Oleh: Cahyadi Takariawan
Berteman, bersahabat, bergaul dengan orang-orang baik akan membawa kita berada dalam lingkungan kebaikan. Sebagaimana pula jika berteman dengan orang-orang jahat, akan membawa kita berada dalam lingkungan kejahatan.
Nabi saw bersabda tentang pengaruh teman, sebagaimana telah diriwayatkan oleh Bukhari no. 2101.
مَثَلُ الْجَلِيسِ الصَّالِحِ وَالْجَلِيسِ السَّوْءِ كَمَثَلِ صَاحِبِ الْمِسْكِ وَكِيرِ الْحَدَّادِ
Orang yang berteman dengan orang salih dan orang yang jelek bagaikan berteman dengan pemilik minyak misk dan pandai besi.
لاَ يَعْدَمُكَ مِنْ صَاحِبِ الْمِسْكِ إِمَّا تَشْتَرِيهِ أَوْ تَجِدُ رِيحَهُ
Jika engkau tidak dihadiahkan minyak misk olehnya, engkau bisa membeli darinya atau minimal dapat baunya.
وَكِيرُ الْحَدَّادِ يُحْرِقُ بَدَنَكَ أَوْ ثَوْبَكَ أَوْ تَجِدُ مِنْهُ رِيحًا خَبِيثَةً
Adapun berteman dengan pandai besi, jika engkau tidak mendapati badan atau pakaianmu hangus terbakar, minimal engkau dapat baunya yang tidak enak.”

Saling Mengunjungi Karena Allah
Langkah-langkah kaki mengunjungi rumah kediaman teman, sahabat, saudara, kerabat adalah langkah yang penuh keberkahan. Pertemuan dan perjumpaan dengan orang-orang salih adalah kemuliaan.
Keutamaan saling mengunjungi disebutkan dalam hadits Abu Hurairah riwayat Imam Muslim no. 2567. Berkunjung karena Allah, bertemu karena Allah, bersaudara dan bersahabat karena Allah.
Allah mencintai mereka yang saling mencintai karena Allah. Abu Hurairah meriwayatkan,
أَنَّ رَجُلاً زَارَ أَخًا لَهُ فِى قَرْيَةٍ أُخْرَى
Seseorang ingin mengunjungi saudaranya di kota lain.
فَأَرْصَدَ اللَّهُ لَهُ عَلَى مَدْرَجَتِهِ مَلَكًا
Allah mengutus malaikat untuk (menemui)nya di jalan yang akan ia lalui.
فَلَمَّا أَتَى عَلَيْهِ قَالَ أَيْنَ تُرِيدُ
Ketika Malaikat berjumpa dengannya, bertanya, ‘Ke mana engkau akan pergi?’
قَالَ أُرِيدُ أَخًا لِى فِى هَذِهِ الْقَرْيَةِ.
Ia menjawab, ‘Aku ingin mengunjungi saudaraku di kota ini.’
قَالَ هَلْ لَكَ عَلَيْهِ مِنْ نِعْمَةٍ تَرُبُّهَا
Malaikat bertanya, ‘Apakah ada nikmat yang kamu dapatkan karena sebab dia?’
قَالَ لاَ غَيْرَ أَنِّى أَحْبَبْتُهُ فِى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ
Ia menjawab, ‘Tidak. Aku (mengunjunginya) sebab mencintai dia karena Allah ‘azza wa jalla.’
. قَالَ فَإِنِّى رَسُولُ اللَّهِ إِلَيْكَ بِأَنَّ اللَّهَ قَدْ أَحَبَّكَ كَمَا أَحْبَبْتَهُ فِيهِ
Malaikat itu berkata, ‘Sesungguhnya aku adalah utusan Allah untukmu. Allah sungguh mencintaimu karena kecintaan engkau padanya’.”
Hadits di atas menegaskan bahwa orang-orang yang berteman dan saling mengunjungi karena Allah, akan mendapatkan kecintaan dari Allah Ta’ala. Menjelaskan hadits ini, Imam An-Nawawi menyatakan:
فِيهِ فَضْلُ الْمَحَبَّةِ فِي اللَّهِ، وَأَنَّهَا سَبَبٌ لِحُبِّ اللَّهِ وَفَضِيلَةِ زِيَارَةِ الصَّالِحِينَ
“Dalam hadits ini terdapat keutamaan saling mencintai karena Allah, dan itu merupakan sebab mendapatkan cinta dari Allah; dan juga keutamaan mengunjungi orang salih”.
Pertanyaan malaikat “هل لَكَ عليهِ من نعمةٍ تربُّها” (Apakah ada nikmat yang kamu dapatkan karena sebab dia?) –dijelaskan oleh Ath-Thibi:
أَيْ: هَلْ أَوْجَبْتَ عَلَيْهِ شَيْئًا مِنَ النِّعَمِ الدُّنْيَوِيَّةِ تَذْهَبُ إِلَيْهَا فَتَرُبُّهَا أَيْ: تَمْلِكُهَا مِنْهُ وَتَسْتَوْفِيَهَا
“Maksudnya, apakah dengan kunjungan tersebut engkau mendapatkan sesuatu berupa keuntungan duniawi sehingga dengan kepergianmu ini engkau dapat mengembangkannya, yaitu dapat engkau miliki dan engkau sempurnakan?”
Ternyata lelaki tersebut menjawab, “tidak”. Karenanya ia berhak mendapatkan cinta Allah. Ibnu Jauzi menyatakan,
وَفِي هَذَا الحَدِيث فضل زِيَارَة الإخوان، وَهَذَا أَمر بَقِي اسْمه وَذهب رسمه
“Dalam hadits ini ada keutamaan mengunjungi saudara sesama muslim. Ini adalah perkara yang hanya tersisa namanya, namun sudah tidak ada bentuknya”.
Maksudnya, sudah sangat langka –bahwa orang berkunjung kepada orang lainnya bukan untuk suatu hajat tertentu. Benar-benar murni hanya karena cinta kepada Allah. Biasanya kita berkunjung karena hajat atau keperluan tertentu.

Motivasi Karena Allah
Agar kita selalu berada dalam kebaikan, hendaknya pandai memilih pertemanan dan pergaulan. Jangan sampai salah teman, jangan pula salah pergaulan. Jika kita berada dalam lingkungan orang-orang salih-salihah, kita akan bisa saling mencintai karena Allah, saling bertemu karena Allah, saling memberikarena Allah.
Dalam sebuah hadits qudsi riwayat Imam Ahmad 5/229 disebutkan,
حَقَّتْ مَحَبَّتِى لِلْمُتَحَابِّينَ فِىَّ
Sungguh Aku mencintai orang yang saling mencintai karena-Ku.
وَحَقَّتْ مَحَبَّتِى لِلْمُتَزَاوِرِينَ فِىَّ
Sungguh Aku pun mencintai orang yang saling berkunjung karena-Ku.
وَحَقَّتْ مَحَبَّتِى لِلْمُتَبَاذِلِينَ فِىَّ
Sunguh Aku mencintai orang yang saling berderma karena-Ku.
وَحَقَّتْ مَحَبَّتِى لِلْمُتَصَادِقِينَ فِىَّ
Sungguh aku mencintai orang yang saling bersedekah karena-Ku.
وَالْمُتَوَاصِلِينَ
Begitu pula dengan orang yang saling menyambung (hubungan kekerabatan) karena-Ku.
(Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini sahih).
Memuliakan Tamu
Bagaimana jika rumah kita yang dikunjungi? Hendaknya kita berusaha memuliakan tamu, sesuai kemampuan kita. Memuliakan tamu adalah bagian dari tuntunan Nabi saw.
عَنْ أَبِي شُرَيْحٍ الْكَعْبِيِّ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ جَائِزَتُهُ يَوْمٌ وَلَيْلَةٌ وَالضِّيَافَةُ ثَلَاثَةُ أَيَّامٍ فَمَا بَعْدَ ذَلِكَ فَهُوَ صَدَقَةٌ وَلَا يَحِلُّ لَهُ أَنْ يَثْوِيَ عِنْدَهُ حَتَّى يُحْرِجَهُ
Dari Abu Suraih Al-Ka’bi bahwa Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari Akhir, hendaknya ia memuliakan tamunya dan menjamunya siang dan malam. Dan bertamu itu tiga hari, lebih dari itu adalah sedekah baginya; dan tidak halal bagi tamu tinggal (berlama-lama) sehingga memberatkannya” (HR. Bukhari no 5670).
Dari Anas bin Malik, ia berkata,
إِذَا جَاءَكُمُ الزَّائِرُ فَأكْرِمُوْهُ
“Jika ada yang mengunjungi kalian, maka muliakanlah” (Diriwayatkan dalam Musnad Asy-Syihab).
Bahan Bacaan
Agus Sukaca, Adab Bertamu, https://muhammadiyah.or.id, 15 Juli 2013
NU Online, Anjuran untuk Saling Berkunjung dan Bersalaman, https://islam.nu.or.id, 29 Juli 2014
Yulian Purnama, Keutamaan Saling Mengunjungi Sesama Muslim, https://muslim.or.id,17 April 2015