.
Belajar dari Para Penulis Produktif
Oleh : Cahyadi Takariawan
“You can learn how to write and pick up writing tips from creative writers such as Charles Dickens. You may not be as famous as Charles Dickens but in your own way, in your corner of the world, you can learn how to write in such a way to impact your arena of influence” –15 Minute Writer, 2012.
.
Charles Dickens adalah seorang novelis produktif asal Inggris. Ia dikenal memiliki kepedulian terhadap masyarakat miskin dan marginal. Ia mengangkat realitas ketimpangan masyarakat dalam novel, untuk menjadi kritik konstruktif bagi pemerintah Inggris.
Novel Oliver Twist , David Copperfield, dan A Christmas Carol adalah karya monumental Dickens yang disukai banyak masyarakat dunia, dan mengangkat namanya. Menulis novel bagi Dickens, adalah proses menyuarakan realitas kehidupan. Maka ia memilih gaya penulisan yang ia sebut sebagai ‘natural’.
Pada beberapa postingan sebelumnya, sudah kita bahas tips produktif dari Charles Dickens. Kali ini saya tambahkan lagi tips produktif menulis dan Dickens. Tentu saja tidak semua hal bisa ditiru. Pilih yang cocok untuk masing-masing kita, tinggalkan yang tidak bisa kita lakukan.
7 Tips Menulis Dari Dickens
“He used cliff hangers at the end of his chapters to leave his readers hanging. In those days, chapters were released one at a time and people would line up to get the next installment because they were so eager to find out what happened next” –15 Minute Writer, 2012.
Situs “15 Minute Writer” (2012) mengajak kita belajar produktif menulis dari Charles Dickens. Menurut situs tersebut, ada 7 tips menulis yang bisa dipelajari dari Dickens.
1. Kekuatan kalimat pembuka. Dickens menggunakan kalimat pembuka yang mencekam untuk menarik perhatian pembacanya. Sebagaimana diketahui, kalimat dan paragraf pembuka, menjadi sangat menentukan daya tarik bagi pembaca.
2. Akhir tulisan yang menggantung. Dickens sering menggunakan teknik ‘gantungan tebing’ di akhir babnya, untuk membuat pembaca merasa menggantung. Dickens merilis bab demi bab satu per satu. Pembaca akan menunggu untuk mendapatkan postingan bab berikutnya karena mereka sangat ingin mengetahui apa yang terjadi selanjutnya.
3. Deskripsi yang jelas. Deskripsinya mengajak pembaca untuk merasakan, melihat, mencium, dan mendengar. Cerita menjadi hidup melalui deskripsinya. Gaya showing yang detail membuat novel Dickens mudah dinikmati.
4. Karakter yang kuat. Dickens adalah ahli dalam menciptakan karakter, sehingga karakter yang diciptakan melekat dalam pikiran pembaca bahkan bisa menjadi bagian dari kehidupan pembaca.
5. Dramatis. Dickens menggunakan aksi dan dialog sedemikian rupa sehingga menarik pembaca ke dalam cerita selengkapnya. Novel-novelnya banyak dibuat film karena penguasaan teknik dramatis dalam penulisannya.
6. Menuliskan keadilan sosial. Dickens menggunakan pena untuk mengungkapkan ketimpangan realitas di tengah masyarakat. Dia mengangkat tingkat kesadaran masyarakat tentang ketidakadilan, melalui cerita-ceritanya.
7. Mengubah penderitaan pribadi untuk menginspirasi orang lain. Dickens menggunakan pengalaman hidupnya sendiri dan kesengsaraan untuk dapat membantu orang lain dalam situasi yang sama.
“Anda dapat mempelajari cara menulis dan mengambil kiat menulis dari penulis kreatif seperti Charles Dickens. Anda mungkin tidak setenar Charles Dickens tetapi dengan cara Anda sendiri, di sudut dunia Anda, Anda dapat belajar bagaimana menulis sedemikian rupa untuk memengaruhi pembaca” –15 Minute Writer, 2012.
Bagaimana dengan Anda? Selamat berkarya, selamat mengubah dunia.
Bahan Bacaan
Alex J. Coyne, 7 Bits Of Writing Advice From The Works Of Charles Dickens, https://www.writerswrite.co.za, 7 Februari 2021
Derek Murphy, 30 Writing Tips from Charles Dickens That Will Help You Have a Merry Christmas, https://www.creativindie.com
15 Minute Writer, 7 Writing Tips From A Famous Author Charles Dickens, https://www.15minutewriter.com, 7 Februari 2012