Kembali
Motivasi Menulis

Agar Selalu Produktif Menulis – 95

.

Belajar dari Para Penulis Produktif

Oleh : Cahyadi Takariawan

“We are servants to our readers. Generous givers to our community. Not because we want to receive back, but because we want to add value to their lives and genuinely help people around us” –Story Artist, 2021.

.

Leo Tolstoy (1828 – 1910) adalah novelis produktif asal Rusia. Karyanya yang terkenal antara lain War and Peace dan Anna Karenina. Lahir di Rusia pada 1828, Tolstoy menjadi terkenal ke seluruh dunia karena kepribadian serta keyakinannya yang dianggap “rumit dan paradoks”.

Salah satu yang bisa kita pelajari dari produktivitas menulis Tolstoy adalah kemampuannya untuk menjaga rutinitas menulis. Ia harus memastikan bahwa setiap hari ada tulisan yang dihasilkan, tanpa gagal. “I must write each day without fail”, ujar Leo Tolstoy.

Ada banyak pelajaran menulis yang bisa kita pelajari dari Tostoy. Tentu tidak semua tepat untuk Anda. Ambil yang sesuai, tinggalkan yang tidak sesuai.

Tolstoy : Melayani Pembaca Sebaik-baiknya

“All, everything that I understand, I understand only because I love” –Leo Tolstoy.

Setiap orang punya alasan yang berbeda, mengapa membaca suatu tulisan. Kebanyakan orang, keputusan membaca diambil apabila tulisan tersebut diyakini bisa memberikan suatu kemanfaatan.

Benar, kebanyakan orang membaca untuk mendapatkan kemanfaatan dari bacaan tersebut. Saat memahami kata ‘manfaat’, harus kita pahami bahwa aspek kemanfaatan sangatlah luas. Kemanfaatan tulisan bisa dilihat dari berbagai sisi.

Manfaat inilah yang harus kita hadirkan untuk para pembaca, yang membuat tulisan kita bermakna bagi mereka. Ingat, kita telah membuat para pembaca mengorbankan waktu, tenaga, perhatian dan paket data, untuk membaca tulisan kita. Maka pastikan, tulisan kita memberi manfaat bagi pembaca.

Di antara manfaat yang bisa diambil dari tulisan adalah menambah ilmu pengetahuan. Sebagai contoh, seseorang yang ingin merintis usaha baru, ia mencari tulisan yang memberikan ilmu pengetahuan terkait dunia usaha. Berbekal membaca tulisan tentang langkah membangun usaha baru, ia menjadi mengerti apa yang harus dilakukan. Saat membaca tulisan itu, pengetahuan orang tersebut bertambah dan semakin terbuka.

Manfaat yang bisa kita hadirkan untuk pembaca adalah motivasi atau semangat menjalani kehidupan. Sebagai contoh, seseorang yang merasa putus asa setelah berkali-kali memasukkan lamaran kerja, tidak satupun yang menerima dirinya. Ia membaca tulisan tentang seorang tokoh yang pernah mengalami kegagalan dalam kehidupannya, namun bisa bangkit dan sekarang mencapai sukses.

Tulisan tersebut sangat menginspirasi dan memotivasi. Dirinya mendapatkan suntikan semangat dalam menjalani kehidupan. Ia merasa tidak sendiri, dan meyakini masih memiliki harapan keberhasilan –suatu hari nanti.

Layani Pembaca Sepenuh Cinta

“If we learn to love them, care about how they perceive our work and how it might change their life—how it might benefit them—this is where our writing finds a true value. How is it possible? If we learn to love the readers and be of service to them” –Story Artist, 2021.

Kita memang tidak bisa menyenangkan semua pembaca. Namun kita bisa melayani pembaca sebaik-baiknya. Tolstoy melakukan hal ini dengan sepenuh cinta. Ia memberikan kemanfaatan –sebagai bentuk cinta kepada para pembaca setia.

Tolstoy melayani pembaca dengan penuh cinta. “Semua, semua yang saya mengerti, saya mengerti hanya karena saya mencintai,” ujar Tolstoy.

Pada dasarnya, ada sifat egois dalam diri setiap manusia. Kita ingin mendapatkan manfaat dari orang-orang sekitar kita, yang membuat kita bahagia, sukses, atau kaya. “Tetapi sebagai penulis, kita harus melawan sifat-sifat egois ini dan menganggap diri kita sebagai pelayan bagi pembaca kita” (Story Artist, 2021).

Tolstoy menulis dengan cermat, untuk memberikan pelayanan terbaik kepada pembaca. “Jika kita belajar untuk mencintai mereka, peduli tentang bagaimana mereka memandang pekerjaan kita dan bagaimana hal itu dapat mengubah hidup mereka—bagaimana hal itu dapat bermanfaat bagi mereka—di sinilah tulisan kita menemukan nilai yang sebenarnya” (Story Artist, 2021).

“Pada dasarnya, kita adalah pelayan bagi pembaca kita. Pemberi yang murah hati untuk komunitas kita. Bukan karena kita ingin menerima kembali, tetapi karena kita ingin menambah nilai dalam kehidupan mereka dan dengan tulus membantu orang-orang di sekitar kita” (Story Artist, 2021).

Bagaimana hal itu bisa kita lakukan? Menurut Tolstoy, jika kita belajar untuk mencintai pembaca dan melayani mereka dengan sebaik-baiknya.

Bagaimana dengan Anda? Selamat berkarya, selamat mengubah dunia.

Bahan Bacaan

Mayo Oshin, The Daily Routine of 20 Famous Writers (and How You Can Use Them to Succeed), https://medium.com, 15 Agustus 2017

Rossiyskaya Gazeta, Siapakah Sebenarnya Leo Tolstoy? https://id.rbth.com, 9 September 2015

Story Artist, 12 Habits That Made Tolstoy a Highly Profilic Author – Conquer the Writing Battle, https://storyartist.me, diakses 1 Desember 2021

Ditulis oleh ruangkeluarga

Dipublikasikan di Ruang Menulis. Kanal kreasi naskah, literasi, dan karya tulis terpilih.