Oleh: Cahyadi Takariawan
Imam Abu Bakr Az-Zur’i mengingatkan permasalahan yang sering dihadapi umat Islam. Di antaranya adalah ketidaksiapan jiwa menjalankan kewajiban. Ternyata dampaknya sangat luar biasa. Imam Az-Zur’i menyebut dengan ungkapan,
اَلتَّهَاوُنُ بِالْأَمْرِ إِذَا حَضَرَ وَقْتُهُ
“Kewajiban telah datang, tetapi kita tidak siap untuk menjalankannya”.
Ketidaksiapan adalah salah satu sikap meremehkan perintah. Dampaknya, lemah dalam menjalankan kewajiban tersebut dan terhalang dari ridha-Nya. Ibnul Qayim Aljauzi dalam Badai’ul Fawaid menyatakan, kedua dampak tersebut merupakan hukuman atas ketidaksiapan dalam menjalankan kewajiban yang telah tampak di depan mata.
Selanjutnya, Imam Az Zur’i menukil firman Allah,
وَلَوْ أَرَادُوا الْخُرُوجَ لأعَدُّوا لَهُ عُدَّةً وَلَكِنْ كَرِهَ اللَّهُ انْبِعَاثَهُمْ فَثَبَّطَهُمْ وَقِيلَ اقْعُدُوا مَعَ الْقَاعِدِينَ (٤٦)
“Dan jika mereka mau berangkat, tentulah mereka menyiapkan persiapan untuk keberangkatan itu, tetapi Allah tidak menyukai keberangkatan mereka, maka Allah melemahkan keinginan mereka. Dan dikatakan kepada mereka: ‘Tinggallah kamu bersama orang-orang yang tinggal itu” (QS. At Taubah: 46).
Mari kita simak baik-baik ayat di atas. Allah tengah menyindir orang-orang munafik. Mereka memang tidak mau berangkat berperang. Buktinya, mereka tidak melakukan persiapan apapun.
Maka Allah menyatakan tidak menyukai keberangkatan mereka dan Allah lemahkan keinginan mereka. Tidak ada upaya dan persiapan yang mereka lakukan untuk menyambut peperangan yang telah tiba waktunya.
Para sahabat Nabi saw bersiap-siap menunaikan peperangan dengan bersungguh-sungguh. Mereka adalah orang-orang mukmin sejati. Tampak usaha dan persiapan mereka untuk menyambut hadirnya kewajiban. Jiwa mereka sangat siap menjalankan kewajiban yang telah tiba waktunya.
Sudah Siapkah Jiwa Anda Memasuki Bulan Mulia?
Peringatan Imam Az-Zur’i di atas sangat relevan dengan kondisi kita sekarang yang tengah menunggu hadirnya bulan mulia. Sudah siapkah kita memasuki dan menunaikan ibadah Ramadan, sementara waktunya telah hampir tiba. Sesiap apa jiwa kita menyambut Ramadan yang penuh keberkahan?
Jika memang bersemangat menjalankan ibadah puasa Ramadan, pasti ada upaya persiapannya. Bukan mengalir mengikuti ritme hari demi hari, dan tiba-tiba besok pagi sudah harus berpuasa. Jiwa tidak siap menghadapinya.
Ketidaksiapan adalah salah satu ciri orang munafik. Mereka tidak mengadakan persiapan apapun untuk menyambut datangnya kewajiban. Maka ketika kewajiban telah tiba, mereka berada dalam kondisi lemah mental. Kemudian mencari-cari alasan untuk tidak mengerjakan kewajiban.
Bahaya! Jangan sampai kita memiliki sifat orang munafik tersebut. Masih ada beberapa hari untuk menyiapkan diri dan keluarga untuk menunaikan berbagai amal terbaik di bulan mulia. Siapkan diri dan keluarga, ajak semua untuk melakukan sejumlah persiapan yang membuat jiwa kita bersemangat dan siap menunaikan kewajiban puasa.
Salah satu contoh persiapan jiwa menjelang Ramadan adalah tindakan Rasulullah saw yang memperbanyak puasa di bulan Sya’ban. A’isyah ra menceritakan amalan Nabi saw menjelang Ramadan,
وَلَمْ أَرَهُ صَائِمًا مِنْ شَهْرٍ قَطُّ أَكْثَرَ مِنْ صِيَامِهِ مِنْ شَعْبَانَ كَانَ يَصُومُ شَعْبَانَ كُلَّهُ كَانَ يَصُومُ شَعْبَانَ إِلاَّ قَلِيلاً
“Saya sama sekali belum pernah melihat Rasulullah saw berpuasa dalam satu bulan sebanyak puasa yang beliau lakukan di bulan Sya’ban, di dalamnya beliau berpuasa sebulan penuh” (HR. Muslim).
Nabi saw sangat banyak berpuasa di bulan Sya’ban. Dengan demikian, jiwa telah sepenuhnya siap saat Ramadan tiba.
Perhatikan pula persiapan generasi terdahulu dalam menyambut bulan mulia. Dalam kitab Latha’iful Ma’arif disebutkan ungkapan sebagian ulama salaf,
كَانُوا يَدْعُوْنَ اللهَ سِتَّةَ أَشْهُرٍ أَنْ يُبَلِّغَهُمْ شَهْرَ رَمَضَانَ ثُمَّ يَدْعُوْنَ اللهَ سِتَّةَ أَشْهُرٍ أَنْ يَتَقَبَّلَهُ مِنْهُمْ
”Mereka (para ulama salaf) berdoa kepada Allah selama enam bulan agar mereka dapat menjumpai bulan Ramadlan. Kemudian berdoa selama enam bulan agar ibadah Ramadan mereka diterima Allah”
Jadi, sudah sesiap apa jiwa Anda menyambut bulan mulia? Segera persiapkan diri dan keluarga. Ramadan sudah di depan mata.