Kembali
Motivasi Menulis

Agar Selalu Produktif Menulis – 65

.

Belajar dari Para Penulis Produktif

Oleh : Cahyadi Takariawan

“A small daily task, if it be really daily, will beat the labours of a spasmodic Hercules” –Anthony Trollope.

.

Anthony Trollope adalah seorang novelis produktif. Ia dikenal memiliki kemampuan menulis dengan kecepatan yang luar biasa. Novel pertamanya terbit pada tahun 1847. Pada kurun masa 38 tahun berikutnya, ia menerbitkan 47 novel, 18 karya nonfiksi, 12 cerita pendek, 2 drama, dan berbagai artikel.

Pada beberapa postingan sebelumnya, sudah kita bahas tips produktif dari Anthony Trollope. Kali ini saya tambahkan lagi tips produktif menulis dan Trollope. Tentu saja tidak semua hal bisa ditiru. Pilih yang cocok untuk masing-masing kita, tinggalkan yang tidak bisa kita lakukan.

Menulis Tiap 15 atau 25 Menit, Kemudian Istirahat

“25 minutes is the perfect amount of time to spend writing. It’s neither too short nor too long. Then you get a few minutes to check your Facebook or email or to take a break from the computer and grab a snack” –Nicole Bianchi, 2016.

Seperti telah saya sampaikan dalam postingan sebelumnya, teknik pewaktu yang digunakan Trollope sejenis dengan teknik Pomodoro yang dicetuskan oleh Francesco Cirillo. Bedanya hanya pada soal hitungan waktu. Trollope menetapkan satuan waktu tiap 15 menit. Sedangkan teknik Pomodoro menetapkan satuan waktu tiap 25 menit.

Pada waktu itu, Trollope menggunakan jam tangan untuk menghitung mundur. Cara ini membuat Trollope tetap fokus dan bertanggung jawab atas karya tulis yang sedang dilakukannya. Jika Anda menulis dengan tekun selama 25 menit penuh –menggunakan hitungan Pomodoro, dalam masa itu berarti Anda tidak akan memeriksa Facebook, Instagram, Tiktok, Youtube, email, grup Whatsapp, atau menikmati camilan dan minuman kesukaan.

Menurut Nicole Bianchi (2016), 25 menit adalah waktu yang tepat untuk menulis. “Itu tidak terlalu pendek ataupun terlalu panjang”, ujar Bianchi. 25 menit pertama, berarti Pomodoro pertama, lalu Anda istirahat selama 5 menit. Dalam masa istirahat ini, Anda memiliki waktu untuk memeriksa media sosial, atau untuk mengambil makanan dan minuman ringan. Begitu seterusnya, Anda memerlukan beberapa Pomodoro untuk menyelesaikan suatu karya tulis.

Sejenak istirahat setiap satu sesi Pomodoro, memungkinkan otak Anda memiliki waktu untuk memulihkan energi, dengan tetap menjaga Anda tetap mengalir. Setelah itu memulai sesi Pomodoro berikutnya selama 25 menit, dan kembali istirahat.

“Saya menemukan bahwa ‘empat pomodoro’ berturut-turut, sekitar dua jam termasuk istirahat, tampaknya merupakan satuan waktu yang tepat untuk menyelesaikan tugas-tugas yang panjang dan kompleks”, ujar Bianchi.

“Dua jam itu benar-benar memungkinkan saya untuk menggali jauh ke dalam proyek yang sedang saya kerjakan, dan dengan teknik Pomodoro, waktu terasa sangat cepat berlalu”, lanjut Bianchi.

Apabila teknik hitungan waktu Trollope ataupun teknik Pomodoro diterapkan dengan baik, akan bisa membantu Anda menyelesaikan projek penulisan yang panjang. “Saya menemukan sekarang mampu menyelesaikan proyek menulis lebih cepat daripada sebelumnya”, demikian pengakuan Bianchi setelah menerapkan teknik Pomodoro.

“Setiap kali saya menerapkan teknik penulisan berjangka waktu, produktivitas saya meroket, dan hasil tulisan saya meningkat pesat”, lanjut Bianchi. Tidak masalah apakah Anda memilih satuan waktu 15 menit, atau satuan waktu 25 menit. Yang paling penting terletak pada komitmen dan disiplin dalam menulis saat zona waktu eksklusif tersebut.

Pilih Metode, dan Lakukan

“Whether you use the Pomodoro technique or a less structured method like Trollope’s, timed writing is one of the best ways to beat procrastination, end multitasking, and reach your daily word count goal” –Nicole Bianchi, 2016.

Tidak ada satupun model menulis yang bisa berlaku tepat untuk semua orang. Setiap penulis memiliki gaya yang khas, dan memiliki teknik yang paling bisa optimal menghasilkan produktivitas bagi dirinya. Maka jangan bingung dengan metode menulis. Pilih saja yang sesuai dengan kondisi dan situasi Anda.

Salah satu teknik mencapai produktivitas adalah dengan pembatasan waktu. “Baik teknik Pomodoro atau metode Trollope, hal pentingnya adalah bahwa penulisan berwaktu merupakan salah satu cara terbaik untuk mengalahkan penundaan, menyelesaikan banyak tugas, dan mencapai target jumlah kata harian”, ungkap Bianchi.

“Trollope sepenuhnya mengerti bahwa ia hanya memiliki waktu terbatas untuk menulis. Jam-jamnya sangat berharga, maka ia harus menggunakannya dengan bijak”, lanjut Bianchi.

“Pembatasan waktu menulis membantu kita menggunakan waktu kita seproduktif mungkin dan sekaligus membangun rutinitas menulis harian”, lanjut Bianchi. Seperti yang dikatakan Trollope, “Rutinitas kecil, jika itu benar-benar harian, akan mengalahkan kerja keras Hercules yang besar.”

“Trollope understood that he only had a limited amount of time to devote to writing. His hours were precious, and he needed to use them wisely” –Nicole Bianchi, 2016.

Bahkan seandainya setiap hari Anda hanya mengalokasikan satu sesi Trollope –yaitu 15 menit; atau satu sesi Pomodoro –yaitu 25 menit. Sepanjang Anda rutin melakukannya setiap hari, Anda akan mencapai produktivitas yang nyata.

Bagaimana dengan Anda? Selamat berkarya, selamat mengubah dunia.

Bahan Bacaan

James Clear, The 15-Minute Routine Anthony Trollope Used to Write 40+ Books, https://jamesclear.com

Maria Popova, Anthony Trollope’s Witty and Wise Advice on How to Be a Successful Writer, https://www.themarginalian.org, 24 April 2014

Mayo Oshin, The Daily Routine of 20 Famous Writers (and How You Can Use Them to Succeed), 15 Agustus 2017, https://medium.com/

Nicole Bianchi, How to Supercharge Your Writing Productivity: Anthony Trollope’s Strategy for Writing 45+ Books, https://nicolebianchi.com, 26 Februari 2016

Victoria Blake, Writing Tips form a Trollope! https://victoriablakewriter.wordpress.com, 3 November 2014

Ditulis oleh ruangkeluarga

Dipublikasikan di RUANG KELUARGA. Media edukasi keluarga, parenting, dan keharmonisan rumah tangga.