Kembali
Ruang Tamu

Kelas Emak yang Luar Biasa

.

Oleh : Ida Kusdiati, ID – 01301 EEPK 2020

.

Sabtu pagi ini setelah beres urusan logistik pujaan hati dan buah hati kembali ke laptop. Tentu saja tak lupa nyambi pelarak pelirik WA group.

Sampai di satu group tak berhenti aku senyum-senyum sendiri. Kadang sampai tertawa lepas manakala aku ikut nimbrung bikin rusuh di group.

Azka si kecil sampai komen, “Mama kenapa sih senyum-senyum sendiri.”

Aku : “Ini, Dek. Mama lagi belajar sama Emak-emak.”

Azka : “Belajar kok pakai senyum sama ketawa-ketawa memangnya Emaknya lucu?”

Dia geleng-geleng kepala dan ngeloyor pergi.

Di sinilah aku belajar saat ini. Kelas “Emak Emak Punya Karya” yang memberi sensasi luar biasa.

Bagaimana tidak? Kumpulan Emak-Emak seru cetar membahana. Ada yang tukang kompor dengan berbagai jenis dan merk. Mulai dari kompor gas, kompor minyak tanah bahkan tungku arang briket.

Ada yang langsung tersambar, ada yang pakai pemanasan bahkan ada yang hanya hangat-hangat kuku.

Contoh Emak yang satu ini. “Alhamdulillaaaah… naik kelas Mak @Rhieee… bisa lebih 200 kata.”

Langsung kusambar dengan kompor gas “Kalau aku jadi Mak @Rhieee besok ku persembahkan tambahan Nol di belakang “200” untuk Pak Cah.”

Setelah itu akan bermunculan jempol dan kalimah doa dari anggota group tanda saling support dan menyemangati. Bahagia sekali bergabung dengan Emak-Emak hebat di sini.

Pak Cahyadi Takariawan selaku mentor sabar dan teliti menyimak Emak-Emak hari demi hari.

Yang ngegas pol diberi acungan parutan, yang ngegas setengah diberi suntikan quote atau tulisan menggugah, dan yang masih belum ngegas disapa agar tak lupa ngecas.

Nah ini bagian co-mentor. Saat group terlalu panas maka beliau akan memberikan kalimat peneduh. Saat group terlalu sepi tiba-tiba muncul uploadan gambar, saran dan kalimat meski pendek tapi buat kami Emak-Emak makin semangat.

Kini tiada hari tanpa menyimak Kelas ini. Selalu saja ada kata positif Pak Cah untuk kami, Emak-Emak yang berbekal tekad tanpa bakat, dan tak pakai mood untuk menulis (pesan beliau dari pertemuan pertama) karena itu modal awal kami.

Sampai hari ini sudah terkumpul banyak Cerita Emak-Emak dengan tulisannya.

Ada yang masih galau dengan outline, ada yang kebanyakan mikir, dan ada juga yang bak kucing malu-malu mengintip group dan keesokan harinya keluar laporan 2.000 karakter dalam 1 jam/hari “wow” banget.

Barusan hari ini lebih banyak lagi kejutan. Emak Yulia sudah dengan outline “cantik” dan “ciamik”. Emak Herlin yang super duper pede mengeluarkan kata “bukuku bakal best seller.”

Hayo siapa coba yang tidak semakin merasa cetar membahana di Kelas ini. Emak – Emak full spirit dengan Mentor Pak Cahyadi yang asyik banget dan Co Mentor Bu Ida yang kalem.

Sungguh tandem yang luar biasa dari Pak Cah dan ibu Ida Nurlaila, ibarat kapten dan nahkoda membawa perahu “Kelas Emak-Emak Punya Karya” selalu berada pada rute perjalanannya untuk berlabuh di Pulau Impian kami “Pulau Buku Solo”.

“Lalu dimanakah aku…?”

“Aku salah satu penumpang yang akan Menjadi…”

“Mak Herlin dengan mimpinya.”

“Mak Yulia dengan bukunya yang mempesona.”

“Mak Ida Rohidah yang selalu berfikir untuk menulis buku.”

“Mak Yessy yang selalu belajar lagi dan lagi untuk menulis.”

Dan… “menjadi Mak Muzna yang sudah punya karya.”

Karena aku penumpang yang menulis semudah bernafas.

Terima Kasih Gurunda Pak Cahyadi Takariawan dan Ibu Ida Nurlaila. Kami bangga jadi murid Anda berdua dan harapan kami juga bisa membanggakan kalian dengan karya.

Itulah aku dan kalian juga… Bisa!!

Wallahu a’lam

Ditulis oleh Cahyadi Takariawan

Dipublikasikan di Ruang Menulis. Kanal kreasi naskah, literasi, dan karya tulis terpilih.