Kembali
Kapita Selekta

Hari Kesebelas, di Mana Posisi Dirimu?

.

Oleh: Cahyadi Takariawan

Tak terasa, hari ini (11 Maret 2025) kita telah berada pada hari kesebelas Ramadan 1446 H. Sepertiga bulan telah kita lalui, dan alhamdulillah masih ada duapertiga berikutnya.

Sahabat, apakah engkau tidak cemas, bahwa bulan Ramadan akan segera meninggalkanmu dan engkau belum meminta ampunan serta bertaubat kepada Allah? Padahal Nabi saw bersabda, pengampunan itu adanya pada setiap malam Ramadan.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ ، عَنْ رَسُولِ اللهِ صَلَّى الله عَليْهِ وسَلَّمَ قَالَ : إِذَا كَانَتْ أَوَّلُ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ ، صُفِّدَتِ الشَّيَاطِينُ ، وَمَرَدَةُ الْجِنِّ ، وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ ، فَلَمْ يُفْتَحْ مِنْهَا بَابٌ ، وَفُتِحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ ، فَلَمْ يُغْلَقْ مِنْهَا بَابٌ ، وَنَادَى مُنَادٍ : يَا بَاغِيَ الْخَيْرِ أَقْبِلْ ، وَيَا بَاغِيَ الشَّرِّ أَقْصِرْ ، وَلِلَّهِ عُتَقَاءُ ، وَذَلِكَ فِي كُلِّ لَيْلَةٍ.

Rasulullah saw bersabda: Ketika tiba awal malam bulan Ramadhan, setan-setan dan pemimpin-pemimpinnya dibelenggu, pintu-pintu neraka ditutup dan tidak ada yang dibuka. Pintu-pintu surga dibuka dan tidak ada yang ditutup, lalu ada penyeru yang berseru, ‘Hai orang yang mencari kebaikan, teruskanlah. Hai orang yang mencari keburukan, berhentilah. Sesungguhnya Allah membebaskan orang-orang dari neraka, dan itu terjadi pada setiap malam’” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah).

Sahabat, apakah engkau tidak cemas, bahwa bulan Ramadan meninggalkanmu dan engkau belum terampuni? Kalau di bulan Ramadan saja dosamu tak terampuni, lalu bagaimana dengan bulan lainnya?

رَغِمَ أَنْفُ عَبْدٍأَوْ بَعُدَ دَخَلَ عَلَيْهِ رَمَضَانُ فَلَمْ يُغْفَرْ لَهُ

“Celakalah seorang hamba yang mendapati bulan Ramadhan kemudian Ramadhan berlalu dalam keadaan dosa-dosanya belum diampuni.” (HR. Ahmad).

Ibnu Rajab menukilkan perkataan salaf, “Barang siapa yang tidak diampuni dosa-dosanya di bulan Ramadhan, maka tidak akan diampuni dosa-dosanya di bulan-bulan lainnya” (Latha-if Al-Ma’arif, hal. 297)

Mumpun masih ada duapertiga bulan mulia, mari periksa diri sendiri. Tak perlu memeriksa orang lain.

  1. Apakah kita masih berada di shaf-shaf shalat lima waktu di masjid?
  2. Apakah kita masih hadir shalat Subuh berjamaah di masjid pagi ini?
  3. Apakah kita masih berada di shaf-shaf shalat tarawih?
  4. Apakah kita masih rajin melantunkan bacaan ayat-ayat suci?
  5. Apakah kita masih rutin infak atau sedekah setiap hari?
  6. Apakah kita masih rajin menyimak kajian-kajian Ramadan?

Semoga makin rajin dan makin bersemangat. Ubur ubur ikan lele. Semangat ibadah ya Le…

Ditulis oleh Cahyadi Takariawan

Dipublikasikan di RUANG KELUARGA. Media edukasi keluarga, parenting, dan keharmonisan rumah tangga.