Oleh: Ida Kusdiati
Seringkali banyak dari kita memiliki potensi yang tidak disadari. Kesibukan rutinitas membuat tubuh terbiasa melakukan hal-hal yang itu-itu saja dari hari ke hari. Akibatnya kejenuhan dapat menerpa hidup seseorang. Nah…bilamana setiap individu tidak hanya merasa cukup melakukan hal-hal rutin dengan meyakini ada potensi yang bisa dilesatkan dari dirinya dengan cara belajar terus menerus, maka akan timbul emosi positif dan semangat untuk mengembangkan diri.
Semangat mengembangkan diri ini adalah benih percaya diri. Jika seseorang sudah berpikiran positif maka akan muncul motivasi menjadi lebih baik. Ada pertanyaan yang sering dikemukakan kepada saya, “bagaimana bunda membangun kepercayaan diri?” seringkali aku tersenyum kala mendengar pertanyaan ini. Alhamdulillah, aku mencoba merenungi apakah kepercayaan diri ini memang ”bakat” yang ada sejak lahir atau “buah” dari pengalaman jangka panjang.
Mencoba mencari jawaban dari beberapa literatur. Seseorang bisa dikatakan percaya diri ketika memiliki keyakinan atas kemampuannya sendiri. Namun meningkatkan percaya diri bukanlah kemampuan yang datang dengan sendirinya, melainkan harus dilatih. Riset yang dilakukan William James menyebut tidak berkembangnya potensi bukan hanya disebabkan minim kecerdasan dan kesempatan, melainkan karena pesimisme.
Berbekal kepercayaan diri, kita akan memperbesar peluang untuk membuka harapan-harapan baru dan meningkatkan produktivitas. Dari pengalaman pribadi beberapa hal yang dapat membangun kepercayaan diri :
- Memperkuat Niat dan do’a bahwa yang akan kita lakukan atau kita sampaikan adalah sebuah kebaikan dari dan karena Allah.
- Menyukai apa yang kita lakukan dan memahami mana yang menjadi kekurangan dan kelebihan diri sendiri.
- Memasang target capaian atas apa yang dilakukan, sehingga selalu hadir semangat dan energi positif dalam usaha merealisasikannya, untuk hasil serahkan pada Yang Kuasa.
- Mempersiapkan diri untuk berani malu dan tidak ragu-ragu, hal ini dibutuhkan untuk membangun kepercayaan diri beraksi, dibandingkan dari awal berkutat pada keyakinan tidak percaya diri yang membuat tubuh tiada reaksi.
Belum terlambat bagi kita yang ingin membangun kepercayaan diri termasuk menulis. Dan seperti itu pula kita mendidik anak-anak dalam membangun kepercayaan diri mereka, agar menjadi generasi yang penuh percaya diri serta bangga akan kemampuan diri sendiri apapun hasilnya.
Dalam Surah Ath-Thalaq:2-3, Allah berfirman, ” … Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan memberikan jalan keluar untuknya (atas semua urusan).”
Wallahu’alam