.
Oleh: Cahyadi Takariawan
Di antara bentuk kelembutan Nabi saw adalah tidak pernah memukul siapapun –kecuali dalam peperangan. Nabi saw tidak pernah memukul istri, pembantu, atau siapapun. ‘Aisyah ra menceritakan,
مَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- ضَرَبَ خَادِماً لَهُ قَطُّ وَلاَ امْرَأَةً لَهُ قَطُّ وَلاَ ضَرَبَ بِيَدِهِ شَيْئاً قَطُّ إِلاَّ أَنْ يُجَاهِدَ فِى سَبِيلِ اللَّهِ
“Aku tidaklah pernah melihat Rasulullah saw memukul pembantu, begitu pula memukul istrinya. Beliau tidaklah pernah memukul sesuatu dengan tangannya kecuali dalam jihad (berperang) di jalan Allah” (HR. Ahmad 6: 229. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih sesuai syarat Bukhari Muslim).
Rasulullah saw bersabda,
وَلَنْ يَضْرِبَ خِيَارُكُمْ
“Dan orang-orang terbaik di antara kalian tidak akan memukul” (HR. Al-Baihaqi, 7/304).
Salah seorang rawi hadits ini mengatakan,
وَكَانَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه و سلم خَيْرَهُمْ كَانَ لاَ يَضْرِبُ
“Rasulullah adalah yang terbaik di antara mereka, beliau tidak memukul” (HR. Ibnu Abi Syaibah no. 5/223).
Dalam hadits riwayat Abu Dawud dikisahkan, banyak perempuan mendatangi rumah keluarga Rasulullah saw guna mengadukan apa yang telah dilakukan para suami mereka. Maka Rasulullah saw bersabda,
فَأَطَافَ بآل رسول الله صلى الله عليه وسلم نساءٌ كثيرٌ يَشْكُونَ أزواجهن، فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم
«لقد أَطَافَ بآل بيت محمد نساءٌ كثيرٌ يَشْكُونَ أزواجهن، ليس أولئك بِخِيَارِكُمْ»
“Sungguh banyak wanita telah mendatangi rumah keluarga Muhammad guna mengadukan apa yang telah dilakukan para suami mereka. Mereka (para suami itu) bukanlah orang terbaik di antara kalian” (HR. Abu Dawud no. 2145, dinyatakan sahih oleh Syaikh Al-Albani).
Nabi saw mengarahkan agar suami dan istri tidak saling membenci. Beliau saw bersabda,
لاَ يَفْرَكْ مُؤْمِنٌ مُؤْمِنَةً إِنْ كَرِهَ مِنْهَا خُلُقًا رَضِىَ مِنْهَا آخَرَ
“Janganlah seorang mukmin (suami) membenci mukminah (istrinya). Jika ia tidak suka dengan salah satu perangainya, tentu ia suka perangai yang lainnya” (HR Muslim no 2672).
Demikianlah kelembutan harus menjadi karakter yang melekat pada diri setiap muslim. Lembut dalam interaksi, lembut dalam kata-kata, lembut dalam sikap, lembut dalam tindakan, lembut dalam mendidik, lembut dalam menegur, lembut dalam menasehati, lembut dalam meluruskan.
Semoga Allah karuniakan kelembutan kepada kita, dan kita bisa menjadi pribadi yang lembut dalam kehidupan sehari-hari.