.
Belajar dari Para Penulis Produktif
Oleh : Cahyadi Takariawan
“When I have commenced a new book, I have always prepared a diary, divided into weeks, and carried for the period which I have allowed myself for the completion of the work” –Anthony Trollope.
.
Anthony Trollope adalah seorang novelis produktif. Ia dikenal memiliki kemampuan menulis dengan kecepatan yang luar biasa. Novel pertamanya terbit pada tahun 1847. Pada kurun masa 38 tahun berikutnya, ia menerbitkan 47 novel, 18 karya nonfiksi, 12 cerita pendek, 2 drama, dan berbagai artikel.
Pada beberapa postingan sebelumnya, sudah kita bahas tips produktif dari Anthony Trollope. Kali ini saya tambahkan lagi tips produktif menulis dan Trollope. Tentu saja tidak semua hal bisa ditiru. Pilih yang cocok untuk masing-masing kita, tinggalkan yang tidak bisa kita lakukan.
Menciptakan Aturan untuk Diri Sendiri
“I found it to be expedient to bind myself by certain self-imposed laws” –Anthony Trollope.
Pada dasarnya, semua penulis adalah unik. Ada teknik, metode dan cara yang efektif bekerja untuknya, namun tidak efektif bagi orang lain. Begitu pula sebaliknya, berbagai teknik, metode dan cara yang bisa berlaku efektif bagi orang lain, belum tentu bisa efektif bagi dirinya.
Maka setiap penulis harus menciptakan aturan atau “hukum” untuk dirinya sendiri. Inilah yang terjadi pada seorang Anthony Trollope. Praktik menulis Trollope, mengikuti serangkaian hukum yang diberlakukan untuk dirinya sendiri. Ia menyebut hal ini sebagai tawar-menawar yang dibuat dengan penerbit.
“Tentu saja tidak sepengetahuan mereka. Ini hanya ada dalam pikiran saya sendiri.” ujarnya. Trollope menciptakan aturan menulis dan memberlakukan secara ketat untuk dirinya. Aturan itu tidak terikat dengan pihak lain.
“Saya merasa bijaksana untuk mengikat diri saya sendiri dengan aturan tertentu yang saya paksakan sendiri,” ujar Trollope. “Ketika saya menulis sebuah buku baru, saya selalu menyiapkan buku harian. Pekerjaan dibagi menjadi beberapa pekan, dan menetapkan periode yang saya tentukan sendiri untuk penyelesaian pekerjaan menulis”, sambungnya.
Inilah salah satu contoh kedisiplinan dalam penerapan aturan menulis. Trollope menciptakan aturan untuk dirinya sendiri, mengontrol sendiri, dan memperbaiki sendiri. Ia adalah contoh seseorang yang disiplin dalam aturan, demi mewujudkan karya terbaik yang bisa dikontribusikan untuk dunia.
“Saya memasukkan hari demi hari, jumlah halaman yang telah saya tulis, sehingga jika suatu saat saya tergelincir ke dalam kemalasan selama satu atau dua hari, catatan kemalasan itu telah ada di sana, menatap wajah saya, dan menuntut saya untuk meningkatkan tenaga kerja, sehingga kekurangan itu dapat diperbaiki”, ungkapnya.
Mungkin ini yang terasa sulit bagi banyak penulis. Saat banyak orang mencoba menerapkan aturan, ternyata ia tidak bisa disiplin. Membiarkan terjadinya permakluman, dan membuat sangat banyak alasan untuk tidak terlaksananya aturan tersebut. Dari sini kita mengetahui tentang nilai kualitas kepribadian seorang penulis. Apakah mereka penulis disiplin, ataukah mereka penulis yang tak peduli aturan.
Cara Menulis Model Trollope
“In this I have entered, day by day, the number of pages I have written, so that if at any time I have slipped into idleness for a day or two, the record of that idleness has been there, staring me in the face, and demanding of me increased labour, so the deficiency might be supplied” –Anthony Trollope.
Dari berbagai keterangan yang didapatkan tentang cara menulis model Anthony Trollope yang sangat disiplin, Bec Evans (2014) meringkas menjadi beberapa langkah. Menurut Evans, cara menulis model Trollope, bisa dibagi menjadi beberapa langkah berikut, bagi Anda yang ingin menirunya.
- Bangun pagi dan menulis sebelum bekerja.
Ini adalah salah satu kebiasaan harian Trollope. Ia menggaji pembantu untuk membangunkannya setiap pagi dengan kopi. Lalu ia menulis sebelum berangkat kerja.
- Bersikap tegas terhadap diri sendiri
Di antara kelebihan Trollope adalah tegas dan disiplin dengan aturan. Jangan biarkan ada belas kasihan untuk diri sendiri. Bahkan Trollope sanggup menghukum diri sendiri atas keteledoran yang dilakukannya.
- Membagi target menjadi satuan kecil
Trollope menetapkan target keseluruhan atau total, kemudian membagi menjadi bagian-bagian yang lebih kecil. Pembagian kerja bisa dalam hitungan waktu, seperti pekan; atau target halaman, atau target kata-kata.
- Memiliki sistem untuk memantau tujuan
Trollope memiliki sistem untuk memantau tercapainya target. Ia biasa menulis progres di buku harian. Dengan ini ia bisa mengetahui apakah target harian atau pekan atau bulan, telah tercapai atau tidak tercapai.
- Hadiah dan hukuman
Kedisiplinan mengikuti aturan yang ditetapkan untuk diri sendiri, perlu ditunjang dengan reward dan punishment. Beri hadiah kepada diri sendiri ketika berhasil mencapai target, dan hukum diri sendiri ketika tidak berhasil mencapai target.
- Memiliki kehidupan yang seimbang
Trollope bekerja formal, ia masuk kerja setiap hari. Ini menjadi hal yang membuat Trollope memiliki dunia nyata. Ia bisa bersosialisasi dengan banyak orang, bisa pergi berlibur, dan lain sebagainya. Ini membuat kehidupannya seimbang.
- Bersyukur dengan pencapaian target
Trollope menikmati pencapaian target dengan kesyukuran. Ia puas apabila mampu mencapai target. Ia merayakan target menulis yang berhasil dicapai.
Demikianlah beberapa rangkaian cara menulis model Trollope. Wajar jika ia bisa menjadi penulis produktif dan sekaligus berkualitas. Bagaimana dengan Anda?
Bahan Bacaan
Bec Evans, How to Write like Anthony Trollope, the Grandfather of Tracking, https://prolifiko.com, 23 Januari 2014
James Clear, The 15-Minute Routine Anthony Trollope Used to Write 40+ Books, https://jamesclear.com
Maria Popova, Anthony Trollope’s Witty and Wise Advice on How to Be a Successful Writer, https://www.themarginalian.org, 24 April 2014
Mayo Oshin, The Daily Routine of 20 Famous Writers (and How You Can Use Them to Succeed), 15 Agustus 2017, https://medium.com/
Nicole Bianchi, How to Supercharge Your Writing Productivity: Anthony Trollope’s Strategy for Writing 45+ Books, https://nicolebianchi.com, 26 Februari 2016
Victoria Blake, Writing Tips form a Trollope! https://victoriablakewriter.wordpress.com, 3 November 2014