Kembali
Motivasi Menulis

Lima Modal Dasar Menulis

Oleh : Cahyadi Takariawan

Apakah sebenarnya modal dasar untuk bisa produktif menulis dan menjadi penulis? Apakah bakat? Apakah genetik? Apakah membanjirnya mood? Ternyata, sama sekali bukan. Jika dalam diri Anda mengalir bakat menulis, bersyukurlah. Jika dalam diri Anda mengalir darah penulis, bersyukurlah. Jika Anda dibanjiri mood menulis, bersyukurlah. Namun, itu adalah hal-hal yang tak bisa ditunggu kehadirannya.

Mari saya ajak Anda membuang harapan untuk mendapat keajaiban —-diturunkan bakat dari langit kepada Anda. Mari saya ajak Anda membuang jauh-jauh obsesi tentang mood —yang tidak pernah jelas bentuk dan wujudnya, namun selalu ditunggu-tunggu. Abaikan bakat, abaikan mood. Keduanya tidak bisa Anda panggil begitu saja, agar datang segera. Keduanya terlalu abstrak untuk diharapkan menghantarkan Anda menjadi sosok penulis handal dan produktif.

Kini saya ajak Anda membangun sesuatu yang berharga. Membangun, bukan menunggu, bukan berharap. Membangun itu kata kerja aktif, melakukan sesuatu untuk mewujudkannya. Saya mengajak Anda membangun lima modal dasar untuk menjadi penulis. Lima modal intrinsik yang bisa Anda usahakan dalam jiwa Anda. Lima modal dasar itu adalah HTDKW —hasrat, tekad, disiplin, komitmen dan waktu untuk menulis. Anda boleh menambah sendiri modalitas lainnya, di luar lima aspek ini.

Lima hari berturutan, di rubrik Sastra Budaya web Lockdown 2020, sudah saya ulas lima modal dasar menulis. Berikut ringkasan dan intisarinya.

Modal 1 : Hasrat yang Hebat

Hasrat adalah keinginan (harapan) yang kuat. Untuk menjadi penulis, Anda harus menumbuhkan hasrat dalam diri Anda. Hasrat yang hebat untuk terus menulis, hasrat yang hebat untuk menjadi penulis. Bangunlah hasrat dalam diri Anda, dan mulailah dari pertanyaan-pertanyaan paling mendasar, “Mengapa menulis, untuk apa menulis?” Paling tidak ada tiga aspek yang harus Anda wujudkan, untuk menumbuhkan dan menguatkan hasrat —-yaitu MGB, meaning, goal, benefit. Apa makna menulis bagi Anda? Apa tujuan menulis bagi Anda? Apa kebermanfaatan menulis bagi Anda?

Modal 2 : Tekad Kuat Tanpa Syarat

Tekad adalah kebulatan hati. Anda tidak akan bisa menulis yang berkualitas jika tidak dengan kebulatan hati, atau kehadiran hati secara penuh. Bagaimana mungkin menulis hanya dengan separuh hati, atau seperempat hati. Tekad artinya aksi nyata. Untuk menjadi penulis produktif, Anda harus melakukan aksi nyata, yaitu menulis pada waktu yang telah Anda tetapkan. Cita-cita untuk memiliki buku sendiri tak akan pernah tercapai sepanjang usia Anda, jika Anda tidak melakukan aksi nyata —menulis. Anda akan tetap menjadi calon penulis, setinggi apapun cita-cita Anda, jika tidak pernah melakukan aksi nyata berupa menulis.

Modal 3 : Disiplin Menulis

Disiplin adalah ketaatan (kepatuhan) kepada peraturan. Dalam konteks menulis, yang Anda perlukan adalah ketaatan dan kepatuhan terhadap aturan menulis yang sudah Anda buat untuk diri Anda sendiri. Di antara aturan menulis untuk para pemula yang baru belajar menulis adalah ketetapan tentang Zona Waktu Menulis (ZWM), Zona Tempat Menulis (ZTM), dan Sarana Khusus Menulis (SKM). Mulailah menulis setahap demi setahap dengan disiplin, sesuai kemampuan Anda, namun terus meningkat, dari hari ke hari. Menulislah dari bagian yang paling mudah, agar Anda lebih lancar melakukannya.

Modal 4 : Komitmen untuk Menjadi Penulis

Dalam konteks menulis, komitmen itu artinya Anda membuat kontrak dan janji dengan diri Anda sendiri untuk konsisten menulis. Membuat akad dalam jiwa. Menuliskannya dengan cinta dalam jiwa. Komitmen itu bukan hanya “ingin” menulis, bukan hanya bercita-cita menjadi penulis, bukan hanya bermimpi menjadi penulis. Komitmen itu artinya Anda benar-benar terikat kontrak untuk menulis —kontrak dengan diri Anda sendiri. Ini yang membuat Anda selalu merasa bertanggung jawab untuk terus menulis dan menghasilkan karya tulis.

Modal 5 : Waktu untuk Menulis

Anda tidak mungkin menjadi penulis jika tidak menyediakan waktu untuk menulis. Semua modal sebelumnya ambyar dan sirna, jika Anda tidak mengalokasikan waktu untuk menulis. Jika semua aktivitas lain yang Anda lakukan —menurut Anda— lebih penting daripada menulis, maka berhentilah menyalahkan diri sendiri tentang tidak menulis, dan berhentilah berharap bisa menulis. Modal dasar menjadi penulis adalah waktu, tanpa waktu yang Anda alokasikan, akhiri saja membaca tulisan saya.

Itulah lima modal dasar untuk menjadi penulis. Mulai hari ini, jangan lagi mempertanyakan bakat. Jangan lagi menunggu kehadiran mood yang datang pergi tak bisa diharapkan untuk selalu menemani. Selamat menulis, selamat menikmati keajaiban.

Bahan Bacaan

Cahyadi Takariawan, Modal Dasar Menulis, Bukan Bakat, www.lockdown2020.id, 30 Mei 2020

Cahyadi Takariawan, Kuatkan Tekad, Tanpa Syarat, www.lockdown2020.id, 31 Mei 2020

Cahyadi Takariawan, 6 Langkah Disiplin Menulis, www.lockdown2020.id, 1 Juni 2020

Cahyadi Takariawan, Tanpa Komitmen Menulis, Anda Hanya Pembeli Asesoris, www.lockdown2020.id, 2 Juni 2020

Cahyadi Takariawan, Time to Write, Dimana Ujung Harimu, www.lockdown2020.id, 3 Juni 2020

Ditulis oleh Cahyadi Takariawan

Dipublikasikan di RUANG KELUARGA. Media edukasi keluarga, parenting, dan keharmonisan rumah tangga.