Oleh: Leni Cahya Pertiwi (Alumni Kelas Emak Punya Karya)
“Menuliskan pengalaman merupakan salah satu cara untuk menciptakan tulisan.” (Leni Cahya Pertiwi)
Setiap hari kita tentu mengalami suatu peristiwa. Ada yang menyenangkan dan ada yang tidak menyenangkan. Beberapa peristiwa itu jika kita tuliskan dan kita bagikan kepada orang lain, tentu ada yang bisa menarik manfaat darinya.
Seperti pengalaman berikut ini :
Sri Rohmatiah menuliskan pengalamannya saat mengalami kejadian tidak mengenakkan, bahkan merugikan, yakni skimming. Akibat kejadian tersebut, Dia mengalami kerugian berbentuk materi, sejumlah nomimal rupiah.
Sebagai informasi skimming adalah kejahatan pencurian data pengguna ATM, tujuannya untuk membobol uang yang ada di dalam rekening.
Agar orang lain tidak mengalami hal yang sama, Sri Rohmatiah menuliskan pengalamannya pada blog Kompasiana. Hebatnya, tulisan tersebut menjadi artikel utama dan telah terbaca hampir 12 ribu kali.
Tingkat keterbacaan yang tinggi mengisyaratkan bahwa tulisan itu cukup dibutuhkan sebagai suatu referensi bagi pembaca agar tidak terjebak pada masalah yang sama. Artinya, sebuah pengalaman yang mungkin terlihat sepele, jika dibagikan pada publik, maka akan memberikan manfaat bagi seseorang atau bahkan mungkin bagi banyak orang.
Wonderful Family karya Cahyadi Takariawan atau yang lebih dikenal dengan Pak Cah, merupakan contoh lain tulisan yang ditulis berdasarkan pengalaman.
Selama menjadi konsultan keluarga, Pak Cah banyak mendengarkan curahan hati orang-orang yang datang kepada beliau untuk berkonsultasi. Persoalan yang dialami mereka menginspirasi Pak Cah untuk menuliskannya menjadi sebuah buku yang bisa bermanfaat bagi orang lain.
Buku “Semua Orang Butuh Curhat” atau dalam versi aslinya “Maybe You Should Talk To Someone”, karya Lori Gottlieb_seorang terapis, menjadi salah satu karya best seller vesi New York Time. Buku non fiksi ini merupakan pengalaman pribadi Lori Gottlieb ketika menjadi terapis dan menjadi pasien dari rekannya sesama terapis.
Kisah Lori akan menjadi rahasia pribadi yang tak bisa diambil manfaatnya jika tidak dipublikasikan dalam sebuah buku yang dijual bebas.
Saya sendiri menuliskan buku”Happy Mama, Ibu Bahagia Lahirkan Generasi Mulia” berdasarkan pengalaman hidup ibu saya. Perjuangannya dalam menghadapi persoalan hidup dan mendidik anak-anaknya memunculkan ide bagi saya untuk menuliskannya menjadi sebuah buku. Saya berharap buku itu bisa memberikan manfaat bagi pembacanya.
Ketika mengalami kebuntuan menulis, writing block, menulis pengalaman merupakan salah satu cara mudah untuk mengatasinya. Namun, kita tentu perlu memilih dan memilah pengalaman mana yang perlu kita sebar pada publik dan mana yang harus kita simpan sebagai koleksi pribadi.
Berikut beberapa pengalaman yang bisa kita tuliskan untuk dibagikan pada publik.
Pengalaman Menjadi Orang Tua
Banyak momen menyenangkan yang dapat kita tuliskan untuk berbagi dengan orang lain. Sebagai seorang ibu, pengalaman melahirkan putra-putri, membesarkan dan mendidik mereka bisa menjadi tulisan yang mengesankan. Ida Kusdiati, seorang ibu dan abdi negara telah membukukan pengalamannya menjadi ibu dalam sebuah buku “Khatulistiwa Cinta”.
Pengalaman Masa Kecil
Ada banyak kejadian masa kecil yang bisa kita tuangkan menjadi sebuah tulisan. Memainkan berbagai macam permainan tradisional yang mulai langka bisa menjadi tulisan nostalgia. Mengenang masa-masa ketika hidup hanyalah tentang bermain. Berbagi kisah dengan remaja zaman “now” agar mereka bisa lebih bersyukur dengan segala fasilitas yang ada sekarang ini.
Pengalaman Tertipu
Para penipu sekarang semakin kreatif. Berbagai cara dilakukan agar bisa mendapat korban. Modus mereka semakin beragam. Ada yang menawarkan pinjaman online dengan syarat mudah, tetapi pada akhirnya menjerat korban sangat parah.
Modus-modus penipuan ini perlu disosialisasikan lewat tulisan, agar tak semakin banyak korban yang berjatuhan. Jika pernah mengalaminya atau berhasil terhindar darinya, tak ada salahnya berbagi dengan pembaca agar mereka terhindar dari penipuan serupa. Seperti kisah Sri Rohmatiah di awal tulisan ini.
Tiga contoh di atas hanyalah sebagian kecil dari pengalaman yang bisa kita tuliskan. Seperti kata Pak Cah, untuk bisa menulis semudah bernapas, kita perlu mengasah kemampuan menulis dengan terus menulis. Salah satu cara termudah mencari ide tulisan adalah menuliskan pengalaman pribadi, sebab kita tak perlu data dan referensi.
Semoga tulisan singkat ini bermanfaat. Salam literasi.

Leni Cahya Pertiwi, penulis buku berjudul “Happy Mama, Ibu bahagia Lahirkan Generasi Mulia”. Beberapa buku antologinya adalah Bianglala Kehidupan di Masa Korona, Cinta Untuk Palestina, Unforgettable Moments, Cinta Dalam Diam, Kidung Senja, Mutiara Cinta Dua Dunia