Kembali
Kapita Selekta

Kesibukan Dunia

.

Oleh: Ida Kusdiati

Sejak akhir pekan kemarin seperti tak ada kata libur dalam kamus pemerintah. Di saat semua sistem bekerja dengan teknologi maka batasan ruang dan waktu makin mengabur, setiap saat harus siap berlomba dengan waktu agar semua sesuai dengan jadwal yang sudah direncanakan.

Kadang kala terbersit dalam hati, “mengapa ada rasa khawatir yang luar biasa manakala ini tak terselesaikan, padahal hanya urusan dunia?

Pernahkah punya rasa yang sama kala jadwal yang Allah tentukan dengan kewajiban menunaikannya tak dilakukan mengira jangka waktu tersedia masih panjang? Lupa jika kehidupan yang sesungguhnya di akherat akan meminta pertanggungjawaban.

Pada saat mengejar semua deadline dunia, tanpa sadar sering terbawa arus emosi. Resah, gundah, khawatir bahkan sampai mengefek pada nafsu makan yang tiba-tiba menghilang.

Namun saat waktu salat molor, menunda beranjak segera menunaikannya atau bangun sepertiga malam untuk mohon jalan keluar, justru tak merasakan efek dahsyat saat melalaikannya.

Inikah yang dinamakan ujian? Dibuat terlena dengan kesibukan, atau manusiawi? Karena seperti itulah manusia selalu minta dimaklumi.

Atau pernahkah terpikir mungkin ini alarm Iman yang makin redup baterainya karena kurang di cas dengan lafadz dan bait murajaah sekian lama.

Pertanyaan yang kadang membawa pada keinginan untuk mundur dari semua hiruk pikuk kerjaan dunia yang tak mengasah ruhiyah. Tapi… kembali saat mengevaluasi diri dibalik semuanya, ada amanah yang Dia titipkan atas jabatan dunia maka keinginan itu kembali tertunda.

Atau bisa jadi ketakutan itu hanya alasan yang dibuat sendiri, ketakutan berlebih karena tak menyandarkan semua urusan pada Nya. Maka tak mau merugi kembali Ikhtiarkan saja, selebihnya biarlah Dia yang memutuskan.

Ketakutan akan deadline dunia semoga tak menzolimi orang lain untuk tunduk pada kehendak manusia agar semua selesai pada waktunya, karena semua ada keterbatasan.

Hanya Dia yang tak berbatas, maka mohonlah kelonggaran pada Nya. Semangat menggapai target dengan berusaha tak melalaikan kewajiban karena ada hak dari Sang Mahakuasa yang memberikan keluangan waktu.

Segera bertaubat atas segala khilaf dan berusaha menjadi lebih baik dari hari sebelumnya selama ajal belum menjemput, semoga masih ada waktu.

Rasulullah Saw pernah bersabda kepada seorang laki-laki dan menasihatinya;

“Jagalah lima perkara sebelum (datang) lima perkara (lainnya). Mudamu sebelum masa tuamu, sehatmu sebelum sakitmu, kayamu sebelum miskinmu, waktu luangmu sebelum sibukmu dan hidupmu sebelum matimu.” (HR Nasai dan Baihaqi).

Wallahu’alam

Ditulis oleh Ida Kusdiati

Dipublikasikan di RUANG KELUARGA. Media edukasi keluarga, parenting, dan keharmonisan rumah tangga.