Kembali
Sejarah, Visi, dan Misi

Keterpisahan Kita, untuk Makin Mendekat KepadaNya

Oleh : Cahyadi Takariawan

 

 

Kita harus melakukan social distancing, sementara. Berpisah dari manusia, untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah Yang Mahakuasa.

Berpisah dari keramaian, untuk semakin merasakan kehangatan munajat kepada Allah dalam kesendirian. Berpisah dari kesenangan, untuk lebih menghayati kebutuhan atas pertolongan dan perlindungan Allah dalam kehidupan.

Sementara kita tidak ke masjid, namun di rumah kita semakin intensif bertemu Allah, lewat dzikir yang tak pernah berakhir. Sementara kita tidak melaksanakan Jum’atan, namun di rumah, shalat kita menjadi semakin khusyuk karena pengharapan yang tak berkesudahan.

Sementara kita tidak duduk melingkar untuk Yasinan, namun surat Yasin semakin sering berkumandang dari jiwa yang teduh tenang. Sementara kita tidak duduk melingkar untuk pembinaan, namun detak kematian korban covid-19 telah memberi sangat banyak perenungan.

Sementara kita tidak berkumpul untuk Shalawatan, namun jiwa semakin basah dengan Shalawat yang sanggup menghilangkan resah. Sementara kita tidak berkumpul untuk pengajian, namun kedalaman makna semakin didapat dengan penghayatan yang paripurna.

Sementara kita tidak bertemu di ruang seminar dan pelatihan. namun ruang pembelajaran kita semakin luas tanpa batas, karena pandai memanfaatkan berbagai fasilitas. Sementara kita tidak bertatap muka dan bercanda ria, namun silaturahim selalu terjaga melalui dunia maya.

Kita harus melakukan social distancing, sementara. Sebab Allah suka melihat hamba yang merasa butuh kepadaNya.

 

 

Yogyakarta 22 Maret 2020, 19.30

Menjelang petir yang menyambar dengan sangat hebat, dan listrik pun padam.

Ditulis oleh Cahyadi Takariawan

Dipublikasikan di RUANG KELUARGA. Media edukasi keluarga, parenting, dan keharmonisan rumah tangga.