Kembali
Ruang Tamu

Memanfaatkan Waktu Saat Menunggu dengan Menulis

Oleh: Rita Yanti (Alumni Kelas Emak Punya Karya)

Apa yang biasa kita lakukan saat menunggu sesuatu? Di era serba digital seperti ini, banyak orang menghabiskan waktunya dengan menonton atau melihat-lihat media sosial. Misalnya bisa kita lihat di stasiun, bank atau tempat umum lainnya, di sana banyak orang menunggu sambil melihat ponselnya.

Dari pada sekadar menonton media sosial yang kadang kurang bermanfaat, ada baiknya  menggunakan waktu menunggu untuk menulis.

Mengapa menulis? Karena menulis adalah salah satu aktivitas yang bermanfaat. Seperti kata Ali bin Abi Tholib berikut, ”Semua orang akan mati kecuali karyanya, maka tulislah sesuatu yang akan membahagiakan dirimu di akhirat kelak.”

Juga seperti apa yang dikatakan Imam Ghazali, ”Kalau kamu bukan anak raja dan engkau bukan anak ulama besar, maka jadilah penulis.” Maka mulailah menulis dengan memanfaatkan waktu luang, salah satunya waktu menunggu.

Lalu apa dan bagaimana mulai menulis? JK Rowling, penulis novel Harry Potter memberikan kiat. “Mulailah dengan menuliskan hal-hal yang kau ketahui. Tulislah tentang pengalaman dan perasaanmu sendiri”.

Kembali lagi pada waktu menunggu. Berapa banyak dalam seminggu waktu kita menunggu sesuatu? Ternyata cukup banyak. Dalam sehari pun kerap kali ada banyak jeda waktu menunggu.

Berikut waktu yang bisa dimanfaatkan untuk menulis ketika menunggu:

Pertama, saat menjemput anak di sekolah.

Sering kali saat kita sampai di sekolah untuk jemput. anak tidak serta merta siap untuk pulang, kerap kali ada jeda menunggu.Mungkin waktunya sangat singkat, sekitar 5 menit atau 10 menit, tetapi waktu singkat tersebut bisa dimanfaatkan untuk menulis. Sekadar meluapkan apa yang dirasakan, hal ini bisa menjadi healing bagi jiwa.

Cahyadi Takariawan, sering disapa Pak Cah dalam salah satu artikelnya ’Panca Indera Penulis’ menyarankan untuk menggunakan panca indera dalam menemukan ide. Kita bisa menulis apa yang kita lihat, dengar dan apa yang dirasakan.

Kedua, saat mengantre di bank.

Kadang kala nasabah harus antre cukup lama di bank, hal ini bisa digunakan untuk menulis. Kita bisa mencatat pengalaman mengantre di bank atau perjalanan dari rumah menuju bank tersebut.

Saya yakin mulai dari keluar rumah hingga tiba di bank, ada pengalaman yang bermanfaat untuk ditulis dan dibagikan kepada pembaca.

Ketiga, saat menunggu antrean panggilan berobat.

Kerap kali kita merasa bosan saat menunggu antrean berobat, hal ini bisa kita manfaatkan untuk menulis. Banyak hal yang bisa menjadi ide tulisan, bisa tentang suasana ruang tunggu, celoteh pasien lain yang sedang menunggu, atau bahkan perasaan yang kita rasakan saat itu.

Keempat, ketika mencuci kendaraan di tempat pencucian kendaraan.

Waktu mencuci kendaraan bisa mencapai 30 menit bahkan lebih, ini merupakan waktu yang cukup untuk menulis. Kita bisa menyusun kata-kata di ponsel tentang suasana tempat pencucian mobil, ruang tunggu, karyawannya yang ramah. Apa yang yang terlihat di tempat cucian tersebut bisa menjadi tema tulisan.

Kelima, ketika naik kendaraan umum.

Nah, bila bepergian dengan kendaraan umum, kita juga bisa memanfaatkan waktu dengan merangkai kata di ponsel. Bahkan bila tidak dapat kursi, sambil berdiri pun, bila masih ada cukup ruang, kita bisa melakukannya.

Keenam, saat istirahat di kantor.

Saat istirahat di kantor bisa kita manfaatkan untuk mencatat hal yang menyenangkan. Bisa juga tentang perasaan, baik rasa kecewa, sedih, kesal. Meluapkan perasaan melalui tulisan walaupun hanya 5 menit, dapat menyegarkan pikiran yang mungkin jenuh dan lelah dengan rutinitas kerja.

Ketujuh, saat menunggu masakan matang.

Ada kalanya kita harus menunggu masakan matang. Momen ini bisa digunakan untuk berkisah, tentunya setelah tahu berapa menit masakan itu siap diangkat. Jangan sampai karena asyik menggerakkan jari di laptop, masakan menjadi gosong atau airnya habis.

Resep masakan yang kita masak pun bisa menjadi bahan tulisan. mulai dari mempersiapkan bahan, cara membuat hingga siap makan.

Kedelapan, saat mengantre di kasir.

Ada kalanya saat berbelanja harus mengantre cukup panjang di kasir. Hal ini dapat dimanfaatkan untuk menulis walau hanya 5 menit. Rasa kesal saat mengantre, atau mungkin rasa lapar bisa dituangkan dalam tulisan.

Mencatat apa yang kita rasakan  dapat  bermanfaat untuk meredam emosi. Bila terbiasa mengarang cerpen, dengan mengamati tingkah pengunjung lain bisa menjadi sebuah ide. Lebih baik lagi bila sudah punya bahan yang memang sedang ditulis, maka kita bisa melanjutkannya sambil mengantre.

Kesembilan, saat bepergian ke luar kota.

Ketika  bepergian ke luar kota dan kita tidak sedang menyetir, menulis adalah ide bagus. Baik itu sambil menaiki kereta api,  pesawat atau pun mobil. Bahkan dalam perjalanan ke luar kota yang membutuhkan waktu berjam-jam. Nah, momen ini juga bagus untuk menulis artikel yang cukup panjang atau menyelesaikan bahan tulisan yang belum selesai.

Kesepuluh, saat menunggu pesanan makanan.

Ketika memesan suatu makanan tentu kita perlu menunggu makanan disajikan. Kadangkala perlu waktu cukup lama untuk menunggu, terlebih bila banyak yang mengantre. Nah, kita bisa memanfaatkan waktu menunggu tersebut untuk menulis.

Contoh tema menulis saat di restoran atau kafe adalah tentang kiat membeli makanan di tempat tersebut, atau situasi saat memgantre, semua bisa menjadi bahan tulisan.

Itulah beberapa waktu menunggu yang bisa dimanfaatkan untuk menulis. Hal ini bisa menjadi salah satu cara berlatih agar kita semakin lancar membuat tulisan. Menulis di laptop tentu lebih mudah dan menyenangkan. Namun dalam situasi tertentu ketika tidak membawa laptop, telepon genggam juga cukup mudah untuk dijadikan media. Selanjutnya tulisan tersebut bisa dipindahkan ke laptop bila sudah memungkinkan.


Bionarasi: Rita Haryanti, ibu rumah tangga dengan 3 orang anak yang juga berprofesi sebagai dokter spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi. Memiliki hobi membaca, menulis, dan jalan-jalan.

Ditulis oleh ruangkeluarga

Dipublikasikan di Ruang Menulis. Kanal kreasi naskah, literasi, dan karya tulis terpilih.

Ruang Tamu

Memanfaatkan Waktu Saat Menunggu dengan Menulis

Oleh: Rita Yanti (Alumni Kelas Emak Punya Karya)

Apa yang biasa kita lakukan saat menunggu sesuatu? Di era serba digital seperti ini, banyak orang menghabiskan waktunya dengan menonton atau melihat-lihat media sosial. Misalnya bisa kita lihat di stasiun, bank atau tempat umum lainnya, di sana banyak orang menunggu sambil melihat ponselnya.

Dari pada sekadar menonton media sosial yang kadang kurang bermanfaat, ada baiknya  menggunakan waktu menunggu untuk menulis.

Mengapa menulis? Karena menulis adalah salah satu aktivitas yang bermanfaat. Seperti kata Ali bin Abi Tholib berikut, ”Semua orang akan mati kecuali karyanya, maka tulislah sesuatu yang akan membahagiakan dirimu di akhirat kelak.”

Juga seperti apa yang dikatakan Imam Ghazali, ”Kalau kamu bukan anak raja dan engkau bukan anak ulama besar, maka jadilah penulis.” Maka mulailah menulis dengan memanfaatkan waktu luang, salah satunya waktu menunggu.

Lalu apa dan bagaimana mulai menulis? JK Rowling, penulis novel Harry Potter memberikan kiat. “Mulailah dengan menuliskan hal-hal yang kau ketahui. Tulislah tentang pengalaman dan perasaanmu sendiri”.

Kembali lagi pada waktu menunggu. Berapa banyak dalam seminggu waktu kita menunggu sesuatu? Ternyata cukup banyak. Dalam sehari pun kerap kali ada banyak jeda waktu menunggu.

Berikut waktu yang bisa dimanfaatkan untuk menulis ketika menunggu:

Pertama, saat menjemput anak di sekolah.

Sering kali saat kita sampai di sekolah untuk jemput. anak tidak serta merta siap untuk pulang, kerap kali ada jeda menunggu.Mungkin waktunya sangat singkat, sekitar 5 menit atau 10 menit, tetapi waktu singkat tersebut bisa dimanfaatkan untuk menulis. Sekadar meluapkan apa yang dirasakan, hal ini bisa menjadi healing bagi jiwa.

Cahyadi Takariawan, sering disapa Pak Cah dalam salah satu artikelnya ’Panca Indera Penulis’ menyarankan untuk menggunakan panca indera dalam menemukan ide. Kita bisa menulis apa yang kita lihat, dengar dan apa yang dirasakan.

Kedua, saat mengantre di bank.

Kadang kala nasabah harus antre cukup lama di bank, hal ini bisa digunakan untuk menulis. Kita bisa mencatat pengalaman mengantre di bank atau perjalanan dari rumah menuju bank tersebut.

Saya yakin mulai dari keluar rumah hingga tiba di bank, ada pengalaman yang bermanfaat untuk ditulis dan dibagikan kepada pembaca.

Ketiga, saat menunggu antrean panggilan berobat.

Kerap kali kita merasa bosan saat menunggu antrean berobat, hal ini bisa kita manfaatkan untuk menulis. Banyak hal yang bisa menjadi ide tulisan, bisa tentang suasana ruang tunggu, celoteh pasien lain yang sedang menunggu, atau bahkan perasaan yang kita rasakan saat itu.

Keempat, ketika mencuci kendaraan di tempat pencucian kendaraan.

Waktu mencuci kendaraan bisa mencapai 30 menit bahkan lebih, ini merupakan waktu yang cukup untuk menulis. Kita bisa menyusun kata-kata di ponsel tentang suasana tempat pencucian mobil, ruang tunggu, karyawannya yang ramah. Apa yang yang terlihat di tempat cucian tersebut bisa menjadi tema tulisan.

Kelima, ketika naik kendaraan umum.

Nah, bila bepergian dengan kendaraan umum, kita juga bisa memanfaatkan waktu dengan merangkai kata di ponsel. Bahkan bila tidak dapat kursi, sambil berdiri pun, bila masih ada cukup ruang, kita bisa melakukannya.

Keenam, saat istirahat di kantor.

Saat istirahat di kantor bisa kita manfaatkan untuk mencatat hal yang menyenangkan. Bisa juga tentang perasaan, baik rasa kecewa, sedih, kesal. Meluapkan perasaan melalui tulisan walaupun hanya 5 menit, dapat menyegarkan pikiran yang mungkin jenuh dan lelah dengan rutinitas kerja.

Ketujuh, saat menunggu masakan matang.

Ada kalanya kita harus menunggu masakan matang. Momen ini bisa digunakan untuk berkisah, tentunya setelah tahu berapa menit masakan itu siap diangkat. Jangan sampai karena asyik menggerakkan jari di laptop, masakan menjadi gosong atau airnya habis.

Resep masakan yang kita masak pun bisa menjadi bahan tulisan. mulai dari mempersiapkan bahan, cara membuat hingga siap makan.

Kedelapan, saat mengantre di kasir.

Ada kalanya saat berbelanja harus mengantre cukup panjang di kasir. Hal ini dapat dimanfaatkan untuk menulis walau hanya 5 menit. Rasa kesal saat mengantre, atau mungkin rasa lapar bisa dituangkan dalam tulisan.

Mencatat apa yang kita rasakan  dapat  bermanfaat untuk meredam emosi. Bila terbiasa mengarang cerpen, dengan mengamati tingkah pengunjung lain bisa menjadi sebuah ide. Lebih baik lagi bila sudah punya bahan yang memang sedang ditulis, maka kita bisa melanjutkannya sambil mengantre.

Kesembilan, saat bepergian ke luar kota.

Ketika  bepergian ke luar kota dan kita tidak sedang menyetir, menulis adalah ide bagus. Baik itu sambil menaiki kereta api,  pesawat atau pun mobil. Bahkan dalam perjalanan ke luar kota yang membutuhkan waktu berjam-jam. Nah, momen ini juga bagus untuk menulis artikel yang cukup panjang atau menyelesaikan bahan tulisan yang belum selesai.

Kesepuluh, saat menunggu pesanan makanan.

Ketika memesan suatu makanan tentu kita perlu menunggu makanan disajikan. Kadangkala perlu waktu cukup lama untuk menunggu, terlebih bila banyak yang mengantre. Nah, kita bisa memanfaatkan waktu menunggu tersebut untuk menulis.

Contoh tema menulis saat di restoran atau kafe adalah tentang kiat membeli makanan di tempat tersebut, atau situasi saat memgantre, semua bisa menjadi bahan tulisan.

Itulah beberapa waktu menunggu yang bisa dimanfaatkan untuk menulis. Hal ini bisa menjadi salah satu cara berlatih agar kita semakin lancar membuat tulisan. Menulis di laptop tentu lebih mudah dan menyenangkan. Namun dalam situasi tertentu ketika tidak membawa laptop, telepon genggam juga cukup mudah untuk dijadikan media. Selanjutnya tulisan tersebut bisa dipindahkan ke laptop bila sudah memungkinkan.


Bionarasi: Rita Haryanti, ibu rumah tangga dengan 3 orang anak yang juga berprofesi sebagai dokter spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi. Memiliki hobi membaca, menulis, dan jalan-jalan.

Ditulis oleh ruangkeluarga

Dipublikasikan di Ruang Menulis. Kanal kreasi naskah, literasi, dan karya tulis terpilih.