Kembali
Teknik Menulis

Apakah Membuat Tulisan Harus Dimulai Dengan Outline?

.

Oleh : Cahyadi Takariawan

.

Seorang peserta Kelas Menulis Online (KMO) Basic bertanya kepada saya, “Apakah setiap menulis, harus selalu diawali dengan membuat outline?” Untuk menjawab pertanyaan tersebut, harus dimulai dengan memahami terlebih dahulu, apa kegunaan outline atau kerangka tulisan.

Secara umum, fungsi outline adalah untuk menjadi panduan agar proses menulis bisa sistematis dan tidak kehilangan arah. Selain itu, outline juga berfungsi sebagai batasan, agar tulisan tidak melebar kemana-mana. Hal ini sering terjadi pada para penulis yang memiliki banyak informasi atau banyak keinginan. Kecenderungannya tulisan menjadi melebar dan tidak fokus.

Outline juga berfungsi untuk menjadi pengingat, bahwa pesan-pesan penting atau pokok bahasan penting yang hendak disampaikan melalui tulisan, tidak terlewatkan. Semua pesan penting dipastikan telah tertulis, dengan dipandu oleh outline.

Selanjutnya, pertimbangan membuat outline atau tidak sebelum menulis ditentukan oleh beberapa hal sebagai berikut.

  • Jenis tulisan

Pertanyaan penting pertama adalah, Anda akan membuat tulisan jenis apa? Ini akan menjadi pertimbangan seberapa penting outline untuk dibuat sebelum menulis. Bagi para penyair, mereka menulis puisi tidak perlu menggunakan outline. Penyair membuat puisi atau syair lagu, dengan intuisi dan imajinasi. Tak perlu dibuat kerangka, karena justru menjadikannya kaku dan kehilangan nilai seni.

Namun jika ingin menulis novel, bagaimana bisa menjaga ritme dan alur cerita, jika tidak menyusun outline? Meski demikian, membuat novel ataupun cerita bersambung tetap bisa dilakukan tanpa harus membuat outline. Penulis serial Api di Bukit Menoreh, SH. Mintardja menulis buku ratusan jilid, tanpa membuat outline.

  • Panjang tulisan

Jika Anda akan membuat novel, memerlukan sekitar 40.000 kata. Bahkan ada novel yang di atas 200.000 kata. Ini artinya tulisan yang sangat panjang. Tanpa outline, akan mudah kehilangan arah atau bahkan berubah arah. Di tengah perjalanan menulis, bisa mengalami bias dan bingung arah.

Jika Anda membuat artikel untuk koran, kisarannya 1000 kata. Untuk blog atau web, sekitar 500 kata. Ini adalah artikel pendek. Menulis artikel pada kisaran maksimal 1.000 kata, masih mudah menjaga alur meskipun tidak menggunakan kerangka. Bahan bentuk outline bisa gambaran di dalam pikiran penulis saja, tanpa harus dituliskan.

  • Durasi waktu menulis

Menulis dalam projek, misalnya menulis novel sebanyak 40.000 kata, bisa memerlukan waktu berbulan bulan. Jika sampai 200.000 kata, bisa bertahun tahun menulisnya. Tanpa outline, pasti kebingungan di tengah jalan. Akan sangat sulit mengurai kebingungan jika tidak diawali dengan membuat outline.

Namun jika menulis yang waktunya singkat, hanya satu sampai dua jam, maka outline tidak terlalu urgen. Misalnya membuat naskah untuk cerpen, dengan panjang 3.000 – 5.000 kata, bisa selesai dalam sekali duduk. Atau membuat artikel untuk koran, dengan panjang 1.000 kata, tentu lebih mudah dan lebih cepat dibandingkan dengan membuat novel.

Apalagi jika hanya membuat tulisan untuk blog yang hanya 500 kata, bisa sekali duduk selesai menulisnya. Untuk contoh tulisan pendek ini, outline tidak harus tertulis. Bahkan tanpa outline sekalipun, masih mudah menuliskannya.

  • Kebiasaan masing-masing penulis

Setiap penulis memiliki kondisi dan kebiasaan yang berbeda-beda. Ada yang memerlukan panduan berupa outline, ada yang mengalir tanpa outline. Ini menyangkut kebiasaan dan selera setiap penulis yang berbeda-beda. Masing-masing punya gaya, masing-masing punya ciri khas, yang membedakan satu dengan yang lain.

Seorang petualang, bisa berjalan jauh di alam bebas tanpa tersesat, dengan mengandalkan intuisi dan pengenalan atas tanda-tanda alam. Sementara itu orang modern berjalan di dalam kota tanpa GPS, banyak tersesat. Ini terkait kebiasaan yang sudah melekat pada diri setiap orang. Demikian pula dalam proses menulis.

Dengan outline atau tanpa outline, tidak masalah. Yang penting Anda tetap manulis. Yang menjadi masalah besar adalah ketika Anda meributkan soal outline, namun tidak pernah menulis.

Ditulis oleh Cahyadi Takariawan

Dipublikasikan di Ruang Menulis. Kanal kreasi naskah, literasi, dan karya tulis terpilih.