.
Belajar dari Para Penulis Produktif
Oleh : Cahyadi Takariawan
“I can’t play bridge. I don’t play tennis. All those things that people learn, and I admire, there hasn’t seemed time for. But what there is time for is looking out the window” –Alice Munro.
.
Alice Munro adalah penulis fiksi produktif dan penerima penghargaan Nobel bidang sastra (2013). Munro terkenal dengan gaya tulisan yang sederhana dan bersahaja. Mayoritas karya tulisnya berupa cerita pendek, namun dengan ukuran yang panjang untuk setiap cerpennya.
Pada beberapa postingan sebelumnya, sudah kita bahas tips produktif menulis dari Alice Munro. Kali ini saya tambahkan lagi tips produktif menulis dan Munro. Tentu saja tidak semua hal bisa ditiru. Pilih yang cocok untuk masing-masing kita, tinggalkan yang tidak bisa kita lakukan.
Memiliki Prioritas dalam Kehidupan
“So do what makes you happy and then maybe feature some of that stuff in your stories, but if you don’t have a lot of time, sometimes all you really do need is a few precious minutes to stare out your window and dream” (Brian Rowe, 2020).
Ada sangat banyak keinginan dalam kehidupan kita. Ingin pandai memasak, ingin pandai melukis, ingin bermain tenis, ingin gowes bersama komunitas, ingin naik gunung, ingin menjadi barista kopi, dan lain sebagainya. “Aku ingin begini, aku ingin begitu, aku ingin ini itu banyak sekali”, kata temannya Doraemon.
Namun kita harus menyadari keterbatasan yang pasti kita miliki. Bukan hanya keterbatasan tenaga dan waktu, namun juga keterbatasan untuk “bisa” atau “ahli” dalam segala hal. Ketika ingin ahli dalam segala sesuatu, artinya kita justru tidak akan ahli dalam hal apapun. Maka relakan untuk hanya bisa melakukan beberapa hal, bukan semua hal.
“Saya tidak bisa bermain bridge. Saya tidak bermain tenis”, ujar Munro. “Semua hal yang dipelajari orang, dan saya kagumi, sepertinya tidak ada waktu untuk itu”, tambahnya. Munro menyadari sepenuhnya, meski ia sangat kagum dengan keahlian banyak orang, namun ia tidak akan bisa melakukan semua hal.
Meskipun ia bisa menikmati permainan bridge dan tenis, bukan berarti harus melakukannya sendiri. “Ada waktu untuk melihat ke luar jendela”, ujar Munro. Cukuplah ia menikmati berbagai hal di luar sana, di luar jendela kamarnya, untuk bisa mendapatkan sangat banyak inspirasi.
Munro mengajarkan kepada kita, bahwa kita tidak harus selalu sama dengan semua orang. Kita tidak harus mengikuti tren. Saat semua teman kerja ikut tren gowes bersama komunitas, Anda tidak harus ikut mereka. Saat banyak orang hobi dengan burung dan mengikuti komunitas pecinta burung, Anda tidak harus mengikuti.
Jika Anda ingin hebat atau ingin ahli dalam segala sesuatu, justru tidak akan mendapatkan apapun. Cukuplah kita menikmati beberapa yang menjadi prioritas dalam kehidupan kita, yang tidak selalu sama dengan orang lain. Jadi, apa prioritas hidup Anda? Apakah menulis menjadi salah satu prioritas untuk Anda lakukan? Jika tidak, Anda tak perlu memaksa diri untuk belajar menulis.
Tulis Hal yang Menyenangkan Anda
“Honestly any fun hobby you partake in can work its way into your storytelling. Anything you’re interested in or passionate about can play a role in the occupation of your next protagonist or be featured in a pivotal scene at some point during a narrative” (Brian Rowe, 2020).
Alice Munro menyebutkan beberapa permainan yang mungkin ia suka dan kagum dengan para pemainnya, seperti bridge dan tenis. Namun ternyata tak cukup banyak tulisan yang mengulas bridge dan tenis dari para ahlinya. Banyak orang hanya menjalankan hobi dan kesenangan, tanpa berusaha menuliskannya.
Brian Rowe (2020) menyatakan, “Hobi menyenangkan apa pun yang Anda geluti, sebenarnya dapat menjadi ramuan cerita untuk ditulis. Hal apapun yang Anda minati atau sukai dapat berperan dalam membangun tokoh protagonis dalam menulis cerita”. Bagi penulis, segala sesuatu di sekitar dirinya adalah bahan dan inspirasi tulisan.
“Masalahnya, banyak dari kita yang tidak punya waktu untuk melakukan aktivitas seperti bridge dan tenis. Saya menikmati bermain golf, tetapi ketika bermain delapan belas lubang, itu berubah menghabiskan seluruh hari Anda. Dan dalam dua puluh novel, izinkan saya memberi tahu Anda, tidak banyak tentang golf yang pernah ditulis”, ungkap Rowe.
“Jadi lakukan hal yang membuat Anda bahagia, dan tampilkan hal itu dalam tulisan Anda”, lanjut Rowe. “Jika Anda tidak punya banyak waktu, yang Anda butuhkan hanyalah menyempatkan beberapa menit berharga untuk melihat ke luar jendela dan berimajinasi”, tambahnya.
“The problem is that many of us don’t have time for activities like bridge and tennis. I enjoy playing golf, but when you play eighteen holes it sort of turns into your entire day. And in twenty novels, let me tell you, there hasn’t been much about golf ever written” (Brian Rowe, 2020).
Apa saja yang bisa diimajinasikan saat melihat ke luar jendela? “Bermimpilah tentang cerita hebat yang bisa Anda tulis. Bermimpilah tentang karakter. Bermimpilah tentang peluang”, tambah Rowe. “Lakukan apa yang perlu Anda lakukan untuk membuat beberapa ide bagus mulai mengalir, dan Anda sudah siap” (Brian Rowe, 2020).
Saat bangun pagi, dan Anda membuka jendela kamar, mengalirlah udara sejuk dari luar. Udara yang berpagi-pagi membuat Anda menghirup inpirasi. Anda bisa membayangkan dan mengimajinasikan hal-hal yang akan terjadi pada hari ini. Apa tugas Anda? Apa persoalan Anda? Apa solusi yang Anda pikirkan? Mengapa tidak Anda tulis saja semua itu?
Bahkan saat membayangkan sarapan pagi dengan menu tertentu, Anda sudah bisa menulis sebelum menyiapkan sarapan. Semua yang Anda saksikan di luar jendela, semua yang Anda rasakan di dalam rumah, adalah inpirasi tiada henti untuk dituliskan. Menulislah, dan tulisan Anda akan mengalir, karena Anda menulis hal yang Anda sukai.
“Dream about potential stories you could write. Dream about characters. Dream about possibilities. Living your life helps with your writing, but so does sitting in a dark room and just looking out the window. Do what you need to do to make some good ideas start flowing, and you’re well on your way” (Brian Rowe, 2020).
Selamat menulis, selamat mengubah dunia.
Bahan Bacaan
Brian Rowe, 5 Quotes by Alice Munro to Make You a Better Writer, https://medium.com, 31 Maret 2020
Keith Wagstaff, Alice Munro: 7 Insights on Writing from the Nobel Prize Winner, https://theweek.com, 9 Januari 2015
Mayo Oshin, The Daily Routine of 20 Famous Writers (and How You Can Use Them to Succeed), 15 Agustus 2017, https://medium.com