Kembali
Teknik Menulis

Angka dan Fakta Selalu Menarik Perhatian Pembaca

.

Oleh : Cahyadi Takariawan

80% of readers never make it past the headline (Nathan Safran, 2013)

************

Salah satu daya tarik tulisan, adalah angka dan fakta. Ketika Anda menulis baik fiksi maupun nonfiksi, memasukkan angka dan fakta yang unik untuk dibahas, adalah tindakan tepat. Angka dan fakta adalah daya tarik bagi pembaca.

Pilihlah angka dan fakta yang unik, untuk menjadi bagian dari tulisan Anda. Terlebih lagi ketika muncul pada judul, nilai artikel Anda akan naik di mata pembaca. Studi yang dilaporkan oleh Nathan Safran (2013) menunjukkan, 80 % pembaca tidak pernah melewatkan headline.

Angka adalah sebuah daya tarik misterius. Studi yang dilaporkan oleh Nathan Safran (2013) menunjukkan, mayoritas pembaca tertarik dengan judul yang memuat angka. Studi tersebut menyodorkan lima pilihan tipe judul kepada responden, yaitu judul normatif, pertanyaan, teknik, angka dan sapaan pada pembaca (reader addressing)[i].

Hasilnya, sebanyak 36% responden memilih judul yang memuat angka, 21% memilih judul sapaan, 17% memilih tipe teknik, 15% memilih tipe normatif dan 11% memilih tipe pertanyaan. Tampak bahwa sebagian besar responden suka dengan angka.

Lebih menarik lagi, ketika studi tersebut memerinci berdasarkan jenis kelamin. Responden yang tertarik dengan judul yang memuat angka, didominasi oleh perempuan. Sebanyak 39% perempuan menyukai judul yang memuat angka, dan 32% laki-laki menyukai judul yang memuat angka.

Namun harus diperhatikan, bahwa angka harus terkait dengan fakta atau hal yang unik.  Misalnya Anda seorang guru, yang akan menulis tentang sekolah tempat Anda mengajar. Sangat tidak menarik, apabila Anda hanya menyajikan angka berupa data statistik siswa.

Contoh, angka yang bercorak normatif misalnya pada judul “SD Negeri Kembaran 2 Menyambut 90 Murid Baru”. Judul berita seperti ini sangat normatif, meskipun menggunakan angka. Tidak menimbulkan daya tarik bagi pembaca.

Agar menimbulkan daya tarik yang lebih, carilah data dan fakta yang unik. Misalnya, “Pendaftar SDN Kembaran 2 Mengalami Kenaikan 100 %”. Judul “Mengalami Kenaikan 100 %” adalah angka dan fakta yang unik dan menarik.

Contoh lain, Anda seorang dosen dan ingin menulis tentang kampus tempat Anda mengajar. Sangat tidak menarik jika Anda mengungkap data normatif, seperti “Universitas Muhammadiyah Buton Mewisuda 200 Sarjana Baru”. Wisuda adalah hal rutin, maka judul tulisan tersebut tidak memberi energi bagi pembaca, meskipun menggunakan angka.

Agar menjadi tulisan yang menarik, Anda bisa mencari data dan fakta unik yang ada pada wisuda tersebut. Misalnya, “Kakek 85 Tahun Berhasil Menjadi Sarjana Sastra”. Faktanya, La Ode Muhammad Sidik (85 tahun) asal Baubau, Sulawesi Tenggara, diwisuda sebagai Sarjana Sastra di Universitas Muhammadiyah Buton (UMB).

Angka 85 pada judul di atas, menjadi menarik, karena menunjuk pada fakta unik. Seorang kakek 85 tahun diwisuda sarjana, adalah fakta unik dan menarik. Biasanya, yang diwisuda adalah pemuda usia 23 atau 24 tahun.

Jangan pernah menyepelekan judul. Studi menunjukkan, “Traffic can vary by as much as 500% based on the headline” (Nathan Safran, 2013). Pengunjung blog Anda bisa meningkat drastis, karena ketertarikan pembaca dengan judul tulisan.

Bahan Bacaan

Nathan Safran, 5 Data Insights into the Headlines Readers Click, https://moz.com, 17 Juli 2013

Nur Intan, Jadi Wisudawan Tertua, Kakek 85 Tahun Ini Raih Gelar Sarjana Sastra Indonesia, Panrita News, 20 November 2019

.

Catatan Kaki


[i] Lima tipe judul yang diajukan kepada responden adalah sebagai berikut:

Normatif : Menyeduh Teh yang Benar

Pertanyaan : Mengapa Harus Menyeduh Teh Dengan Benar?

Teknik / How To : Bagaimana Cara Menyeduh Teh yang Benar?

Angka : 5 Cara Menyeduh Teh yang Benar

Sapaan : Tips untuk Kamu yang Suka Menyeduh Teh

Ditulis oleh Cahyadi Takariawan

Dipublikasikan di RUANG KELUARGA. Media edukasi keluarga, parenting, dan keharmonisan rumah tangga.

Teknik Menulis

Angka dan Fakta Selalu Menarik Perhatian Pembaca

.

Oleh : Cahyadi Takariawan

80% of readers never make it past the headline (Nathan Safran, 2013)

************

Salah satu daya tarik tulisan, adalah angka dan fakta. Ketika Anda menulis baik fiksi maupun nonfiksi, memasukkan angka dan fakta yang unik untuk dibahas, adalah tindakan tepat. Angka dan fakta adalah daya tarik bagi pembaca.

Pilihlah angka dan fakta yang unik, untuk menjadi bagian dari tulisan Anda. Terlebih lagi ketika muncul pada judul, nilai artikel Anda akan naik di mata pembaca. Studi yang dilaporkan oleh Nathan Safran (2013) menunjukkan, 80 % pembaca tidak pernah melewatkan headline.

Angka adalah sebuah daya tarik misterius. Studi yang dilaporkan oleh Nathan Safran (2013) menunjukkan, mayoritas pembaca tertarik dengan judul yang memuat angka. Studi tersebut menyodorkan lima pilihan tipe judul kepada responden, yaitu judul normatif, pertanyaan, teknik, angka dan sapaan pada pembaca (reader addressing)[i].

Hasilnya, sebanyak 36% responden memilih judul yang memuat angka, 21% memilih judul sapaan, 17% memilih tipe teknik, 15% memilih tipe normatif dan 11% memilih tipe pertanyaan. Tampak bahwa sebagian besar responden suka dengan angka.

Lebih menarik lagi, ketika studi tersebut memerinci berdasarkan jenis kelamin. Responden yang tertarik dengan judul yang memuat angka, didominasi oleh perempuan. Sebanyak 39% perempuan menyukai judul yang memuat angka, dan 32% laki-laki menyukai judul yang memuat angka.

Namun harus diperhatikan, bahwa angka harus terkait dengan fakta atau hal yang unik.  Misalnya Anda seorang guru, yang akan menulis tentang sekolah tempat Anda mengajar. Sangat tidak menarik, apabila Anda hanya menyajikan angka berupa data statistik siswa.

Contoh, angka yang bercorak normatif misalnya pada judul “SD Negeri Kembaran 2 Menyambut 90 Murid Baru”. Judul berita seperti ini sangat normatif, meskipun menggunakan angka. Tidak menimbulkan daya tarik bagi pembaca.

Agar menimbulkan daya tarik yang lebih, carilah data dan fakta yang unik. Misalnya, “Pendaftar SDN Kembaran 2 Mengalami Kenaikan 100 %”. Judul “Mengalami Kenaikan 100 %” adalah angka dan fakta yang unik dan menarik.

Contoh lain, Anda seorang dosen dan ingin menulis tentang kampus tempat Anda mengajar. Sangat tidak menarik jika Anda mengungkap data normatif, seperti “Universitas Muhammadiyah Buton Mewisuda 200 Sarjana Baru”. Wisuda adalah hal rutin, maka judul tulisan tersebut tidak memberi energi bagi pembaca, meskipun menggunakan angka.

Agar menjadi tulisan yang menarik, Anda bisa mencari data dan fakta unik yang ada pada wisuda tersebut. Misalnya, “Kakek 85 Tahun Berhasil Menjadi Sarjana Sastra”. Faktanya, La Ode Muhammad Sidik (85 tahun) asal Baubau, Sulawesi Tenggara, diwisuda sebagai Sarjana Sastra di Universitas Muhammadiyah Buton (UMB).

Angka 85 pada judul di atas, menjadi menarik, karena menunjuk pada fakta unik. Seorang kakek 85 tahun diwisuda sarjana, adalah fakta unik dan menarik. Biasanya, yang diwisuda adalah pemuda usia 23 atau 24 tahun.

Jangan pernah menyepelekan judul. Studi menunjukkan, “Traffic can vary by as much as 500% based on the headline” (Nathan Safran, 2013). Pengunjung blog Anda bisa meningkat drastis, karena ketertarikan pembaca dengan judul tulisan.

Bahan Bacaan

Nathan Safran, 5 Data Insights into the Headlines Readers Click, https://moz.com, 17 Juli 2013

Nur Intan, Jadi Wisudawan Tertua, Kakek 85 Tahun Ini Raih Gelar Sarjana Sastra Indonesia, Panrita News, 20 November 2019

.

Catatan Kaki


[i] Lima tipe judul yang diajukan kepada responden adalah sebagai berikut:

Normatif : Menyeduh Teh yang Benar

Pertanyaan : Mengapa Harus Menyeduh Teh Dengan Benar?

Teknik / How To : Bagaimana Cara Menyeduh Teh yang Benar?

Angka : 5 Cara Menyeduh Teh yang Benar

Sapaan : Tips untuk Kamu yang Suka Menyeduh Teh

Ditulis oleh Cahyadi Takariawan

Dipublikasikan di RUANG KELUARGA. Media edukasi keluarga, parenting, dan keharmonisan rumah tangga.