.
Oleh Cahyadi Takariawan
Telah banyak studi yang menyatakan bahwa kebahagiaan itu bukan kondisi statis, melainkan kondisi dinamis. Bahagia itu bertumbuh.
Ketika anak masih kecil, mereka bahagia dengan mainan sederhana dan makanan ala anak-anak. Saat remaja, kebahagiaan bertumbuh. Mereka bahagia dengan jenis permainan yang lebih kompleks, dan bahagia berada dalampeer group. Setelah dewasa, kebahagiaan bertumbuh sesuai logika tanggang jawab yang diembannya.
Rumusan tentang pertumbuhan kebahagiaan –flourishing, salah satunya dikemukakan oleh Martin Seligman. Flourishing adalah keadaan seseorang yang menunjukkan perkembangan yang optimal dan fungsi-fungsi yang berjalan dengan sangat baik.
Ada lima aspek yang memberikan pertumbuhan bagi kebahagiaan, yakni Positive Emotion (emosi positif), Engagement (kelekatan), Relationship (relasi yang positif), Meaning (kemampuan memberi makna) dan Accomplishment (pencapaian/prestasi). Lima aspek ini disingkat dengan PERMA.
Saya ingin mengajak Anda mendapatkan aspek-aspek pertumbuhan kebahagiaan tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
- Positive emotion (emosi positif)
Menurut Seligman, positive emotion (emosi positif) dapat tercapai melalui dua sumber; yaitu kenikmatan dan kesenangan. Kenikmatan adalah hal-hal yang bersentuhan dengan fisik atau tubuh, seperti makan yang enak di saat lapar, atau tidur di saat lelah. Sementara kesenangan lebih berhubungan dengan intelektual dan kreativitas.
Kendatipun manusia bisa memenuhi selera makan, minum dan kenikmatan lainnya, namun jika tidak melakukan aktivitas intelektual dan tidak menumbuhkan kreativitas, maka tidak akan bisa optimal merasakan kebahagiaan. Anda harus mencurahkan kemampuan intelektual sekaligus kreativitas.
2. Engagement (kelekatan)
Engagement adalah sebuah kondisi jiwa yang hanyut menyatu dalam sebuah aktivitas. Di saat seseorang melakukan sebuah aktifitas, maka seluruh perhatian baik fisik maupun psikis diarahkan secara totalitas terhadap aktivitas tersebut. Saya istilahkan sebagai ‘larut’.
Jika Anda sedang kuliah, berkonsentrasilah untuk kuliah. Jangan memikirkan hal lain –seperti pekerjaan di rumah, ataupun tugas-tugas lain yang belum selesai. Demikian pula jika Anda tengah mengajar, nikmati proses mengajar. Kebahagiaan Anda akan terus bertumbuh.
Sama juga dengan ketika Anda sedang beribadah, berkonsentrasilah melakukannya. Shlatlah dengan khusyuk –ini yang disebut engagement.
3. Relationship (hubungan positif)
Relationship atau lebih tepatnya positive relationship (hubungan positif) adalah kemampuan membangun relasi positif dengan orang lain. Pada dasarnya manusia adalah makhluk sosial yang selalu memerlukan orang lain. Tak akan bisa hidup sendiri, tak bisa bahagia hidup terpisah dari orang lain.
Dalam kehidupan sehari-hari, Anda terhubung dengan sangat banyak orang. Anda terhubung baik secara langsung maupun melalui beragam media –termasuk media sosial. Hubungan positif yang Anda ciptakan dengan banyak kalangan, akan membuat kebahagiaan Anda terus bertumbuh.
4. Meaning (kemampuan memberikan makna)
Dalam kehidupan, sering kali kita tidak bisa memilih peristiwa atau kejadian yang berlaku dalam diri kita atau di sekitar kita.
Nah, apa makna kuliah bagi Anda? Apa makna mengajar bagi Anda? Apa makna menjalani profesi bagi Anda? Semakin pandai Anda menciptakan makna dari aktivitas sehari-hari, kebahagiaan Anda akan semakin bertambah. Jika Anda memberi makna bekerja hanya sekedar “daripada bengong”, maka bekerja bukan hal demikian bermakna bagi Anda.
Namun jika Anda memahami bahwa pekerjaan Anda akan mengubah dunia, maka Anda akan berbahagia. Makin besar makna yang bisa Anda berikan, makin berbahagia pula diri Anda. Maka berikan makna yang besar atas aktivitas yang Anda lakukan.
5. Accomplishment (pencapaian/prestasi)
Pencapaian sebuah target berpengaruh terhadap kebahagian seseorang. Demikian pula kemampuan untuk mencapai prestasi tertentu, adalah sebuah kebahagiaan tersendiri. Ini berlaku dalam sangat banyak bidang kehidupan, termasuk dalam aktivitas profesi.
Anda harus punya target dalam kehidupan, dan berusaha untuk mencapainya. Bahkan dalam target-target kecil. Anda akan bertambah bahagia saat target tercapai. Bagaimana dengan Anda?
Bahan Bacaan
Martin Seligman, Flourish, A Visionary New Understanding of Happiness and Wellbeing, Atria Books, 2012