Kembali
Teknik Menulis

Cara Membuat 200 Postingan Agar Layak Dibukukan

Serial SHSB “Seratus Hari Satu Buku”

Oleh : Cahyadi Takariawan

Saya lanjutkan ajakan untuk membuat postingan di Facebook atau Instagram dalam 100 hari, sampai menghasilkan 200 postingan, untuk dijadikan buku. Ini yang saya sebut Program SHSB (Seratus Hari Satu Buku). Media yang terpilih adalah Facebook atau Instagram, boleh pilih salah satu sesuai kebiasaan. Untuk mengetahui detail program ini, bisa kembali disimak pada serial SHSB pertama, serial SHSB kedua, dan serial SHSB ketiga.

Sekarang akan saya akan jelaskan tentang teknis dan cara, bagaimana agar 200 postingan yang Anda buat dalam 100 hari itu layak menjadi buku, tanpa menyulitkan editing nantinya. Simak yaaa…

  • Buatlah Tema

Buatlah tema, agar tulisan Anda terarah. Boleh tema yang luas, maupun tema yang sempit. Contoh tema luas adalah “Motivasi Kehidupan”. Dengan tema yang sangat luas seperti ini, Anda bisa leluasa menulis 200 postingan yang berisi ajakan untuk melakukan berbagai macam kebaikan dalam kehidupan. Apapun bentuk kebaikannya. Ini seperti tema buku saya The Butterfly Effect.

Contoh tema sempit, “Komunikasi Suami Istri”. Berarti dalam 200 postingan, Anda hanya mengulas segala seluk beluk dan hal ihwal tentang komunikasi suami istri saja. Ini tema yang membuat buku Anda nanti berjudul sangat spesifik, misalnya “Komunikasi Suami Istri Serasa Spaghetti”.

Namun, bolehkah Anda membuat 200 status tanpa tema khusus? Boleh saja. Semua kembali kepada Anda kok. Penulis itu berkuasa penuh atas karya tulis yang ingin dihasilkannya.

  • Tulislah dengan Gaya yang Konsisten

Anda boleh menggunakan gaya apapun dalam menulis, namun akan lebih bagus apabila Anda konsisten menggunakan gaya yang sama dalam 200 postingan tersebut. Boleh fiksi, boleh nonfiksi. Boleh gaya formal, boleh gaya nonformal. Boleh gaya ceramah, boleh gaya curhat, boleh gaya ngocol, atau apa saja. Namun konsisten menggunakannya, supaya saat dibuat buku nanti, menjadi lebih enak dibaca.

Namun, bolehkah Anda membuat 200 status tanpa gaya penulisan yang konsisten? Boleh saja. Semua kembali kepada Anda kok. Penulis itu berkuasa penuh atas karya tulis yang ingin dihasilkannya.

  • Boleh Menciptakan Tokoh Fiktif

Anda boleh membuat serial tulisan fiksi dalam 200 postingan, dengan menggunakan nama tokoh fiktif untuk membuat konsistensi kisah. Seperti yang dilakukan oleh dr. Tunjungsari yang membuat tulisan berseri di Facebook, beliau menulis serial kisah si Parjo dan Giyem, yang dikemas dengan gaya canda dan santai. Ada karakter Parjo dan Giyem yang gokil dan membuat pembaca tertawa-tawa dengan kelucuan mereka. Kisah ini sekarang telah terbit menjadi buku.

  • Batasi Karakter Postingan

Telah saya sampaikan dalam postingan terdahulu, sebaiknya Anda membatasi setiap postingan pada kisaran 900 sampai 1.000 karakter, agar bisa menjadi satu halaman buku normal. Jika tulisan Anda terlalu panjang, misalnya sampai 3.000 karakter, bisa Anda pecah menjadi tiga kali postingan. Berarti Anda sudah punya bahan untuk tiga postingan.

Namun, bolehkah Anda membuat 200 status tanpa membatasi jumlah karakter? Boleh saja. Semua kembali kepada Anda kok. Penulis itu berkuasa penuh atas karya tulis yang ingin dihasilkannya.

  • Berikan Judul di Setiap Postingan

Setiap kali Anda memposting tulisan di Facebook atau Instagram, berikanlah judul yang menarik dan menggambarkan isi. Ini sekaligus berlatih membuat judul tulisan. Jika Anda membuat 200 postingan, berarti Anda telah berlatih 200 kali membuat judul. Ini penting agar Anda semakin terbiasa membuat judul yang menarik.

Namun, bolehkah Anda membuat 200 status tanpa memberi judul? Boleh saja. Semua kembali kepada Anda kok. Penulis itu berkuasa penuh atas karya tulis yang ingin dihasilkannya.

  • Konsistensi Waktu dan Jumlah Karakter

Anda harus belajar konsisten, termasuk dalam hal waktu posting. Intinya, sehari dua kali posting di Instagram atau Facebook, sesuai pilihan medsos Anda, dengan jumlah 900 hingga 1.000 karakter tiap postingan. Postingan pagi, Anda memilih pukul berapa? Postingan sore atau malam, Anda memilih pukul berapa? Dengan konsistensi waktu posting, membuat Anda memiliki habit yang positif untuk memproduksi tulisan secara kontinyu. Seratus hari, Anda benar-benar bisa menciptakan 200 postingan dengan jumlah karakter yang konsisten.

Namun, bolehkah Anda tidak memiliki konsistensi waktu? Boleh saja. Semua kembali kepada Anda kok. Penulis itu berkuasa penuh atas karya tulis yang ingin dihasilkannya. Namun jika Anda tidak konsisten terhadap waktu, maka bisa jadi Anda tidak akan mencapai target 100 hari menulis 200 postingan status. Bahkan bisa jadi Anda tidak menulis apapun dalam 100 hari.

  • Simpanlah Semua Postingan Anda

Setelah Anda memposting tulisan di Facebook atau Instagram, simpanlah tulisan Anda di satu folder khusus, agar kelak mudah mengumpulkannya menjadi buku. Dokumen Anda rapi tersimpan dalam satu folder, tidak berceceran, apalagi sampai ada yang hilang. Sayang banget kalau Anda harus kehilangan dokumen postingan. Ini sebagai back up dari apa yang sudah Anda posting di Facebook dan Instagram. Dengan demikian, lebih aman bagi Anda, tidak khawatir kehilangan bahan.

Demikianlah 7 cara teknis untuk membuat postingan Anda di Facebook atau Instagram layak menjadi bahan buku yang diterbitkan. Sederhana kan? Pasti Anda bisa.

Ditulis oleh Cahyadi Takariawan

Dipublikasikan di RUANG KELUARGA. Media edukasi keluarga, parenting, dan keharmonisan rumah tangga.