Antara Zakat, Infak dan Sedekah

Antara Zakat, Infak dan Sedekah

Antara Zakat Infak dan Sedekah

@ummurochimah

 

Pernahkah kita bertanya tentang apa perbedaan zakat, infak, dan sedekah? Mengapa ditulisnya berbeda-beda? Padahal secara umum sama-sama aktifitas mengeluarkan sejumlah harta. Lantas apa yang membedakan ketiga istilah tersebut?

Mari kita bahas satu persatu.

Zakat di tinjau dari segi bahasa bermakna berkah, tumbuh, bersih, baik, suci dan terpuji atau bertambah dan tumbuh.

Dari segi istilah fikih, zakat berarti, “Sejumlah harta tertentu yang diwajibkan Allah untuk dikeluarkan dan diserahkan kepada yang berhak.” 

Jumlah (harta) yang dikeluarkan itu disebut zakat karena ia menambah banyak, membuat lebih baik, dan melindungi harta dari kebinasaan.

Ibnu Taimiyah mengatakan, “Jiwa orang yang berzakat itu menjadi bersih dan kekayaannya pun akan bersih pula, bersih dan bertambah maknanya.”

Firman Allah dalam Quran surat At Taubah ayat 103, “Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dengannya.”

Zakat juga akan menciptakan pertumbuhan bagi orang-orang yang tidak mampu.

Kata zakat tidak mempunyai asal-usul kebahasaan, hanya dikenal melalui agama.” (Daud Zahiri dalam Fiqhuz Zakat, Yusuf Qardhawi)

Kata zakat dalam Al Quran disebut sebanyak tiga puluh kali, dua puluh tujuh kali disebutkan dalam satu ayat bersanding dengan kata shalat. Hanya satu kali disebutkan dalam konteks yang sama dengan shalat namun tidak dalam satu ayat, yaitu dalam surat Al Mu’minun : 2 dan 4.

Zakat merupakan kewajiban yang masuk ke dalam rukun keempat dari rukun Islam. Seseorang yang memiliki harta, dan hitungan hartanya telah mencapai nisab serta haul, maka hukumnya wajib membayar zakat.

Infak berasal dari kata anfaqa-yunfuqu yang memiliki arti membelanjakan atau membiayai hal-hal yang berkaitan dengan usaha mewujudkan perintah-perintah Allah.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia kata infak didefinisikan sebagai pemberian atau sumbangan harta dan sebagainya selain zakat wajib untuk kebaikan; sedekah; nafkah

Secara istilah, infak memiliki arti yakni mengeluarkan sebagian harta atau penghasilan yang kita miliki untuk menjalankan kepentingan yang diperintahkan dalam ajaran Islam.

Posisi infak berbeda dengan zakat wajib. Infak tidak mengenal nisab atau jumlah harta yang dimiliki oleh seorang muslim. Tidak ada kewajiban dalam infak untuk disalurkan kepada mustahiq, infak dapat diberikan kepada anak, keluarga, sanak saudara, tetangga, dan lain sebagainya. Karena tidak memiliki hukum wajib mencapai nisab, maka infak dapat dilakukan oleh siapapun dan bagaimanapun kondisinya. Infak merupakan harta yang dikeluarkan dengan tujuan untuk menjalankan ajaran agama Islam.

Sedekah berasal dari kata shadaqa, yang artinya ‘benar’. Secara istilah, sedekah adalah pemberian yang dilakukan seorang muslim kepada seorang muslim secara ikhlas dan sukarela, tak terbatas waktu dan jumlah tertentu. Sedekah memiliki jangkauan yang lebih luas daripada zakat dan infak. Sedekah dapat berupa bentuk materi dan juga non materi. Seperti, senyum adalah sedekah dan merupakan sedekah non materi. Sehingga siapapun bisa melaksanakan ibadah sedekah, walaupun tidak memiliki harta sepeser pun.

Imam Mawardi dalam buku Hukum Zakat Yusuf Qardawi menyebutkan bahwa, “Sedekah itu adalah zakat dan zakat itu adalah sedekah.” Beberapa ayat Al Quran yang berbicara tentang zakat, tapi diungkapkan dengan istilah shadaqah, seperti ayat :

خُذْ مِنْ أَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً…

Pungutlah sedekah (zakat) dari kekayaan mereka …” (QS. At Taubah : 103)

Atau di ayat lain :

إِنَّمَا الصَّدَقَاتُ لِلْفُقَرَاءِ وَالْمَسَاكِينِ وَالْعَامِلِينَ عَلَيْهَا وَالْمُؤَلَّفَةِ قُلُوبُهُمْ وَفِي الرِّقَابِ وَالْغَارِمِينَ وَفِي سَبِيلِ اللَّهِ وَابْنِ السَّبِيلِ

Sesungguhnya sedekah (zakat-zakat) itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para mu’allaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan untuk mereka yang sedang dalam perjalanan,” (QS. At Taubah : 60)

Ayat-ayat tersebut berbicara mengenai zakat dengan menggunakan istilah shadaqah. Sehingga makna zakat dan sedekah menjadi setara secara nilai.  Hanya dalam amaliyah dan aturannya yang berbeda. Sedekah bermakna lebih luas dari zakat dan infak. Sedekah tidak ada aturan nishabnya, dapat dilakukan oleh siapa saja sekali pun ia tidak memiliki harta. Dan sedekah adalah bukti “kebenaran” iman dan “membenarkan” adanya hari kiamat.

Sabda Rasulullah saw :

الصَّدَ قَةُبُرْهَانٌ

Sedekah itu adalah bukti”

Wallahu’alam

 

16 Ramadhan 1442 H

 

#ramadhanmenulis

#menuliskebaikan

#30daywriting

Ummu Rochimah

Tinggalkan Balasan