Kembali
Kapita Selekta

Apa Sumber Bahagiamu?

.

Oleh : Ummu Rochimah

Tiga bulan sudah saya menjalani kegiatan pejuang wakaf, mengkoleksi dana wakaf buku untuk anak-anak di seluruh penjuru negeri. Sungguh merupakan pengalaman yang luar biasa. Merefresh kembali arti makna hidup.

Seperti terlontar ke suatu rasa yang mengingatkan kembali untuk apa sejatinya kita diciptakan, untuk apa kita ditempatkan di muka bumi.

Bersama-sama dengan para pejuang wakaf lainnya, bergandengan tangan saling mengingatkan, saling menguatkan, saling mendukung, saling berbagi ilmu. Semua dilakukan untuk sebuah tujuan mendapatkan rahmat Allah berupa keberkahan hidup, baik untuk diri sendiri, keluarga, masyarkat bahkan keberkahan untuk negeri.

Respon atas ajakan kebaikan yang begitu positif dari berbagai kalangan sangat membahagiakan hati laksana obat bagi jiwa. Luahan rasa kebahagiaan yanag tak bisa ditolak, menjadikan aktifitas ini seolah tak bisa dihentikan.

Sungguh benar adanya bahwa salah satu resep kebahagiaan adalah berbagi, bersedekah.

Martin Seligman, seorang tokoh yang bergelut dalam psikologi positif menyatakan ada tiga level kebahagiaan pada manusia.

Level yang terendah yaitu : pleasant life atau kehidupan yang nyaman

Level kedua adalah : good life, kehidupan yang baik

Level tertinggi yaitu : meaningful life atau kehidupan yang bermakna.

Siapa yang tidak mendambakan kebahagiaan dalam hidup?

Sebagai manusia tentunya kita mendambakan kebahagiaan secara utuh dalam hidup. Tidak bisa dipungkiri kebahagiaan adalah faktor penting dalam kehidupan manusia. Namun, apakah kita tahu betul apa itu kebahagiaan?

Kebahagiaan dapat ditandai dengan adanya kondisi psikologis yang positif didukung dengan tingkat emosi positif yang tinggi dan tingkat emosi negatif yang rendah.

Banyak cara dilakukan oleh manusia untuk mencapai sebuah kebahagiaan. Namun, kebahagiaan juga bisa bersifat sementara, artinya kebahagiaan tersebut tidak benar-benar membuat bahagia atau kebahagiaan tersebut hanya berlangsung dalam jangka waktu tertentu. Hal itu membuat kita melakukan upaya apapun untuk mencari kebahagiaan yang sebenarnya.

Siapa yang ingin bahagia? Boleh ikut saya.

Ditulis oleh Ummu Rochimah

Dipublikasikan di RUANG KELUARGA. Media edukasi keluarga, parenting, dan keharmonisan rumah tangga.