Kembali
Motivasi Menulis

Agar Selalu Produktif Menulis – 90

.

Belajar dari Para Penulis Produktif

Oleh : Cahyadi Takariawan

Jane Austen: “If visitors showed up, she would hide her papers and join in the sewing” –Mayo Oshin, 2017.

.

Menulis adalah aktivitas kreatif, yang bercorak sangat dinamis. Pada dasarnya tidak ada satu cara atau teknik untuk produktif menulis yang bisa berlaku secara umum. Setiap penulis bisa memiliki cara dan teknik yang paling cocok untuk dirinya –yang bisa berbeda dengan orang lain.

Namun kita juga menyadari, tidak semua orang berbeda secara keseluruhannya. Selalu akan ditemukan orang-orang dengan sifat dan karakter yang sama atau hampir sama. Selalu ada orang-orang dengan situasi dan kondisi yang sama atau hampir sama. Untuk itu kita bisa saling belajar.

Salah satu tips untuk bisa produktif menulis, adalah dengan banyak belajar dari para penulis produktif. Mereka sudah terbukti memiliki banyak karya, maka kita belajar kepada mereka bagaimana bisa mendapatkan produktivitas dalam menulis. Tidak semua tips cocok untuk kita, namun akan ada hal yang bisa kita ambil sebagai inspirasi.

Kita batasi wilayah pembelajaran, hanya dalam konteks proses kreatif dan produktivitas menulis. Kita tidak sedang belajar atau mengadopsi ideologi, isme, keyakinan, ataupun ajaran. Kita tengah belajar tips kreatif dan produktif menulis.

Seri # 19 – Belajar Produktif dari Jane Austen

Kali ini kita akan belajar dari Jane Austen, seorang penulis yang produktif. Siapakah jati dirinya? Mari kita simak.

Jane Austen (1775-1817) lahir dari keluarga yang terpandang. Ayahnya adalah rektor di Oxford University, ini membuat Jane memiliki akses ke perspustakaan untuk membaca banyak buku. Jane dan adiknya, Cassandra, diwajibkan banyak membaca oleh sang ayah.

Menulis adalah hal yang serius bagi Jane Austen. Bukan sekedar iseng. Ia mulai menulis pada usia 12 tahun, dan menulis novel pertama pada usia 14 tahun. Novel tersebut ialah Love and Friendship dan The History of England. Pada usia 23 tahun, Austen mulai menulis draft pertama novel Sense and Sensibility, Pride and Prejudice dan Northanger Abbey.

Jane Austen adalah novelis besar Inggris pada era abad ke-18 sampai abad ke-19. Pada saat dia masih hidup, tidak sekali pun namanya dicantumkan pada novel yang ditulis. Semua hanya menyebut ditulis oleh ‘seorang wanita’. Kini beberapa karya Austen diangkat menjadi film layar lebar.

Bangun Lebih Awal

“Austen rose early, before the other women were up, and played the piano. At 9:00 she organised the family breakfast, her one major piece of household work” –Mayo Oshin, 2017.

Kapan dan bagaimana kita bisa mendapatkan ide untuk ditulis? Sangat banyak waktu dan momentum yang memberikan ide serta inspirasi kuat untuk menghasilkan karya tulis. Kadang pada waktu-waktu yang tampak rutin, seperti saat mandi pagi dan mencuci piring. Kadang saat menyaksikan sebuah pemandangan unik.

Ide menulis bisa hadir kapan saja, pada waktu yang tidak terduga. Siapkan diri untuk menangkap kemunculan ide tersebut, agar tak hilang atau terlupakan. Sebagian penulis merasa lebih banyak mendapatkan ide pada pagi hari. Sebagian penulis merasa lebih mudah menghadirkan inspirasi malam hari. Setiap penulis bisa memiliki kebiasaan yang berbeda.

Shelley Carson dari Universitas Harvard menyatakan bahwa gangguan kecil saat bekerja, misalnya keinginan ke toilet, sebenarnya bisa menjadi hal baik bagi kreativitas. Shelley menjelaskan bahwa interupsi dan pengalihan perhatian saat bekerja merupakan ‘masa inkubasi’ yang memacu kreativitas. Gangguan saat bekerja dapat memberi jeda pada otak untuk melepaskan diri dari fokus yang berlebihan dan tidak efektif.

Woody Allen, sutradara, akor sekailgus penulis buku, sering mandi dengan shower untuk mendapatkan inspirasi. Terkadang dia berada di bawah guyuran shower hampir satu jam agar ide mengalir deras. Allen mengatakan bahwa saat berada di kamar mandi, terutama saat merasakan air hangat mengalir ke kulitnya, dia seperti meninggalkan dunia nyata dan pikirannya terbuka untuk ide-ide baru.

Gina Conroy menyatakan, “I do my best writing in the shower”, dan ia mengatakan bahwa tidak sendirian. Banyak penulis hebat yang menemukan ide menulis saat mandi pagi. Zulie Rane menyatakan, saat mandi terkadang ia menemukan ide menulis, dan menuliskannya pada cermin yang beruap.

Ini pula yang dialami oleh Jane Austen. Ia mendapatkan banyak inspirasi menulis pada pagi hari. Maka Austen selalu bangun pagi lebih awal dari semua anggota keluarganya. Ia biasa main piano terlebih dahulu setelah bangun tidur. “Austen bangun lebih awal, sebelum wanita lain bangun, dan memainkan piano,” ujar Mayo Oshin (2017).

Setelah ia main piano, ibu dan saudara perempuannya pun bangun. “Kemudian Austen duduk untuk menulis di ruang keluarga, sering kali dengan ibu dan saudara perempuannya yang menjahit dengan tenang”, ungkap Mayo Oshin.

Pada pagi hari, terdapat kesibukan dalam ketenangan pada keluarga Austen. Ia duduk untuk menulis. Sementara itu ibu dan saudara perempuannya tengah menjahit. Mereka berada dalam ruang yang sama, dan asyik dengan aktivitas masing-masing.

“Jika ada tamu, Austen akan menyembunyikan tulisannya dan bergabung untuk menjahit”, ungkap Mayo Oshin. “Pada pukul 9.00 Austen mengatur sarapan keluarga, salah satu pekerjaan rumah tangganya yang utama”, lanjutnya.

Membaca Dengan Keras

“The evening was spent reading aloud from novels, and during this time Austen would read her work-in-progress to her family” –Mayo Oshin, 2017.

Salah satu kebiasaan Austen adalah membaca novel dengan suara keras. Ia terbiasa mengucapkan bacaan novel, mungkin menjadi salah satu usaha untuk mudah mencerna, memahami dan menghayati isi novel. Ia belajar dari novel yang dibaca. Ini biasa dia lakukan pada malam hari setelah makan malam.

“Makan malam disajikan antara pukul tiga hingga pukul empat sore. Setelah itu mengobrol, bermainan kartu, dan menikmati teh”, ungkap Mayo Oshin. Ini kebiasaan rutin yang dinikmati Austen.

“Waktu malam dihabiskan dengan membaca keras-keras novel. Austen juga membacakan karya tulis yang sedang dilakukan kepada keluarganya”, lanjut Mayo Oshin.

Bahan Bacaan

Mayo Oshin, The Daily Routine of 20 Famous Writers (and How You Can Use Them to Succeed), 15 Agustus 2017, https://medium.com/

Ditulis oleh ruangkeluarga

Dipublikasikan di Ruang Menulis. Kanal kreasi naskah, literasi, dan karya tulis terpilih.