Kembali
Teknik Menulis

Agar Sukses Menerbitkan Tulisan (3)

.

Oleh : Cahyadi Takariawan

“What does it mean to be a successful author? To be honest, it’s different for each person” –Aigner Loren Wilson, 2021.

.

Aigner Loren Wilson, seorang bloger dan kontributor di The Writing Cooperative berbagi tips bagi Anda yang ingin sukses menerbitkan tulisan. Ia menyebutkan 7 langkah yang bisa ditempuh penulis agar bisa menjadi penulis sukses, di mana tulisannya bisa diterbitkan oleh lembaga penerbitan. Terutama untuk para penulis pemula.

Langkah pertama hingga ketiga bisa Anda simak dalam postingan pertama, sedangkan langkah keempat dan kelima  bisa Anda simak pada postingan kedua. Sekarang kita lanjutkan pada langkah berikutnya. Saya tidak sepenuhnya menggunakan penjelasan Wilson, namun saya berikan ulasan sesuai pengalaman pribadi saya sendiri.

6. Pelajari berbagai bentuk tulisan

“Learn as many forms of story as you can by reading outside your culture and researching various storytelling forms” –Aigner Loren Wilson, 2021.

Anda akan bosan ketika membaca kisah fiksi yang diawali dengan “Pada suatu hari…” Anda akan bosan jika terus menerus membaca kisah kemenangan tokoh protagonis dan kekalahan tokoh antagonis. Sebab Anda tahu dalam kehidupan nyata tak selalu begitu.

Dunia fiksi mengharuskan Anda untuk mengembangkan imajinasi sebebas-bebasnya. Jika Anda selalu terikat dengan pakem ‘keharusan’ yang kaku, maka imajinasi menjadi sangat sempit dan terbatas.

“Seringkali di kelas mendongeng dan menulis kreatif, satu-satunya bentuk cerita yang diajarkan adalah perjalanan pahlawan dan struktur tiga babak”, ujar Wilson. “Ini menyebabkan pandangan terbatas tentang apa yang sebenarnya dapat Anda lakukan sebagai penulis dengan cerita,” lanjutnya.

Demikian pula dalam dunia nonfiksi. Pada dasarnya bentuk tulisan populer sangatlah dinamis. Tidak terikat dengan sejumlah aturan yang kaku, sejak dari membuat judul, sistematika, pemilihan kosa kata, gaya bahasa dan corak pembahasan. Jika Anda menulis esai atau tulisan populer lainnya dengan gaya yang kaku, akan cepat membuat bosan pembaca.

Wilson memberikan saran yang menarik. “Pelajari sebanyak mungkin bentuk cerita dengan membaca berbagai narasi di luar budaya Anda, dan meneliti berbagai bentuk berkisah”, demikian saran Wilson.

Salah satu faktor yang menyebabkan tulisan kita monoton, stagnan dan ‘begitu-begitu saja’, adalah karena selalu berada dalam budaya yang sama. Contohnya, saya selaku warga bangsa Indonesia, hanya membaca kisah fiksi atau analisa di sekitar bangsa Indonesia, wawasan saya menjadi kurang berkembang.

Saya perlu membaca novel karya penulis asing, dari Barat ataupun Timur, untuk mengenal budaya mereka. Saya perlu membaca analisa dari para pakar di berbagai benua tentang sebuah tema. Setiap bangsa memiliki budaya yang khas, sehingga membuat perpsktif kita menjadi lebih luas.

Budaya sebuah bangsa akan memengaruhi cara dan gaya dalam menuturkan cerita. Bagaimana sebuah kisah ditulis, bagaimana sebuah konflik dihadirkan, bagaimana sebuah konflik diselesaikan –semua ini terkait dengan budaya setempat. Demikian pula, bagaimana sebuah masalah dianalisa dan dicarikan rekomendasi jalan keluar, sangat dipengaruhi oleh faktor budaya.

Jika tulisan Anda berkembang, mampu menghadirkan nuansa yang khas, maka akan memudahkan penerbit untuk menerima naskah Anda. Penerbit menemukan ‘sesuatu yang berbeda’ dari setiap tulisan Anda. Tulisan Anda tidak ‘begitu-begitu saja’.

7. Membangun jaringan dan komunitas

“Whether it be in real life or online, building and interacting within a community of writers will help you get opportunities, stay motivated, and grow as an author” –Aigner Loren Wilson, 2021.

Apa yang membuat Anda selalu bersemangat dan termotivasi menulis? Salah satunya adalah, komunitas para penulis. Jika Anda berada dalam sebuah komunitas penulis, mereka akan memberikan motivasi dan inspirasi setiap hari. Spirit menulis Anda akan terus terjaga karena berinteraksi dalam lingkungan para penulis.

“Baik dalam kehidupan nyata atau online, membangun dan berinteraksi dalam komunitas penulis akan membantu Anda mendapatkan peluang, tetap termotivasi, dan tumbuh sebagai penulis”, ungkap Wilson. Inilah urgensi berada dalam komunitas menulis.

Komunitas penulis di zaman cyber ini sangat banyak jumlahnya. Ada yang khusus fiksi, ada yang khusus nonfiksi, ada yang khusus puisi, dan berbagai pendekatan lain. Jangan khawatir dan berpikir bahwa mereka adalah pesaing Anda dalam dunia menulis. “Pemikiran seperti ini beracun”, ungkap Wilson.

“Penulis lain adalah inspirasi Anda, mereka adalah teman Anda, mitra dalam karya. Bersikap baiklah, dan Anda akan menemukan bahwa lebih banyak pintu terbuka untuk Anda”, lanjut Wilson.

Bahkan komunitas ini membuat otot-otot kreatif Anda terus bekerja. Anda dipacu untuk berkarya dan terus menghasilkan tulisan baru. Mereka juga akan mudah berbagi tips, teknik ataupun pengalaman menulis yang bisa Anda pelajari. Tak jarang komunitas penulis membuat karya bersama, misalnya dengan membuat buku antologi.

Karya dan kreasi bersama seperti ini sangat penting untuk menambah wawasan, pengetahuan dan motivasi berkarya. Bergabung bersama sebuah komunitas membuat Anda semakin percaya diri untuk mengirimkan naskah untuk diterbitkan. Keberadaan komunitas bahkan bisa meningkatkan poin diri Anda sebagai penulis yang bersungguh-sungguh.

“Anyone can be a successful writer. Don’t think the lack or gift of talent decides whether or not you’re going to be successful” –Aigner Loren Wilson, 2021.

Sebagai penutup, Aigner Loren Wilson memberikan catatan, “Siapapun bisa menjadi penulis sukses”. Untuk menjadi penulis sukses tidak ditentukan oleh bakat ataupun talenta, bahwa kesuksesan penulis sudah ada kaplingnya. Yang terjadi adalah, siapapun yang bersungguh-sungguh belajar dan bersedia berlatih dengan tekun, mereka akan menjadi penulis sukses.

Anda juga bisa. Percayalah.

Bahan Bacaan

Aigner Loren Wilson, 7 Practices Beginning Writers Can Do to Ensure Success, https://writingcooperative.com, 22 Maret 2021

Ditulis oleh Cahyadi Takariawan

Dipublikasikan di Ruang Menulis. Kanal kreasi naskah, literasi, dan karya tulis terpilih.