Kembali
Teknik Menulis

Agar Tulisan Anda Bermakna Bagi Pembaca

.

Oleh : Cahyadi Takariawan

“Powerful writing is not just focused on a goal, it leads the reader inescapably towards that goal” — Dustin Wax

*******

Setiap orang punya alasan yang berbeda, mengapa membaca suatu tulisan. Untuk diri saya, keputusan membaca saya ambil hanya apabila tulisan tersebut memberikan kemanfaatan.

Mungkin, sebagian dari Anda sama dengan saya. Membaca untuk mendapatkan kemanfaatan. Saat memahami kata ‘manfaat’, harus kita pahami bahwa aspek kemanfaatan sangatlah banyak dan sangat luas. Kemanfaatan tulisan bisa dilihat dari berbagai sisi.

Manfaat inilah yang membuat tulisan kita bermakna bagi pembaca. Ingat, kita telah membuat para pembaca mengorbankan waktu, tenaga, perhatian dan paket data, untuk membaca tulisan kita. Maka pastikan, tulisan kita memberi manfaat bagi pembaca.

Di antara manfaat yang bisa diambil dari tulisan adalah:

  • Menambah pengetahuan

Sebagai contoh, seorang pemuda ingin merintis usaha baru. Berbekal membaca tulisan tentang langkah membangun usaha baru, ia menjadi mengerti apa yang harus dilakukan. Tulisan itu menjabarkan secara rinci persiapan sebuah usaha beserta cotoh praktis. Saat membaca tulisan itu, pengetahuan pemuda tersebut langsung bertambah.

Contoh lain, seorang pemuda hendak melangsungkan pernikahan. Setelah membaca tulisan tentang pernikahan, ia menjadi mengerti hukum serta tata cara pernikahan. Dengan pengetahuan itu, ia melangsungkan pernikahan dengan lebih mantab dan yakin.

  • Menumbuhkan semangat

Sebagai contoh, seorang pemuda merasa putus asa setelah berkali-kali memasukkan lamaran kerja, tidak satupun yang menerima dirinya. Setelah membaca tulisan tentang seorang tokoh yang pernah mengalami kegagalan dalam kehidupannya, namun bisa bangkit dan sekarang mencapai sukses, ia menjadi bersemangat menjalani hidup.

Contoh lain, seorang muslim tidak mengetahui keutamaan shalat sunnah dua rakaat sebelum subuh. Setelah membaca sebuah tulisan, ia mengetahui betapa hebat keutamaan shalat sunnah tersebut. Tulisan itu membuatnya bersemangat mengerjakan shalat sunnah sebelum subuh, dan tidak pernah meninggalkannya.

  • Meneguhkan pendirian

Seorang pemuda lulusan SLTA mendapat beasiswa kuliah S1 ke Turki. Ia bimbang apakah akan mengambil kesempatan itu atau tidak. Setelah membaca tulisan tentang belajar di Turki, ia menjadi mantap memutuskan untuk mengambil peluang tersebut. Pendiriannya semakin teguh setelah membaca sebuah tulisan.

Contoh lain, sepasang suami istri tengah mengalami konflik hebat. Mereka bimbang, apakah keluarga  bisa dilanjutkan? Sempat terpikir untuk mengakhiri rumah tangga, dengan bercerai. Setelah membaca sebuah tulisan, mereka mengurungkan niat untuk bercerai. Niat untuk menjaga keutuhan keluarga semakin kuat.

  • Memberikan solusi

Seorang emak ingin memasak coto Makassar di rumah. Masalahnya, ia tidak tahu resep dan cara memasak coto. Setelah searching, ia menemukan tulisan berisi resep sekaligus cara memasak coto Makassar. Ia telah mendapat solusi dari sebuah tulisan.

Contoh lain, saya pernah menempuh perjalanan darat dengan mobil, dengan waktu tempuh delapan jam. Di tengah perjalanan, ternyata tengah ada penutupan jalan, karena longsor. Saya langsung searching, mencari alternatif rute. Ternyata ada tulisan di sebuah blog yang menceritakan pengalaman menempuh sebuah rute alternatif. Saya ikuti, dan berhasil.

  • Mengajak petualangan mengasyikkan

Selepas kerja yang melelahkan, seseorang membaca novel, cerpen atau kisah berhikmah, yang memberikan pengalaman baru dalam kehidupannya. Lelah yang mendera langsung hilang, setelah diajak melakukan petualangan yang mengasyikkan dalam sebuah novel atau kisah berhikmah.

Kisah fiksi dan fantasi mampu membuat kita berkelana dan melakukan petulangan yang kadang menegangkan, namun mengasyikkan. Daya imajinasi kita bisa berkembang semakin kuat, dengan membaca kisah petualangan dan fantasi. Rasa asyik membuat kita ingin membaca tulisan berikutnya.

  • Memberikan hiburan

Di saat mengalami kesedihan, seseorang membaca tulisan yang sangat mencerahkan. Ia mendapatkan hiburan spiritual. Ia menjadi tahu bahwa dalam setiap ujian kehidupan selalu terdapat hikmah yang sangat besar bagi kehidupan manusia. Tulisan telah membuatnya terhibur, dan hilang kesedihan.

Contoh lain, di tengah ketegangan menghadapi persoalan kehidupan, seseorang sempat membaca tulisan ringan di sebuah blog. Tulisan itu demikian lucu dan menggelitik, rasa-rasanya semua ketegangan langsung hilang. Pikirannya kembali segar setelah bisa mentertawakan diri sendiri.

  • Menjalin ikatan

Tidak semua orang membaca karena ingin tahu isinya, atau karena ingin mendapat kemanfaatan dari isi tulisannya. Sebagian orang membaca, sebagai ikatan emosional antara dirinya dengan sang penulis yang dikaguminya.

Demikian pula, keputusan membeli buku, tidak selalu karena ingin membaca isi buku. Sebagian orang membeli buku untuk menjalin ikatan emosional dengan sang penulis favorit. Maka banyak buku dibeli, namun tidak selalu dibaca. Buku tersebut memenuhi rak di rumah para fans.

Pembaca Akan Setia

Masih sangat banyak manfaat yang bisa kita hadirkan melalui tulisan. Mengetahui berbagai sisi manfaat tersebut, membuat kita bisa mengarahkan tulisan untuk bisa memberikan kemanfaatan. Saat menulis, pikirkan kemanfaatan apa yang bisa diambil oleh pembaca.

Jika pembaca merasa mencapat manfaat, mereka merasa waktu dan tenaga serta pulsa yang digunakan untuk membaca tidaklah sia-sia. Tulisan Anda telah memberikan makna bagi pembaca setia.

Pasti mereka akan bersedia membaca tulisan Anda lagi. Mereka akan menjadi pembaca setia.

Selamat berkarya.

Bahan Bacaan

Dustin Wax, 8 Qualities of Powerful Writing, www.lifehack.org

Ditulis oleh Cahyadi Takariawan

Dipublikasikan di RUANG KELUARGA. Media edukasi keluarga, parenting, dan keharmonisan rumah tangga.