Oleh : Ummu Rochimah
“Barangsiapa yang tidak meminta kepada Allah, maka Allah akan memurkainya“.
[Sunan At-Tirmidzi]
Seringkali seseorang dihadapkan pada suatu keadaan di mana ia merasa doa-doa yang dipanjatkan kepada Allah, siang atau malam hari, setiap hari ternyata Allah belum kabulkan sesuai harapan. Sementara ia sudah merasa optimal dalam ikhtiar.
Bagaimana seharusnya seorang muslim dalam menyikapi hal ini?
Perintah untuk berdoa, Allah tuliskan dalam kalam sucinya, Al Quran surat Ghafir : 60 :
وَقَالَ رَبُّكُمُ ادۡعُوۡنِىۡۤ اَسۡتَجِبۡ لَـكُمۡؕ اِنَّ الَّذِيۡنَ يَسۡتَكۡبِرُوۡنَ عَنۡ عِبَادَتِىۡ سَيَدۡخُلُوۡنَ جَهَنَّمَ دَاخِرِيۡنَ
“Dan Tuhanmu berfirman, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang sombong tidak mau menyembah-Ku akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina dina.”
Rasulullah pun bersabda, “Doa adalah ibadah.” [HR. Abu Dawud dan Tirmidzi]
Dari ayat Quran dan hadits ini menjadi catatan bahwa, yang terpenting bagi kita adalah bagaimana menjadikan aktifitas berdoa sebagai salah satu bentuk ibadah kepada Allah.
Ada dua hal yang akan terjadi pada seorang hamba ketika dia mengangkat tangannya untuk berdoa.
Pertama, Allah akan mengabulkan apa yang diinginkannya.
Atau kedua, yakni Allah mengganti permohonan doa tersebut dengan mencabut malapetaka dari hamba itu.
Seringkali seorang mukmin itu mengira bahwa doa yang dipanjatkan siang-malam, setiap hari setiap waktu ternyata tidak dikabulkan oleh Allah sesuai harapannya. Terkait hal ini Rasulullah memberikan petunjuk. Ketika Allah tidak mengabulkan permohonan atau doa hamba-Nya sesungguhnya Allah menyimpannya untuk hari akhirat, di mana saat itu anak dan harta tidak lagi bisa memberi manfaat, maka orang-orang yang berdoa itu akan mendapatkan doanya dalam timbangan kebaikan, atau Allah palingkan ia dari kejahatan manusia yang mungkin akan menimpanya.
Seorang mukmin hanya diperintahkan untuk berdoa dan tidak mengetahui apa ketetapan yang akan berlaku pada dirinya, serta apa yang ada di sisi Allah. Maka, lakukan saja apa yang sudah menjadi perintah, karena bagaimanapun ketika mukmin melakukan perintah Allah akan mendatangkan pahala baginya.
Rasulullah bersabda,
مَنْ لَمْ يَسْأَلْ الله غَضَبَ اللهُ عَلَيْهِ
“Barangsiapa yang tidak meminta kepada Allah, maka Allah akan memurkainya“. [Sunan At-Tirmidzi]
Imam At-Thaibi berkata bahwa Allah sangat senang tatkala dimintai karunia-Nya, maka barangsiapa yang tidak memohon kepada Allah, maka berhak mendapat murka-Nya.
Dari hadits di atas menunjukkan bahwa permohonan hamba kepada Allah merupakan kewajiban yang paling agung dan paling utama, karena menghindar dari murka Allah adalah suatu yang menjadi keharusan.
Wallahu’alam