Kembali
Motivasi Menulis

Agar Selalu Produktif Menulis – 98

.

Belajar dari Para Penulis Produktif

Oleh : Cahyadi Takariawan

“If you’re not mindful of your posture, your breathing, your movements and your attitude, this creative act that is so vital to your mental health (writing!) can become harmful to you. And when your body suffers, your creative flow generally slows down too” –Chris Robley, 2013

.

Leo Tolstoy (1828 – 1910) adalah novelis produktif asal Rusia. Karyanya yang terkenal antara lain War and Peace dan Anna Karenina. Lahir di Rusia pada 1828, Tolstoy menjadi terkenal ke seluruh dunia karena kepribadian serta keyakinannya yang dianggap “rumit dan paradoks”.

Salah satu yang bisa kita pelajari dari produktivitas menulis Tolstoy adalah kemampuannya untuk menjaga rutinitas menulis. Ia harus memastikan bahwa setiap hari ada tulisan yang dihasilkan, tanpa gagal. “I must write each day without fail”, ujar Leo Tolstoy.

Ada banyak pelajaran menulis yang bisa kita pelajari dari Tostoy. Tentu tidak semua tepat untuk Anda. Ambil yang sesuai, tinggalkan yang tidak sesuai.

Tolstoy : Jaga Kesehatan Tubuh Anda

“Walk for an hour every day” –Leo Tolstoy.

Menjaga kesehatan tubuh sangat penting untuk produktivitas menulis. Tolstoy sangat peduli dengan hal ini. Ia berolahraga –jalan kaki, minimal satu jam sehari. Dengan cara ini ia telah menciptakan kesegaran dan kebugaran bagi tubuh dan otaknya.

Penulis produktif, tidak boleh melalaikan olahraga. Terlalu lama duduk –atau berdiri, untuk menulis, tidak bagus untuk kesehatan tubuh Anda. Sekedar berjalan kaki selama satu jam, jika dilakukan dengan ‘sikap’ olaharaga, telah memberikan kesegaran tubuh yang memadai. Tolstoy tidak meninggalkan kebiasaan jalan kaki ini.

“Jika Anda tidak memperhatikan postur tubuh, pernapasan, gerakan dan sikap Anda, tindakan kreatif yang sangat penting untuk kesehatan mental Anda (menulis!) ini dapat menjadi berbahaya bagi Anda. Dan ketika tubuh Anda menderita, aliran kreatif Anda juga akan melambat” (Chris Robley, 2013).

Audrey Kalman (2017) memberi saran, “Step away from the desk, but don’t forget to come back”. Menurut Kalman, jika Anda telah asyik menulis di meja, harus memiliki batasan waktu, kapan harus menjauh dari meja itu. Namun akan segera kembali lagi untuk meneruskan dan menyelesaikan tulisan.

Haruki Murakami adalah novelis yang sangat peduli dengan kesehatan tubuh. “Ketika saya masuk dalam proses menulis sebuah novel, saya bangun jam empat pagi dan bekerja selama lima hingga enam jam. Pada sore hari, saya berlari sejauh sepuluh kilometer atau berenang sejauh seribu lima ratus meter –atau melakukan keduanya, kemudian saya membaca dan mendengarkan musik. Saya tidur jam sembilan malam”.

Perhatikan kebiasaan Murakami. Ia rutin berlari sepuluh kilometer atau berenang seribu lima ratus meter –atau melakukan keduanya. Ini dilakukan ketika sedang berada dalam projek penulisan novel. Dengan cara ini, kesegaran tubuh, mata dan pikiran Murakami selalu terjaga.

Anda tidak boleh memaksa diri untuk terus menulis. Tetapkan batasan waktu untuk menulis. Bahkan para penulis dunia, mereka juga membatasi diri dalam menghasilkan karya tulis. Tom Wolve misalnya, ia menulis sehari 135 kata saja. Ini demi menjaga kesehatan tubuhnya.

Ernest Hemingway menulis sehari 500 kata –padahal ia mampu menulis lebih banyak dari itu. Sarah Waters menulis sehari 1.000 kata. Jack London menulis sehari 1.500 kata. Mark Twain menulis sehari 1.800 kata. Stephen King menulis sehari 2.000 kata. Anne Rice menulis sehari 3.000 kata. Michael Crichton menulis sehari 10.000 kata.

Jika Anda menulis lebih dari satu jam dalam satu kesempatan,ambil jeda sepuluh menit untuk istirahat. Berikan kesempatan otak, jiwa dan tubuh Anda untuk istirahat. Anda bisa minum teh panas, air putih, atau fresh juice kesukaan. Anda bisa sejenak berolah raga ringan, jalan-jalan, ataupun tiduran dan rebahan.

“What can regular workout do for you? It can clear your mind, relieve stress, give your unconscious time to ponder on ideas, and keep you healthy for many years of writing to come. Daily movement is especially important for us writers as we spend hours behind our stationary desks” –Story Artist, 2021.

Mata Anda memerlukan refreshing. Otak Anda memerlukan refreshing. Tubuh Anda juga memerlukan refreshing. Saat jeda, Anda bisa melihat pepohonan, tanaman, bunga-bunga, gemercik air, dan menikmati udara segar di luar ruangan. Anda perlu menyegarkan pikiran, jiwa dan badan. Dengan demikian, akan semakin mampu menghasilkan tulisan berkualitas.

Ini semua dapat menjernihkan pikiran Anda, menghilangkan stres, memberikan waktu bawah sadar Anda untuk merenungkan ide-ide, dan membuat Anda tetap sehat selama bertahun-tahun yang akan datang guna produktif menulis. Gerakan harian sangat penting bagi penulis karena mereka menghabiskan berjam-jam di meja kerjanya.

Bagaimana dengan Anda? Selamat berkarya, selamat mengubah dunia.

Bahan Bacaan

Audrey Kalman, Five Habits to Keep Your Writing Fresh, www.diymfa.com, 25 Agustus 2017

Chris Robley, 5 Ways to Stay Physically Healthy While You Write, https://blog.bookbaby.com, 10 April 2013

James Clear, The Daily Routines of 12 Famous Writers, https://jamesclear.com

Mayo Oshin, The Daily Routine of 20 Famous Writers (and How You Can Use Them to Succeed), https://medium.com, 15 Agustus 2017

Story Artist, 12 Habits That Made Tolstoy a Highly Profilic Author – Conquer the Writing Battle, https://storyartist.me, diakses 1 Desember 2021

Ditulis oleh ruangkeluarga

Dipublikasikan di Ruang Menulis. Kanal kreasi naskah, literasi, dan karya tulis terpilih.