Kembali
Keluarga

Maafkan Ayahmu

Cahyadi Takariawan

Mungkin saja ayahmu pernah melalaikan kamu. Mungkin ayahmu pernah menyakiti hatimu. Mungkin saja ayahmu tidak sesuai dengan harapanmu.

Mungkin saja ayahmu tidak banyak terlibat dalam mengasuh dirimu. Mungkin ayahmu sering tidak hadir dalam tumbuh kembangmu. Mungkin ayahmu sering tak punya banyak waktu untukmu.

Namun jangan pernah membenci ayahmu. Jangan dendam kepada ayahmu. Jangan berlebihan dalam kecewa dengan ayahmu.

Maafkan kekurangan ayahmu. Maafkan kesalahan ayahmu. Maafkan kelemahan ayahmu. Maafkan ketidaksempurnaan perannya. Maafkan ketidakhadirannya.

Nabi saw bersabda,

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ n قَالَ لَا تَرْغَبُوا عَنْ آبَائِكُمْ فَمَنْ رَغِبَ عَنْ أَبِيهِ فَهُوَ كُفْرٌ

“Janganlah kamu membenci bapak-bapakmu, karena barangsiapa membenci bapaknya, maka itu merupakan perbuatan kekafiran” (HR. Bukhari no. 6386 dan Muslim no. 62).

Kata “membenci” dalam hadits di atas, diterjemahkan dari kata raghiba ‘an yang artinya meninggalkan dengan sengaja dan meremehkannya (Lihat: Mu’jamul Wasith).

Sedangkan maksud kata kekafiran di sini bukanlah kufur akbar yang mengakibatkan pelakunya murtad. Yang dimaksudkan adalah kufur ashghar atau kufur nikmat. Sebagian Ulama menyatakan sebab disebut kufur ialah karena itu merupakan kedustaan atas nama Allah.

Maka doakan ayahmu. Mintakan ampunan kepada Allah untuk kesalahan dan kelemahan ayahmu. Rawatlah ayahmu di masa tuanya. Jangan pernah sia-siakan ayahmu.

Ayahmu, adalah salah satu pintu surga bagimu. Rasulullah saw telah bersabda,

الْوَالِدُ أَوْسَطُ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ فَإِنْ شِئْتَ فَأَضِعْ ذَلِكَ الْبَابَ أَوِ احْفَظْهُ

“Orang tua adalah pintu surga paling tengah. Kalian bisa sia-siakan pintu itu atau kalian bisa menjaganya” (HR. Tirmidzi no. 1900, Ibnu Majah no. 3663 dan Ahmad 6: 445).

Ditulis oleh Cahyadi Takariawan

Dipublikasikan di RUANG KELUARGA. Media edukasi keluarga, parenting, dan keharmonisan rumah tangga.