakan kebahagiaan. “Kebahagiaan sejati tidak akan pernah datang dari luar” (Story Artist, 2021). Ya, kebahagiaan selalu datang dari dalam diri kita sendiri. Kita yang mengonstruksi kebahagiaan dalam diri sendiri.
“Lihatlah selebriti: Banyak yang memiliki uang untuk membeli semua yang mereka inginkan, tetapi masih berakhir dengan kecanduan narkoba atau bahkan bunuh diri” (Story Artist, 2021).
“You don’t have to wait until tomorrow to be happy – don’t have to wait until you wrote a bestseller or earned your first million. If you really want to be happy, just be” –Story Artist, 2021.
Kita sering salah membayangkan. Seakan para tokoh dan selebritis dunia itu selalu berada dalam kebahagiaan yang sempurna. Seakan mereka yang berjaya, terkenal, dielu-elukan fans di seluruh dunia, pasti bahagia. Seakan mereka yang fotonya memenuhi jagat nyata dan maya, selalu bahagia.
Benarkah mereka bahagia? Belum tentu. Kadang, seseorang berada di puncak kekayaan dan popularitas, namun justru kehilangan kebahagiaan. Mari kita belajar dari Justin Bieber, Warren Buffet dan Marc Zuckeberg.
Di mata publik, Zuckeberg tentu sangat bahagia. Ia seorang anak muda kaya raya, populer, dan memiliki sangat banyak fans di seluruh dunia. Namun Zuckeberg menyatakan, “I don’t believe it is possible to have fun every day. But I do believe it is possible to do something meaningful that helps people every day”.
Tidak perlu muluk-muluk. Kita bisa melakukan hal-hal bermanfaat bagi orang lain setiap hari –melalui tulisan. Ini kunci bahagia model Zuck. “Kebahagiaan tidak tergantung pada tingkat kesuksesan Anda atau jumlah uang di rekening bank Anda” (Story Artist, 2021). Bukan soal apakah Anda sudah menjadi penulis hebat atau penulis pemula, namun soal bagaimana Anda menikmati prosesnya.
“Kebahagiaan bukanlah memiliki segalanya, tetapi selalu menginginkan segala sesuatu” (Story Artist, 2021). Bahagia itu ketika berhasil menciptakan habit menulis setiap hari, meski belum memiliki karya best seller. Jika Anda selalu terobsesi dengan hal-hal yang muluk dan terlalu besar, justru akan menghilangkan kebahagiaan Anda.
“Anda tidak perlu menunggu sampai besok untuk bahagia – tidak perlu menunggu sampai Anda menulis buku terlaris atau mendapatkan satu juta pertama Anda. Jika Anda benar-benar ingin bahagia – berbahagialah” (Story Artist, 2021).
“This happiness will energize you to write more and become a prolific author, not vice versa. Learn to love the process and every single step of it. Just be happy” –Story Artist, 2021.
Terkadang orang berpikir secara terbalik. “Jika berhasil menjadi penulis prouktif, aku akan bahagia”, ini contoh pikiran salah. Semestinya, “jika Anda bahagia, Anda akan terpacu untuk menjadi penulis produktif”.
“Kebahagiaan akan membuat Anda semakin bersemangat untuk menulis dan menjadi penulis produktif, bukan sebaliknya. Maka belajarlah untuk mencintai proses dan setiap langkahnya” (Story Artist, 2021).
Bagaimana dengan Anda? Selamat berkarya, selamat mengubah dunia.
Bahan Bacaan
Mayo Oshin, The Daily Routine of 20 Famous Writers (and How You Can Use Them to Succeed), https://medium.com, 15 Agustus 2017
Shaunta Grimes, 25 Habits That Will Make You a Writer, www.medium.com, 5 April 2017
Story Artist, 12 Habits That Made Tolstoy a Highly Profilic Author – Conquer the Writing Battle, https://storyartist.me, diakses 1 Desember 2021
Rahul Varshneya, Is Mark Zuckerberg Happy? https://www.inc.com, 14 Juni 2016