.
Oleh: Cahyadi Takariawan
Anda tidak bisa mengubah lalu. Bahkan Anda tak akan bisa melupakan masa lalu. Ia hadir sebagai realitas dalam kehidupan Anda.
Apakah masa lalu telah benar-benar berlalu? Novelis William Faulkner tidak percaya akan hal itu. “The past is never gone. It is not even past. Masa lalu tidak pernah hilang. Masa itu bahkan belum berlalu”, ujar Faulkner.
Pernyataan Faulkner tersebut sangat relevan untuk menggambarkan berbagai kejadian traumatik di masa lalu. Peristiwa menyakitkan bergema dengan sangat keras di dalam struktur jiwa manusia.
Lalu apa yang bisa dilakukan terhadap semua kejadian masa lalu yang menyakitkan? Noam Shpancer (2022), seorang profesor psikologi menyatakan, “It’s not past experience that keeps people stuck but the habits developed to cope with it. Bukan pengalaman masa lalu yang membuat orang terjebak, namun kebiasaan yang dikembangkan untuk mengatasinya”.
Seburuk apapun masa lalu seseorang, akan bisa dilalui dengan baik-baik saja apabila seseorang mengembangkan cara menghadapi (coping) yang positif. Salah satu cara untuk membangun mekanisme coping adalah memberikan makna baru yang positif.
Peristiwa di masa lalu sudah terlanjur terjadi. Tidak bisa diputar ulang arah jarum jam untuk membuat peristiwa itu tidak terjadi. Sekarang tinggal memberikan makna baru atas hal yang sudah terlanjur terjadi tersebut. Apa makna kejadian tersebut dalam kehidupan Anda?
Ada sangat banyak cara untuk memberi makna ulang ini. Salah satunya adalah dengan model “Terapi Berpikir Positif” dari Dr. Ibrahim Elfiky. Seseorang yang merasakan sakit hati atas peristiwa di masa lalu, biasanya terus menerus terobsesi dengan peristiwa tersebut. Ia merasa tertekan dan menderita.
Hal yang bisa dilakukan untuk keluar dari kondisi ini adalah dengan mengubah persepsi atas masalah yang sedang dihadapi. Berikut prinsip “Terapi Berpikir Positif” model Ibrahim Elfiky.
1. Masalah dan kesengsaraan hanya ada dalam persepsi
Kejadian di masa lalu adalah nyata, namun yang membuatnya menjadi beban masalah dalam diri Anda adalah persepsi anda sendiri. Menurut Elfiky, “Jika ingin mengubah kenyataan hidup Anda, mulailah dengan mengubah persepsi Anda”. Ini yang disebut sebagai “memberi makna ulang atas peristiwa yang sudah terjadi”.
Berikan makna ulang yang positif atas kejadian traumatik di masa lalu. Menurut Elfiky, “Akal manusia hanya bisa fokus pada satu informasi dalam satu waktu”. Jika Anda mengubah persepsi Anda tentang masalah, memikirkannya sebagai hadiah terindah dari Allah, maka Anda akan menemukan pintu harapan terbuka lebar di hadapan Anda.
Coba anda bangun persepsi baru : bahwa Allah tengah menguji keimanan dan kualitas diri Anda dengan masalah itu. Bahwa Allah menghendaki kualitas kebaikan, kedewasaan, kematangan dan kebijaksanaan Anda meningkat melalui masalah itu.
Bahwa Allah menghendaki Anda menjadi orang yang lebih kuat dan lebih tangguh dalam menghadapi persoalan lain di masa yang akan datang. Bahwa Allah tengah menyatakan cintaNya kepada Anda melalui ujian ini, sebagaimana sabda Nabi, “Sesungguhnya apabila Allah mencintai suatu kaum maka Ia menguji kaum itu”.
2. Masalah tidak akan membiarkan Anda dalam kondisi yang ada: ia akan membawa Anda pada kondisi yang lebih buruk atau yang lebih baik
Kejadian masa lalu bisa mengubah hidup seseorang, menuju lebih baik atau menuju lebih buruk. Ini adalah pilihan, dan tentu saja Anda harus memilih yang baik. Gunakan cara berpikir baru untuk membangun harapan baru yang lebih baik.
Syekh Muhammad Mutawalli Asy-Sya’rawi menyatakan, “Anda tidak akan mampu menyelesaikan masalah dengan pikiran Anda yang sudah ada tentangnya. Sebab pikiran ini adalah penyebab lahirnya masalah itu. Untuk menyelesaikannya, Anda harus berpikir dengan cara yang lain.”
Orang yang berkepribadian positif akan memusatkan perhatian pada upaya mencari solusi dengan cara yang rasional dan perasaan yang tenang. Maka ia mempelajari masalah yang ada dan memperbaiki sikapnya hingga dapat berperilaku positif. Baginya masalah justru menghantarkan kepada kondisi yang lebih baik.
3. Jangan menjadi masalah. Pisahkan dirimu dari masalah
Jangan membiarkan diri Anda berkubang dalam masalah, karena Anda pasti bisa mengatasi masalah yang tengah Anda hadapi. Menurut Voltaire, “Tidak ada masalah yang solusinya tidak dapat dipikirkan oleh akal manusia”. Agama telah mengajarkan, “Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya”.
Pisahkan diri Anda dari masalah tersebut. Elfiky menyatakan, masalah hanyalah romantika hidup yang dapat kita pelajari agar lebih bijaksana, lebih ahli, dan lebih berpengalaman. Dengan cara pandang seperti ini, Anda akan mudah menghadapi masalah.
4. Belajarlah dari masa lalu, hiduplah pada masa kini, dan rencanakanlah masa depan
Menurut Elfiky, masa lalu adalah mimpi, masa depan adalah proyeksi. Hidupmu saat ini yang diwarnai cinta mendalam pada Allah, membuat masa lalumu menjadi mimpi yang indah dan masa depanmu penuh harapan. Banyak orang mengeluhkan masa lalu dan masa depan. Keduanya tidak ada saat ini.
Masa lalu dan segala peristiwa yang ada di dalamnya telah berlalu sebagai pengalaman. Anda dapat membersihkan masa lalu dengan selalu bertanya pada diri sendiri, ”Pelajaran apa yang bisa aku petik dari masa lalu?”
Tentang masa kini, hadapilah dengan segenap makna positif. Hadapilah dengan cinta pada Allah. Jangan sampai hidup Anda dihantui perasaan negatif masa lalu. Jangan terlena menunggu masa depan yang belum datang.
5. Setiap masalah ada solusi spiritualnya
Bagi manusia beriman, setiap masalah selalu ada solusi spiritual yang membersamainya. Allah telah berfirman : “Barang siapa bertakwa pada Allah niscaya Dia akan menyediakan jalan keluar untuknya. Dan memberinya rezeki dari jalan yang tidak terduga” (QS. Al-Thalaq : 2 – 3).
Segala cobaan hidup di dunia ini adalah anugerah Allah untuk menjadikan kita semakin dekat dengan-Nya. Dengan demikian kita tahu dan menyadari bahwa selalu ada penyelesaian secara spiritual bagi setiap masalah. “Sesungguhnya pada setiap kesulitan selalu ada kemudahan”.
6. Mengubah pikiran berarti mengubah kenyataan, pikiran baru menciptakan kenyataan baru
Jika orang ingin melakukan perubahan positif dalam hidupnya, pertama kali ia harus mengubah pikirannya. Gantilah pikiran negatif dengan pikiran positif. Sebab pikiran baru melahirkan kenyataan baru. Karena itu, jika Anda benar-benar ingin menciptakan perubahan positif dalam hidup, mulailah mengubah bagian dalam diri Anda.
Allah berfirman, “Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum hingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri” (QS. Ar-Rad : 11).
Pada awalnya, Anda perlu mengubah pikiran negatif Anda dengan pikiran yang positif. Pikiran baru yang Anda ciptakan tentang kejadian di masa lalu, akan benar-benar mengubah hidup Anda dalam masa yang panjang.
7. Ketika Allah menutup satu pintu, pasti Dia membuka pintu yang lain yang lebih baik
Menurut Elfiky, kadang kala Allah menutup pintu yang ada di depan kita, tapi Dia membuka pintu lain yang lebih baik. Namun, kebanyakan manusia menyia-nyiakan waktu, konsentrasi, dan tenaga untuk memandang pintu yang tertutup dari pada menyambut pintu lain yang terbuka di hadapannya. Inilah cara pandang yang membuat orang selalu terpenjara oleh masalah dan persoalan dalam kehidupan.
Kita menghendaki hidup bahagia dengan berbagai tolok ukur sempurna sebagaimana kisah-kisah kehidupan yang sukses. Padahal ketika kondisi itu tidak kita dapatkan seutuhnya, masih banyak pintu kebahagiaan lain yang bisa kita dapatkan. Sangat banyak pintu yang terbuka menyambut kita, mengapa fokus melihat pintu-pintu yang tertutup?
Cobalah mengubah cara pandang dan persepsi Anda atas kesalahan pasangan yang sudah terlanjur terjadi. Anda akan mampu berdamai dengan kehidupan yang anda hadapi saat ini dan berbahagia dengan kehidupan yang akan datang.
Daftar Bacaan
Ibrahim Elfiky, Terapi Berpikir Positif, Penerbit Zaman, 2009
Noam Shpancer, How to Make Peace With the Past, https://www.psychologytoday.com, 3 Mei 2022