Mamah Dedeh: Daiyah Tempat Curhat Keluarga

Mamah Dedeh: Daiyah Tempat Curhat Keluarga

Nama Lengkap : Dedeh Rosidah

Nama Panggilan: Mamah Dedeh

Nama Suami : Drs. H. M. Syarifuddin

Jumlah Anak : 4 anak

Agama : Islam

Tempat Lahir : Ciamis

Tanggal Lahir : 5 Agustus 1951

Pendidikan:

  • SD, Ciamis
  • SMP, Ciamis
  • PGA, Ciamis
  • Fakultas Tarbiyah, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Jakarta

 

Warga Negara : Indonesia

Aktivitas : Daiyah

Tempat tinggal : Depok

Karier:

  • Penceramah, sejak kecil
  • Pengisi Acara Ngaji, Bens Radio, 1994,
  • Pengisi Program Mamah dan Aa, Indosiar, 2007
  • Mamah dan Aa, Indosiar, (2007-2011)
  • Ceramah (Ceria Bersama Mamah) (2011)
  • Curhat Akbar (2011)
  • Mamah On The Street (2011)
  • Hati ke Hati Bersama Mamah Dedeh, ANTV (2011-2013)
  • Mamah dan Aa BerAKSI, Indosiar (2013-sekarang)
  • Dewan Juri Aksi Indosiar (2015)

 

Dedeh Rosidah alias Mamah Dedeh mulai terkenal sejak berdakwah lewat radio. Namanya semakin melambung saat ia intensif ceramah di media televisi. Perjalanan dakwahnya di media hampir 22 tahun. Padahal jauh sebelum itu, ia juga sudah berceramah keliling kampung.

Pada setiap cermahnya selalu mendapat respons yang baik, bicaranya ceplas-ceplos ala orang Betawi. Penyampaiannya tegas, galak, kadang mengundang tawa para jamaahnya. Apalagi kalau sudah mendengar ketawa mama Dedeh sendiri. Menurut Mama Dedeh, ceplas-ceplosnya itu adalah bagian dari caranya menyampaikan ilmu dengan apa adanya, sesuai Quran dan Hadis.

Perempuan kelahiran Ciamis, 5 Agustus 1951 ini mengenal dakwah sejak kecil. Ia adalah anak seorang kiai bernama Sujai dan menikah dengan Syarifuddin yang juga anak kiai asal Betawi KH.Hasan Basri.

Masa kecil dan remajanya ia habiskan di kota kelahirannya. Ia besar dalam lingkungan agama yang ketat. Ayahnya seorang kiai. Tak heran bila Mama Dedeh dan saudaranya melakoni seperti ayahnya berceramah sejak kecil. Saat usia SD, Mama Dedeh kadang mengisi ceramah-ceramah pengajian di kampung.

Lulus SMP, ia meneruskan sekolah pendidikan guru agama (PGA) yang tidak terlalu jauh dengan kegiatan ayahnya sebagai penceramah. Padahal ia bercita-cita ingin menjadi pelukis. Untuk meneruskan kegiatan ayahnya, Mama Dedeh dikirim ayahnya kuliah ke Jakarta pada usia 17 tahun. Pada tahun 1968 itulah ia tinggal di Asrama putri Institut Agama Islam Negeri (kini menjadi Universitas Islam Negeri) Syarief Hidayatullah. Ia mengambil Fakultas Tarbiyah (pendidikan).

Kebiasan berceramah tetap ia lakukan saat menjadi mahasiswa. Saat Sabtu Minggu libur, ia keluar asrama bersama teman-temanya berceramah di sekitar Ciputat, Cireunde, dan Pondok Cabe, Jakarta. Memasuki kuliah tahun ketiga, pada tahun 1970, usia 19 tahun, ia menikah dengan kakak kelasnya Syarifuddin. Ia jalani kuliah meskipun sudah berumah tangga dan tetap tinggal di asrama.

Setelah selesai kuliah, ia tinggal bersama suaminya di rumah mertuanya di Tanah Abang, Jakarta. Di sini pun bercermah. Setelah lima tahun di sana, ia pindah ke Depok. Beradaptasi dengan lingkungan baru bukan hal yang sulit baginya. Ia bahkan diminta untuk mengisi acara pengajian di lingkungannya. Seiring perjalanan waktu, ia pun berceramah dari RW ke RW hingga antar kampung. Tak hanya itu, ia juga mengangkat anak asuh untuk disekolahkan. Namanya mulai dikenal di sekitar Jabotabek.

Pada tahun 1994, aktor Benyamin Sueb pemilik radio betawi Bens Radio meminta Mama Dedeh mengisi program Ngaji setiap hari Jumat. Nama Mama Dedeh masuk ke sini, karena salah satu anak asuhnya yang bekerja di radio ini mengusulkannya ke Benyamin Sueb yang sedang mencari penceramah perempuan.

Mama Dedeh mulai siaran di Radio. Gaya khasnya yang ceplas-ceplos mirip dengan karakter Bens Radio mendapat respon yang bagus dari pendengar radio. Dari situlah stasiun televisi Indosiar mengenal dan memintanya mengisi program Mamah dan Aa’.

Pada tahun 2007, awal Mama Dedeh dikontrak Indosiar. Sejak tampil di Indosiar, namanya makin populer. Ia pun mulai banyak undangan dari ibu-ibu pengajian hingga pejabat menteri. Ia sudah berkeliling kota-kota di Indonesia. Dalam sehari, ia bisa menghadiri 5-6 tempat.

Selain berceramah lewat visual, audio, tatap muka, ia juga berdakwah lewat buku. Ia menulis buku dengan judul Curhat ke Mamah Dedeh: Menuju Keluarga Sakinah.

Mama Dedeh makin eksis di dunia televisi, ia dipercaya untuk mengisi beragam program dengan nama yang berbeda, tapi tetap dengan ikon dengan nama Mamah, misalnya program; Mamah dan Aa’, Ceramah (ceria Bersama mamah), Mamah On The Street, Mamah dan Aa Beraksi, Hati ke hati bersama Mamah Dedeh.

 

Sumber: https://www.viva.co.id/siapa/read/120-dedeh-rosidah

 

 

ruangkeluarga

Tinggalkan Balasan