Kembali
Teknik Menulis

Bagaimana Membuat Tulisan yang Menarik?

.

Oleh : Cahyadi Takariawan

“Bagaimana membuat tulisan agar menarik?” Pertanyaan seperti ini selalu muncul di setiap batch Kelas Menulis Online (KMO) Alineaku, dan kelas-kelas menulis online lain yang  saya asuh.

Para peserta yang tengah belajar menulis, sangat ingin tulisan mereka menjadi menarik dan enak dibaca. Ini adalah keinginan yang sangat wajar. Untuk itulah mereka ingin belajar dan mengikuti kelas-kelas menulis.

Untuk menjawab pertanyaan itu tentu saja tidak mudah. Namun saya coba mengajak Anda untuk mengurutkan logika penulisan, agar Anda mampu menemukan jawabannya sendiri.

Semua pembahasan di bawah ini, saya gunakan dalam perspektif belajar menulis. Bukan dalam konteks menulis sebagai sebuah kewajiban. Dalam perspektif belajar, maka Anda memiliki kebebasan yang sangat luas.

  • Pilih Tema yang Anda Sukai

Pilih tema yang hendak Anda tulis. Ada sangat banyak topik atau tema yang bisa ditulis. Semua berbentuk pilihan bebas. Anda boleh menulis tema apapun.

Pilihlah tema yang Anda sukai, ini akan membuat Anda lebih mudah untuk memilih kata dan membentuk kalimat yang menarik. Rasa suka terhadap sesuatu, membantu Anda menuliskannya dalam gaya bahasa terbaik.

Jika Anda sedang membicarakan sesuatu yang Anda sukai, pasti Anda sangat antusias. Berbeda dengan ketika Anda menceritakan sesuatu yang tidak Anda sukai. Nah, antusiasme Anda itu, sudah menjadi daya tarik dalam tulisan.

  • Pilih Jenis Tulisan yang Anda Sukai

Setelah Anda memiliki tema, pilih terlebih dahulu jenis tulisan yang ingin Anda ciptakan. Anda boleh memilih fiksi ataupun nonfiksi. Jika memilih fiksi, masih ada beberapa pilihan. Demikian pula jika memilih nonfiksi, ada banyak ragam tulisan.

Pilihan itu, sebaiknya Anda sesuaikan dengan passion Anda. Jika Anda lebih suka fiksi, silakan tulis fiksi. Jika Anda lebih suka nonfiksi, silakan tulis nonfiksi. Jika Anda menyukai sesuatu, tentu akan lebih mudah bagi Anda untuk menghadirkan tulisan yang menarik.

Rasa suka Anda akan mengalir melalui pilihan kata dan kalimat yang Anda tulis. Dengan rasa suka itu, Anda lebih leluasa dalam mengekspresikan pesan melalui tulisan.

  • Tentukan Segmen Pembaca

Ingat, tidak ada tulisan yang menarik untuk semua orang. Menarik selalu segmented. Tulisan yang menarik untuk anak-anak balita, tidak menarik untuk anak remaja. Tulisan yang sangat seru untuk remaja, tidak diminati orang tua, dan begitu seterusnya.

Menentukan segmen adalah kunci penting untuk melahirkan tulisan yang menarik. Tentukan segmen pembaca yang Anda inginkan. Pertanyaan pentingnya adalah, siapa yang Anda harapkan membaca tulisan Anda nanti?

Apakah anak-anak balita, atau remaja, atau dewasa, atau khusus mahasiswa, khusus ibu-ibu muda, atau khusus para guru? Masih sangat banyak segmen yang bisa diperinci spesifikasinya. Ini menjadi sangat penting untuk dipilih dari awal.

  • Pahami Karakteristik Segmen

Setelah Anda memilih segmen pembaca, pahami dengan detail karakteristik mereka. Apa yang paling tren pada mereka saat ini, apa yang paling dicari oleh mereka saat ini, apa bahasa gaul mereka, dan sebagainya. Ini pentingnya menentukan segmen pembaca.

Saya ambil contoh, segmen remaja umum.  Saat ini remaja pada umumnya suka aplikasi TikTok dan Snack Video. Mereka juga penyuka youtube, baik unggah maupun unduh. Mereka juga suka instagram.

Secara umum remaja terpengaruh gaya kehidupan serba cepat yang diajarkan oleh gadget, yaitu scroll dan swip. Maka mereka mengerti sangat banyak hal, namun tidak mendalam. Perhatian mereka juga tidak bisa lama, hanya beberpa detik sampai beberapa menit saja untuk setiap konten.

Dengan demikian, menulis untuk remaja, harus dengan bahasa simpel, tulisan ringkas, dan tidak bertele-tele. Mereka bahkan suka dengan model infografis, sehingga langsung mengerti intinya. Nah, artinya Anda harus mampu menyesuaikan diri dengan karakteristik ini.

  • Gunakan Gaya Bahasa yang Sesuai

Leh uga, bosque. Monmmap gw lagi mager. Loe garing bingits. Begitulah gaya bahasa remaja 2019 – 2020. Saat Anda membaca tulisan saya ini di tahun 2022, maka gaya ini sudah berubah. Mereka sangat cepat berubah, terpengaruh oleh teknologi yang sedang tren.

Ketika Anda menulis untuk segmen yang spesifik, misalnya para guru, tentu tidak bisa menggunakan gaya komunikasi alay tersebut. Anda harus menggunakan gaya bahasa formal, sebagaimana tugas yang biasa mereka hadapi. Para guru ada kewajiban menulis artikel ilmiah populer, penelitian tindakan kelas, dan tugas formal lainnya.

Ketika segmen Anda adalah ibu-ibu usia produktif, rata-rata mereka adalah pengguna facebook dan instagram. Mereka juga suka belanja online, berbusana stylish termasuk dalam hijab. Maka gunakan bahasa ala ibu-ibu, sapa mereka dengan kebiasaan komunikasi di antara mereka yang ramai dan meriah.

  • Sentuh Sisi Emosinya

Bagaimana cara menyentuh sisi emosi pembaca? Ini bisa dimulai sejak dari proses menulis. Saat Anda menulis, bayangkan Anda sedang duduk bersama mereka, segmen pembaca Anda itu. Seakan Anda sedang mengobrol santai dengan mereka.

Misalnya, jika Anda memilih segmen remaja, bayangkan Anda sedang duduk kongkow dengan mereka di sebuah kafe. Lalu Anda mulai mengobrol, bercerita, bercanda, berdiskusi seru dengan mereka. Namun tetap dalam suasana santai.

Nah, dengan cara membayangkan seperti itu, Anda sudah masuk dalam kebersamaan dengan suasana mereka. Tulis pesan untuk mereka, seakan Anda sedang bersama mereka. Anda sapa mereka satu per satu, melalui tulisan. Tanyakan kabarnya, tanyakan cita-citanya. Anak remaja suka didengarkan omongannya.

Pada dasarnya semua orang suka apabila disapa, sesuai dengan posisi dirinya. Ini adalah salah satu cara menyentuh sisi emosi pembaca. Untuk segmen ibu-ibu, senang disapa dengan model storytelling. Kisah singkat namun mengena.

Itu sebabnya, banyak iklan yang menggunakan model storytelling, yang menyentuh langsung ke emosi konsumen. Ini cara efktif mengajak orang untuk melakukan sesuatu tanpa banyak berpikir, karena telah tersentuh sisi emosi terdalam.

Ditulis oleh Cahyadi Takariawan

Dipublikasikan di Ruang Menulis. Kanal kreasi naskah, literasi, dan karya tulis terpilih.