.
Belajar dari Para Penulis Produktif
Oleh : Cahyadi Takariawan
“I write all the time. I get up every morning not knowing what I’m going to do. I usually have a perception around dawn when I wake up” –Ray Bradbury.
.
Ray Douglas Bradbury (1920 –2012) adalah penulis Amerika yang terkenal karena cerita pendek dan novelnya yang sangat imajinatif. Ia mampu memadukan gaya fiksi, kritik sosial, ilmu pengetahuan dan teknologi.
Pada beberapa postingan sebelumnya, sudah kita bahas beberapa tips produktif menulis dari Bradbury. Kali ini saya tanbahkan lagi tips produktif menulis dan Ray Bradbury.
Tentu saja tidak semua hal bisa ditiru. Pilih yang cocok untuk masing-masing kita, tinggalkan yang tidak bisa kita lakukan.
Akrab dengan Buku dan Perpustakaan
“Live in the library! Live in the library, for Christ’s sake. Don’t live on your goddamn computer and the internet and all that crap. Go to the library” –Ray Bradbury.
Bradbury adalah tipe orang ‘kuno’ alias jadul. Lahir di tahun 1920 di Illinois AS –sebuah masa yang bahkan masih belum ada negara bernama Indonesia. Awal karir menulis, tentu belum ada peralatan canggih seperti saat ini. Belum ada laptop, smartphone, gadget dan internet.
Namun ia wafat tahun 2012, pada saat teknologi sudah berkembang pesat. Ia sudah menulis menggunakan berbagai peralatan canggih dan maju seperti saat ini. Bradbury menjadi contoh sosok yang akrab dengan buku dan perpustakaan. Karena pada masa mudanya, buku dan perpustakaan adalah sumber literasi yang paling utama.
Dalam banyak kesempatan, Bradbury selalu menekankan pentingnya membaca buku dan mengakrabi perpustakaan. “Tinggallah di perpustakaan! Tinggallah di perpustakaan, demi Kristus”, ujarnya. Bradbury dikenal sosok yang sangat akrab dengan buku dan perpustakaan.
Baginya, sangat berbeda makna antara ‘searching/googling’ di internet dengan pencarian informasi melalui buku-buku di perpustakaan. Searching melalui mesin pencari di internet adalah budaya instan, yang terkadang membuat orang terjerumus atau dijerumuskan ke dalam informasi palsu serta menyesatkan. Banyak blog dan web abal-abal yang isinya tidak bisa dipertanggungjawabkan.
Buku-buku tercetak yang ada di perpustakaan, menjadi referensi yang lebih direkomendasikan Bradbury. “Jangan hidup di komputer sialan Anda dan internet dan semua omong kosong itu. Pergilah ke perpustakaan”, ungkapnya.
Menulis di Saat Fresh
“I have what I call the theater of morning inside my head, all these voices talking to me. When they come up with a good metaphor, then I jump out of bed and trap them before they’re gone. That’s the whole secret: to do things that excite you” –Ray Bradbury.
Energi dan motivasi Bradbury untuk menulis sungguh hebat. Ia adalah contoh penulis ‘fulltime’, yang mendedikasikan sebagian besar waktunya untuk menulis. “Saya menulis sepanjang waktu”, ujarnya. Ini yang membedakan Bradbury dengan sebagian besar penulis lain –termasuk saya dan Anda.
Umumnya kita menulis di sela waktu –bukan di semua waktu, bukan pula di sebagian besar waktu. Rata-rata kita menulis beberapa menit hingga beberapa jam setiap hari. Misalnya 10 menit, 30 menit, satu jam atau dua jam setiap hari. Selebihnya, waktu kita gunakan untuk hal-hal lainnya.
Namun, ada kata kunci yang bisa kita pelajari dari Bradbury, yaitu menulis di saat kita merasakan kesegaran. Saat diri kita dalam suasana fresh, kita akan lebih produktif dan kreatif menulis. Saat diri kita dalam suasana jenuh dan kelelahan, tentu berpengaruh terhadap kualitas maupun kuantitas karya tulis.
Bradbury termasuk tipe penulis pagi. “Saya bangun setiap pagi tidak tahu apa yang akan saya lakukan. Saya biasanya memiliki persepsi tentang fajar ketika saya bangun”, ungkapnya. Ini menandakan kesegaran suasana pagi hari, saat ia bangun.
Dalam suasana kesegaran pagi saat ia bangun, seakan semesta telah menyapanya. Energi kreatif muncul dalam dirinya, mengajak untuk berkarya, menuangkan ide ke dalam tulisan. “Saya memiliki apa yang saya sebut sebagai ‘teater pagi’ di dalam benak saya, semua suara ini berbicara kepada saya”, ungakapnya.
Inilah salah satu rahasia produktivitas menulis Bradbury. Bahwa menulis dilakukan di saat jiwa fresh, penuh kesegaran, sehingga inspirasi datang bertubi-tubi. “Ketika suasana datang dengan metafora yang bagus, maka saya melompat dari tempat tidur dan menjebak sebelum mereka pergi. Inilah rahasianya: lakukan hal-hal yang menggairahkan Anda”, lanjutnya.
Jangan Hiraukan Para Pencela
“Get rid of those friends of yours who make fun of you and don’t believe in you. When you leave here tonight, go home, make a phone call, and fire them. Anyone who doesn’t believe in you and your future, to hell with them” –Ray Bradbury.
Di dunia cyber saat ini, selalu ada likers dan haters. Semua orang memiliki likers dan haters. Semua karya akan menemukan likers dan haters. Apapun yang Anda tulis, akan ada orang yang memuji namun juga selalu ada yang mencela. Jangan berharap bisa menyenangkan semua orang, jangan berharap pujian dan sanjungan.
Namun di sisi lain, jangan pula menghiraukan para pencela. Terutama bagi penulis pemula, kritik pedas dan celaan, bisa mematikan keberanian untuk menulis. Abaikan saja para pencela itu. Mereka tidak memberikan solusi dan motivasi. Mereka hanya menyerang tanpa peduli dampak dan akibatnya bagi pemilik karya.
Saran Bradbury terlalu ekstrem dalam menyikapi para pencela terebut. “Singkirkan teman-teman Anda yang mengolok-olok Anda dan tidak percaya pada Anda. Ketika Anda pergi dari sini malam ini, pulanglah, telepon, dan pecat mereka. Siapa pun yang tidak percaya pada Anda dan masa depan Anda, persetan dengan mereka”, ujarnya.
Tentu kita tidak sekejam itu. Kita berterima kasih kepada semua pihak yang sudah memberikan kritik dan saran, namun abaikan saja setiap celaan yang menyakitkan. Jika Anda fokus dengan para pencela, Anda bisa gagal berkarya. Hanya menuruti emosi, dan tidak lagi fokus pada esensi.
Selamat berkarya, selamat mengubah dunia.
Bahan Bacaan
Emily Temple, Ray Bradbury’s Greatest Writing Advice, https://lithub.com, 22 Agustus 2018
Mayo Oshin, The Daily Routine of 20 Famous Writers (and How You Can Use Them to Succeed), 15 Agustus 2017, https://medium.com/
Sue Weems, How to Bust Excuses and Focus on Your Writing Like Ray Bradbury, https://thewritepractice.com