Kembali
Habit Menulis

Belajar Writing Sprint Dari Chris Fox (1)

.

Oleh : Cahyadi Takariawan

“Writing fast is important because if you want to reach a level of expertise where you can turn out a well-crafted novel that people want to read, you’ll have to write multiple drafts” –Chris Fox.

.

Jika Anda sudah mulai lancar menggunakan model “8-menit menulis” yang dikemukakan oleh Monice Leonelle, sebaiknya Anda meng-upgrade diri untuk meningkatkan kecepatan menulis. Apakah kecepatan menulis merupakan hal yang penting?

Menjawab pertanyaan ini, Chris Fox menyatakan, “Menulis cepat itu penting karena jika ingin mencapai tingkat keahlian di mana Anda bisa menghasilkan novel yang dibuat dengan baik yang ingin dibaca orang, Anda harus menulis banyak draf”.

Terkadang draf sebuah cerita, tidak Anda gunakan dan harus menulis draf baru lagi. Anda akan memilih draf tulisan yang paling baik yang berhasil Anda ciptakan. Bisa jadi, sebuah cerita baru tersusun dengan memuaskan saat Anda menuliskan 3 atau 4 draf cerita.

“Jika Anda menulis buku sebanyak 100.000 kata, semakin cepat Anda menuliskan kata-kata itu, semakin cepat Anda memiliki draf yang lengkap”, ungkap Chris Fox, penulis buku 5,000 Words Per Hour. Dengan demikian, berarti buku Anda akan lebih cepat terbit dan menghasilkan produktivitas yang Anda harapkan.

Masalahnya, berapa lama Anda menyelesaikan buku setebal 100.000 kata? “Jika Anda memerlukan waktu tiga tahun untuk menulis 100.000 kata tersebut, itu berarti lambat. Namun jika Anda bisa menyelesaikan 100.000 kata tersebut dalam 30 hari, perkembangan Anda meningkat”, lanjut Fox.

“Writing Sprint” Model Chris Fox

“Most authors write slowly, producing only one novel every few years” –Chris Fox.

Pada awalnya, Chris Fox adalah seorang software engineer  di sebuah startup. Fox sangat ingin menulis novel namun ia hanya memiliki waktu kosong satu jam saja dalam sehari, yaitu ketika naik bus dalam perjalanan ke kantor. Akhirnya, Fox terobsesi mencari cara untuk bisa menulis cepat selama satu jam tersebut.

Fox meyakini, semakin cepat seseorang menulis, semakin cepat pula bukunya terbit. Jika tujuannya adalah profit, maka semakin banyak juga uang yang terkumpul dari buku-buku yang dihasilkan. Dengan berbagai upaya, akhirnya Chris Fox berhasil menemukan cara menulis cepat yang ia sebut sebagai “Writing Sprint”.

Istilah sprint mengingatkan kita kepada perlombaan lari dalam cabang olahraga atletik. Lari jarak pendek atau sprint merupakan perlombaan lari di mana atlet yang mengikuti lomba harus harus berlari secepat mungkin. Lari jarak pendek menuntut para atlet untuk mengerahkan kemampuan maksimalnya dalam berlari.

Jarak yang ditempuh dalam sprint memang tidak begitu jauh, yaitu 100 meter, 200 meter dan 400 meter. Untuk itu mereka harus berlari secepat mungkin untuk mencapai garis finish. Berbeda dengan lari jarak jauh di mana mereka harus mampu mengatur ritme lari agar tidak kehabisan energi, sprint harus mengerahkan tenaga ‘habis-habisan’ pada jarak yang cukup pendek.

Dalam lomba lari jarak jauh atau maraton, para atlet  lebih mengutamakan daya tahan atau ketahanan tubuh, stamina yang bagus, selain kecepatan dalam berlari. Sebab, lari jarak jauh berjarak 26 mil 385 yard atau 42,195 km. Jarak yang sangat jauh dibandingkan dengan sprint.

Fox yang hanya memiliki waktu satu jam setiap hari, harus mampu menggunakan dengan efektif dan efisien. Menulis harus dilakukan dengan cepat agar dalam waktu yang terbatas, mampu menghasilkan banyak produktivitas tulisan. Waktu satu jam tersebut didapatkan dalam perjalanan menggunakan bus menuju kantor tempat bekerja.

Dari sinilah “writing sprint” mulai diciptakan. Nyatanya, Fox berhasil. Setelah menemukan formula ini, Fox mampu menerbitkan tiga novel dalam waktu sembilan bulan. Bahkan buku ketiga ditulis hanya dalam waktu 13 hari saja.

Rutin Berlatih Setiap Hari

“A baker improves their craft by baking for eight hours a day. As they work, they get faster and better at turning out cakes. If you spend 30 minutes per week baking cookies, you’ll improve eventually. But you’ll get to that level of mastery faster by baking for several hours each day” –Chris Fox.

Fokus pada satuan waktu yang pendek, memungkinkan seseorang menulis dengan lebih cepat dan menghasilkan lebih banyak kata. Chris Fox memberikan ilustrasi tentang pemanggang roti. Menurutnya, seorang tukang roti akan mampu meningkatkan keahlian mereka apabila memanggang selama delapan jam sehari.

“Saat bekerja rutin setiap hari, mereka menjadi lebih cepat dan lebih baik dalam membuat kue. Jika Anda menghabiskan 30 menit per minggu memanggang kue, kemampuan Anda akan meningkat pada akhirnya. Tetapi Anda akan mencapai tingkat penguasaan yang lebih cepat dengan memanggang selama beberapa jam setiap harinya”, ungkap Fox.

Demikian pula dalam proses menulis. Jika Anda berlatih menulis 1 jam setiap bulan, perkembangan Anda akan sangat lambat. Bahkan mungkin tidak terasa. Jika Anda berlatih menulis 1 jam setiap pekan, perkembangan mulai Anda rasakan. Namun jika Anda berlatih menulis 1 jam setiap hari, perkembangan cepat Anda rasakan.

Inilah kunci keberhasilan menggunakan waktu untuk writing sprint. Menulislah setiap hari dalam satuan waktu yang Anda batasi sendiri.

Bahan Bacaan

Chris Fox, 5000 Words Per Hour, https://chris-fox-writes.ck.page

Thomas Umstattd Jr, How to Write 5000 Words an Hour with Chris Fox, https://www.authormedia.com, 28  Agustus 2018

Ilustrasi : Republic of Runners

Ditulis oleh Cahyadi Takariawan

Dipublikasikan di Ruang Menulis. Kanal kreasi naskah, literasi, dan karya tulis terpilih.