Kembali
Motivasi Menulis

Agar Selalu Produktif Menulis – 6

.

Oleh : Cahyadi Takariawan

“I have been able to increase my daily productivity level by at least 60%, and the reality is that I only exercise for an average of 10 minutes a day” –Bamidele, 2021.

.

Bamidele (2021) seorang penulis dan bloger menyatakan, jika Anda dapat menyelesaikan pekerjaan yang sama dalam waktu kurang dari setengah waktu yang biasanya diperlukan, Anda akan dapat melakukan hal-hal lain yang lebih produktif pada setengah waktu yang tersisa.

Bamidele mengaku menulis rata-rata 4 hingga 5 postingan setiap hari. Bahkan pada hari-hari terbaik, ia mampu menulis total 7 artikel. “Saya dapat meningkatkan jumlah artikel yang saya tulis rata-rata setiap hari menjadi sekitar 10, dan saya menulis lebih banyak lagi pada hari-hari terbaik saya tanpa penurunan dari segi kualitas”, ungkap Bamidele.

Bamidele berbagi tips untuk meningkatkan produktivitas menulis. Tentu saja tidak semua tips akan tepat bagi kita. Namun penting bagi kita untuk belajar dari orang yang telah berhasil membuktikan dirinya mampu meningkatkan produktivitas menulis.

Mari kita simak beberapa tips penting dari Bamidele, dari pengalaman pribadinya. Bisa kita ambil yang cocok dan relevan untuk diri kita.

Tips # 6 – Istirahat Cukup dan Olahraga Setiap Hari

“I find out that I’m more refreshed, and relaxed, after doing a few push ups and I automatically switch into a mode where I am ready to conquer the day” –Bamidele, 2021.

Bamidele mengaku bahwa dirinya adalah tipe orang yang “tidak terorganisir”. Ia tidak terbiasa dengan olahraga teratur, dan hanya melakukan hal-hal yang diinginkan. Belakangan ia mulai sadar betapa pentingnya olahraga bagi kesehatan dan produktivitas menulis.

Ia mengaku mampu meningkatkan tingkat produktivitas harian saya setidaknya 60%, setelah mulai rutin melakukan olahraga rata-rata 10 menit sehari. Dengan olahraga itu Bamidele mengaku menjadi lebih segar dan santai. Setelah melakukan beberapa kali push up, secara otomatis ia bisa beralih ke mode menulis. Badan dan pikiran terasa segar dan fresh.

Bamidele berpesan agar Anda tidak bekerja terlalu keras. Anda harus memiliki waktu yang cukup untuk istirahat. Keinginan menjadi produktif justru bisa kontraproduktif apabila bekerja memforsir diri, kurang istirahat dan kurang olahraga. Tubuh kita tidak dirancang untuk terus menerus bekerja. Harus ada istirahat yang seimbang.

“Jangan hanya bekerja tanpa memikirkan risikonya. Semakin keras Anda bekerja, semakin banyak istirahat yang harus Anda ambil”, pesan Bamidele. Saya kira ini sangat layak untuk kita perhatikan. Produktivitas menulis akan meningkat justru kita memiliki istirahat yang cukup, ditambah olahraga yang menyegarkan dan menyehatkan.

Bahaya Mengabaikan Kesehatan

“There’s a big danger in being a writer. We sit for hours a day, starting at screens, and the physical toll that takes on our bodies is not to be ignored. We aren’t designed to sit” –August Birch, 2019.

August Birch (2019), seorang penulis fiksi dan nonfiksi, sekaligus bloger produktif menyatakan, ada bahaya besar ketika seseorang menjadi penulis. Kita bisa duduk berjam-jam setiap hari, terkena paparan layar laptop atau gadget, disertai kelelahan fisik yang membebani tubuh. Kondisi ini tidak boleh disepelekan.

Persoalannya, tubuh manusia tidak dirancang untuk terus menerus duduk. Bahkan otak manusia dirancang untuk melakukan pekerjaan terbaiknya saat sedang bergerak, bukan dalam keadaan diam. Tetapi saat menulis, kita harus duduk –atau berdiri, dan mengetik untuk waktu yang lama.

Posisi duduk ataupun berdiri dalam menulis, tanpa pergerakan yang berarti dalam waktu lama, bisa menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan. Sepenuhnya kita harus sadar untuk merancang adanya ‘pergerakan’ yang terstruktur –dengan olahraga. Gerakan-gerakan tubuh yang teratur, membuat badan menjadi terlatih, dan menimbulkan kesegaran.

“Even our brains are designed to do their best work while were in-motion, not stationary. But if we want to write, we’ve got to sit (or stand) and type for long periods” –August Birch, 2019.

August Birch menyatakan, ketika dirinya kurang olahraga, hampir tidak bergerak sepanjang hari karena duduk menulis, ia merasa bahwa dirinya bugar. Padahal kenyataannya tidak demikian.

Birch bahkan menyatakan, latihan badan dua puluh menit setiap hari, tidak cukup untuk melawan kerusakan akibat duduk selama sepuluh jam. Jadi, kita perlu istirahat yang cukup, sering jalan-jalan, dan tetap memiliki waktu menulis.

Pengalaman Membangun Kebiasaan Olahraga

“The prescribed, twenty minutes of exercise per day isn’t enough to counteract the damage of sitting for ten hours. So, we need to take breaks and walk-around frequently, while writing” –August Birch, 2019.

Birch adalah penulis buku dan bloger produktif, namun sesungguhnya ia juga sangat menyukai olahraga. Maka Birch merancang pola agar dirinya bisa rutin teratur olahraga setiap hari. Bukan sekedar olahraga secara in insidental atau sporadis, namun menjadi keteraturan yang bisa dinikmati.

“Saya ingin membangun kebiasaan olahraga setiap hari”, ujar Birch. Ia menemukan bahwa kebiasaan sehari-hari jauh lebih mudah untuk dipertahankan, daripada kebiasaan dengan jadwal berkala. Ia merencanakan hadiah untuk perilaku sehat yang dilakukannya.

James Clear dalam buku Atomic Habits menyatakan bahwa manusia memerlukan empat elemen untuk membangun kebiasaan, yaitu isyarat, keinginan, respon, dan hadiah. Jadi jika hanya berorientasi hadiah saja tidak akan bisa membangun kebiasaan.

“This was the magic for me. I knew that motion was a great way to generate new ideas. Since I’m a writer, these creative moments are critical to my work. Instead of using the joy of the workout as a reward, I chose idea-generation” –August Birch, 2019.

Hadiah adalah elemen yang bisa memperkuat kebiasaan sehari-hari. Seperti tepukan kecil di punggung untuk pekerjaan yang dilakukan dengan baik. “Saya ingin berolahraga setiap hari, tetapi tindakan berolahraga bukanlah hadiah”, ujar Birch.

Untuk itu Birch menetapkan ukuran minimal olahraga yang harus dilakukan setiap hari. Apabila target minimal itu bisa tercapai, maka ia berhak memberi hadiah kepada diri sendiri. Tetapi jika ia tidak berolahraga pagi itu, atau target minimal gerakan olahraga tidak tercapai, maka ia tidak berhak memberi hadiah kepada diri sendiri.

Selanjutnya, Birch memerlukan “isyarat”. Ia membuat kopi setiap pagi, seperti apapun kondisi pagi itu –misalnya hujan deras, mengantuk, atau turun salju. Setelah satu cangkir kopi selesai diseduh, ia akan segera pergi ke gym bawah tanah, melakukan olahraga rutin.

“The motion and heavy-lifting deliver me great ideas every time I visit my basement gym. Now, instead of looking at the daily workout as daily exercise,I’ve re-framed the behavior to daily idea-generation, with exercise as the vehicle” –August Birch, 2019.

“Saya tahu gerakan adalah cara yang bagus untuk menghasilkan ide-ide baru. Karena saya seorang penulis, momen-momen kreatif ini sangat penting untuk pekerjaan saya”, ujar Birch. Ia merasakan peningkatan produktivitas menulis, setelah mulai menjalankan rutinitas olahraga.

Sembari berolahraga, ia memilih mendengarkan buku audio dan podcast. Birch menyimpan buku catatan di atas meja kecil di gym dan pulpen untuk mencatat ide yang hadir. Saat ia melakukan olahraga, selalu hadir ide-ide hebat yang ditulis di buku catatan tersebut. Bukan saja kesegaran badan dan pikiran yang ia dapatkan, ternyata sekaligus membangkitkan ide-ide brilian untuk ditulis.

Berbagai gerakan badan dan angkat berat saat melakukan olahraga di ruang gym memberi Birch banyak ide untuk ditulis. Kini Birch mengaku menikmati ritme rutin olahraga tersebut sebagai sebuah ritual yang sangat menguntungkan. Menjaga kesehatan, melahirkan banyak ide, dan meningkatkan produktivitas menulis.

“The only way to get those great ideas is to move, physically. Might as well exercise” –August Birch, 2019.

 “Satu-satunya cara untuk mendapatkan ide-ide hebat adalah dengan bergerak secara fisik”, ujar Birch. Tentu saja ada hari-hari di mana ia tidak sempat berolahraga, tetapi itu sangat sedikit. Secara umum, Birch mampu mempertahankan ritme rutin olahraga setiap hari.

Selamat berolahraga rutin. Selamat berkarya, selamat mengubah dunia.

Bahan Bacaan

August Birch, A Permanent, Daily Exercise Habit for Writers and Creators, 26 Juni 2019, https://medium.com

Bamidele, 10 Productivity Tips for Writers, https://www.writersincharge.com, diakses pada 28 Agustus 2021

Ditulis oleh ruangkeluarga

Dipublikasikan di Ruang Menulis. Kanal kreasi naskah, literasi, dan karya tulis terpilih.

Motivasi Menulis

Agar Selalu Produktif Menulis – 6

.

Oleh : Cahyadi Takariawan

“I have been able to increase my daily productivity level by at least 60%, and the reality is that I only exercise for an average of 10 minutes a day” –Bamidele, 2021.

.

Bamidele (2021) seorang penulis dan bloger menyatakan, jika Anda dapat menyelesaikan pekerjaan yang sama dalam waktu kurang dari setengah waktu yang biasanya diperlukan, Anda akan dapat melakukan hal-hal lain yang lebih produktif pada setengah waktu yang tersisa.

Bamidele mengaku menulis rata-rata 4 hingga 5 postingan setiap hari. Bahkan pada hari-hari terbaik, ia mampu menulis total 7 artikel. “Saya dapat meningkatkan jumlah artikel yang saya tulis rata-rata setiap hari menjadi sekitar 10, dan saya menulis lebih banyak lagi pada hari-hari terbaik saya tanpa penurunan dari segi kualitas”, ungkap Bamidele.

Bamidele berbagi tips untuk meningkatkan produktivitas menulis. Tentu saja tidak semua tips akan tepat bagi kita. Namun penting bagi kita untuk belajar dari orang yang telah berhasil membuktikan dirinya mampu meningkatkan produktivitas menulis.

Mari kita simak beberapa tips penting dari Bamidele, dari pengalaman pribadinya. Bisa kita ambil yang cocok dan relevan untuk diri kita.

Tips # 6 – Istirahat Cukup dan Olahraga Setiap Hari

“I find out that I’m more refreshed, and relaxed, after doing a few push ups and I automatically switch into a mode where I am ready to conquer the day” –Bamidele, 2021.

Bamidele mengaku bahwa dirinya adalah tipe orang yang “tidak terorganisir”. Ia tidak terbiasa dengan olahraga teratur, dan hanya melakukan hal-hal yang diinginkan. Belakangan ia mulai sadar betapa pentingnya olahraga bagi kesehatan dan produktivitas menulis.

Ia mengaku mampu meningkatkan tingkat produktivitas harian saya setidaknya 60%, setelah mulai rutin melakukan olahraga rata-rata 10 menit sehari. Dengan olahraga itu Bamidele mengaku menjadi lebih segar dan santai. Setelah melakukan beberapa kali push up, secara otomatis ia bisa beralih ke mode menulis. Badan dan pikiran terasa segar dan fresh.

Bamidele berpesan agar Anda tidak bekerja terlalu keras. Anda harus memiliki waktu yang cukup untuk istirahat. Keinginan menjadi produktif justru bisa kontraproduktif apabila bekerja memforsir diri, kurang istirahat dan kurang olahraga. Tubuh kita tidak dirancang untuk terus menerus bekerja. Harus ada istirahat yang seimbang.

“Jangan hanya bekerja tanpa memikirkan risikonya. Semakin keras Anda bekerja, semakin banyak istirahat yang harus Anda ambil”, pesan Bamidele. Saya kira ini sangat layak untuk kita perhatikan. Produktivitas menulis akan meningkat justru kita memiliki istirahat yang cukup, ditambah olahraga yang menyegarkan dan menyehatkan.

Bahaya Mengabaikan Kesehatan

“There’s a big danger in being a writer. We sit for hours a day, starting at screens, and the physical toll that takes on our bodies is not to be ignored. We aren’t designed to sit” –August Birch, 2019.

August Birch (2019), seorang penulis fiksi dan nonfiksi, sekaligus bloger produktif menyatakan, ada bahaya besar ketika seseorang menjadi penulis. Kita bisa duduk berjam-jam setiap hari, terkena paparan layar laptop atau gadget, disertai kelelahan fisik yang membebani tubuh. Kondisi ini tidak boleh disepelekan.

Persoalannya, tubuh manusia tidak dirancang untuk terus menerus duduk. Bahkan otak manusia dirancang untuk melakukan pekerjaan terbaiknya saat sedang bergerak, bukan dalam keadaan diam. Tetapi saat menulis, kita harus duduk –atau berdiri, dan mengetik untuk waktu yang lama.

Posisi duduk ataupun berdiri dalam menulis, tanpa pergerakan yang berarti dalam waktu lama, bisa menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan. Sepenuhnya kita harus sadar untuk merancang adanya ‘pergerakan’ yang terstruktur –dengan olahraga. Gerakan-gerakan tubuh yang teratur, membuat badan menjadi terlatih, dan menimbulkan kesegaran.

“Even our brains are designed to do their best work while were in-motion, not stationary. But if we want to write, we’ve got to sit (or stand) and type for long periods” –August Birch, 2019.

August Birch menyatakan, ketika dirinya kurang olahraga, hampir tidak bergerak sepanjang hari karena duduk menulis, ia merasa bahwa dirinya bugar. Padahal kenyataannya tidak demikian.

Birch bahkan menyatakan, latihan badan dua puluh menit setiap hari, tidak cukup untuk melawan kerusakan akibat duduk selama sepuluh jam. Jadi, kita perlu istirahat yang cukup, sering jalan-jalan, dan tetap memiliki waktu menulis.

Pengalaman Membangun Kebiasaan Olahraga

“The prescribed, twenty minutes of exercise per day isn’t enough to counteract the damage of sitting for ten hours. So, we need to take breaks and walk-around frequently, while writing” –August Birch, 2019.

Birch adalah penulis buku dan bloger produktif, namun sesungguhnya ia juga sangat menyukai olahraga. Maka Birch merancang pola agar dirinya bisa rutin teratur olahraga setiap hari. Bukan sekedar olahraga secara in insidental atau sporadis, namun menjadi keteraturan yang bisa dinikmati.

“Saya ingin membangun kebiasaan olahraga setiap hari”, ujar Birch. Ia menemukan bahwa kebiasaan sehari-hari jauh lebih mudah untuk dipertahankan, daripada kebiasaan dengan jadwal berkala. Ia merencanakan hadiah untuk perilaku sehat yang dilakukannya.

James Clear dalam buku Atomic Habits menyatakan bahwa manusia memerlukan empat elemen untuk membangun kebiasaan, yaitu isyarat, keinginan, respon, dan hadiah. Jadi jika hanya berorientasi hadiah saja tidak akan bisa membangun kebiasaan.

“This was the magic for me. I knew that motion was a great way to generate new ideas. Since I’m a writer, these creative moments are critical to my work. Instead of using the joy of the workout as a reward, I chose idea-generation” –August Birch, 2019.

Hadiah adalah elemen yang bisa memperkuat kebiasaan sehari-hari. Seperti tepukan kecil di punggung untuk pekerjaan yang dilakukan dengan baik. “Saya ingin berolahraga setiap hari, tetapi tindakan berolahraga bukanlah hadiah”, ujar Birch.

Untuk itu Birch menetapkan ukuran minimal olahraga yang harus dilakukan setiap hari. Apabila target minimal itu bisa tercapai, maka ia berhak memberi hadiah kepada diri sendiri. Tetapi jika ia tidak berolahraga pagi itu, atau target minimal gerakan olahraga tidak tercapai, maka ia tidak berhak memberi hadiah kepada diri sendiri.

Selanjutnya, Birch memerlukan “isyarat”. Ia membuat kopi setiap pagi, seperti apapun kondisi pagi itu –misalnya hujan deras, mengantuk, atau turun salju. Setelah satu cangkir kopi selesai diseduh, ia akan segera pergi ke gym bawah tanah, melakukan olahraga rutin.

“The motion and heavy-lifting deliver me great ideas every time I visit my basement gym. Now, instead of looking at the daily workout as daily exercise,I’ve re-framed the behavior to daily idea-generation, with exercise as the vehicle” –August Birch, 2019.

“Saya tahu gerakan adalah cara yang bagus untuk menghasilkan ide-ide baru. Karena saya seorang penulis, momen-momen kreatif ini sangat penting untuk pekerjaan saya”, ujar Birch. Ia merasakan peningkatan produktivitas menulis, setelah mulai menjalankan rutinitas olahraga.

Sembari berolahraga, ia memilih mendengarkan buku audio dan podcast. Birch menyimpan buku catatan di atas meja kecil di gym dan pulpen untuk mencatat ide yang hadir. Saat ia melakukan olahraga, selalu hadir ide-ide hebat yang ditulis di buku catatan tersebut. Bukan saja kesegaran badan dan pikiran yang ia dapatkan, ternyata sekaligus membangkitkan ide-ide brilian untuk ditulis.

Berbagai gerakan badan dan angkat berat saat melakukan olahraga di ruang gym memberi Birch banyak ide untuk ditulis. Kini Birch mengaku menikmati ritme rutin olahraga tersebut sebagai sebuah ritual yang sangat menguntungkan. Menjaga kesehatan, melahirkan banyak ide, dan meningkatkan produktivitas menulis.

“The only way to get those great ideas is to move, physically. Might as well exercise” –August Birch, 2019.

 “Satu-satunya cara untuk mendapatkan ide-ide hebat adalah dengan bergerak secara fisik”, ujar Birch. Tentu saja ada hari-hari di mana ia tidak sempat berolahraga, tetapi itu sangat sedikit. Secara umum, Birch mampu mempertahankan ritme rutin olahraga setiap hari.

Selamat berolahraga rutin. Selamat berkarya, selamat mengubah dunia.

Bahan Bacaan

August Birch, A Permanent, Daily Exercise Habit for Writers and Creators, 26 Juni 2019, https://medium.com

Bamidele, 10 Productivity Tips for Writers, https://www.writersincharge.com, diakses pada 28 Agustus 2021

Ditulis oleh ruangkeluarga

Dipublikasikan di Ruang Menulis. Kanal kreasi naskah, literasi, dan karya tulis terpilih.