Kembali
Dunia Buku

Membedah Anatomi Buku

Serial SHSB “Seratus Hari Satu Buku”

Oleh : Cahyadi Takariawan

Pada postingan terdahulu, saya berikan gambaran tentang cara sederhana membuat buku dari postingan Facebook atau Instagram (simak kembali di sini). Saya sampaikan pula, bahwa hendaknya Anda mengumpulkan sampai 200 postingan di Instagram atau Facebook, dengan ukuran 900 – 1.000 karakter setiap postingan. Jika Anda berhasil mengumpulkan 200 postingan dengan ukuran tersebut, maka bisa disetting menjadi 200 halaman isi buku (simak kembali di sini).

Sekarang akan saya kenalkan sekilas tentang anatomi sebuah buku, agar Anda mudah membayangkan buku yang akan Anda hasilkan dari 200 postingan di Facebook atau Instagram. Sebelum Anda membaca penjelasan saya mengenai anatomi buku, perlu Anda ketahui bahwa dalam membuat buku populer, tidak ada keharusan bentuk dan anatomi tertentu. Membuat buku itu suka-suka Anda saja. Kecuali jika Anda membuat buku untuk syarat kenaikan pangkat, atau untuk mengikuti lomba, dan yang semacam itu, maka harus mengikuti ketentuan yang ada.

Nah, bacalah penjelasan berikut ini dalam kerangka “biasanya” —bukan dalam konteks “seharusnya”. Karena ini adalah buku Anda, maka suka-suka Anda saja bagaimana membuatnya. Namun, jika bicara “biasanya”, maka anatomi sebuah buku biasanya dibagi menjadi empat bagian. Pertama, bagian wajah buku. Kedua, bagian preliminaries atau pendahuluan. Ketiga, bagian text matter atau isi teks buku. Keempat, bagian end matter atau bagian akhir disebut juga sebagai postliminary.

Bagian Wajah Buku

Yang dimaksud dengan wajah buku adalah cover depan, punggung buku, dan cover belakang. Kadang, sebuah buku juga diberi ‘sarung’ atau kulit luar dan lidah buku. Ini semua opsional, sesuai kemauan Anda sebagai penulis. Namun semua tambahan asesoris akan berpengaruh kepada penambahan biaya cetak nantinya, maka harus Anda pertimbangkan dengan cermat.

Agar buku Anda menarik, buatlah desain cover —baik depan maupun belakang— yang menarik. Daya tarik cover buku, di antaranya ada pada pilihan warna, font huruf, komposisi, dan ilustrasi. Bahkan, bisa Anda tambahkan endorsment dari para tokoh atau selebritis di cover depan maupun belakang. Anda bisa memesan cover yang menarik dengan menggunakan jasa para desainer, tentu ada harga yang harus Anda keluarkan untuk ini.  

Sekarang perhatikan punggung buku. Jika buku Anda kurang dari 200 halaman, maka punggung buku tidak kelihatan dan tidak menonjol —jika buku itu Anda pajang di rak berjejer dengan buku-buku lain. Maka, idealnya, buku terdiri dari minimal 200 halaman, agar saat Anda pajang di rak, maka orang bisa melihat dan membaca punggung buku Anda. Ini alasan mengapa saya menyarankan Anda membuat 200 postingan, supaya setiap satu postingan di Facebook atau Instagram bisa disetting menjadi satu halaman buku, yaitu pada kisaran 900 hingga 1.000 karakter.

Anda akan sedih jika membuat buku hanya 100 halaman, dan ketika Anda pajang di rak berjajar dengan buku lainnya, Anda tidak bisa melihat punggung buku Anda sendiri. Kalah dan tergencet oleh buku-buku lain yang tebalnya di atas 300 halaman. Maka saran saya, jangan memaksakan membuat buku jika secara isi masih di bawah 200 halaman. Tunggu sampai Anda bisa membuat tambahan isi, sehingga buku Anda minimal setebal 200 halaman isi.

Bagian Awal atau Preliminaries

Jika Anda membuka sebuah buku, setelah cover atau sampul, Anda akan bertemu dengan beberapa halaman awal, yang disebut sebagai preliminaries. Di antara halaman awal tersebut adalah:

• Halaman Prancis (France Title / Half Title)

Yang dimaksud dengan halaman Prancis adalah halaman terdepan pada sebuah buku —setelah sampul, berisi judul utama buku tanpa disertai keterangan lainnya, sering disebut juga dengan halaman setengah judul.

• Halaman Judul Utama

Adalah halaman kedua, terletak setelah halaman Prancis, berisi judul, subjudul, nama penulis, nama penerbit, tahun terbit, nama kota tempat terbit.

• Halaman Hak Cipta (Copyright Notice)

Halaman ini terletak terletak tepat di balik halaman judul utama, berisi judul, subjudul, nama penulis, penerjemah, penyunting, illustrator, penata letak, desainer sampul, nama dan alamat penerbit, kode penerbitan, cetakan atau edisi, nama pencentak, hak cipta penerbitan, serta kutipan undang-undang hak cipta.

• Halaman Persembahan (Dedications)

Halaman persembahan ini bersifat opsional, tergantung selera Anda saja. Dicetak di halaman sisi kanan dan sisi sebaliknya dibiarkan kosong.

• Halaman Sambutan atau Kata Pengantar

Halaman sambutan atau kata pengantar ini tergantung selera Anda. Jika ada tokoh penting Anda minta kata sambutan atau pengantar, seperti pejabat, atau pihak yang kompeten dengan tema buku Anda, maka letaknya di halaman ini. Bisa juga kata pengantar dari penerbit.

• Halaman Prakata (Preface)

Prakata atau preface ditulis oleh Anda sebagai penulis buku, biasanya memuat tujuan dan alasan penulisan buku. Ditulis secara ringkas, tidak perlu panjang lebar.

• Halaman Daftar Isi

Halaman yang memuat daftar keseluruhan isi buku, judul bab, sub bab beserta nomor halamannya.

• Halaman Pendahuluan (Introduction)

Memberikan pengenalan kepada pembaca mengenai materi yang akan dibahas dalam buku tersebut.

Bagian Utama, Text Matter

Halaman-halaman berikutnya disebut sebagai text matter atau bagian isi utama dari tulisan Anda. Inilah inti dari buku Anda, yaitu pada isinya. Duaratus postingan Facebook atau Instagram yang Anda kumpulkan selama seratus hari, Anda letakkan semuanya di bagian ini. Secara teknis, Anda boleh saja memberikan tambahan berupa ilustrasi, foto, tabel, bagan, atau tambahan quotes yang relevan. Ini untuk menghias bagian isi, serta menyesuaikan dengan kondisi halaman apakah masih ada space untuk berbagai tambahan tersebut.

Dalam menyusun bagian isi, Anda boleh menggunakan berbagai pendekatan dalam mengurutkan tampilannya. Dari duaratus artikel hasil postingan di Facebook atau Instagram, bagaimana cara mengurutkan dalam bagian isi buku ini?

  1. Dibuat sistematika berdasarkan konteks isi

Jika duaratus postingan yang Anda miliki bisa bisa dikelompokkan sesuai konteks isi, maka Anda perlu membuat kerangka, sehingga tampilan isi buku Anda lebih sistematis. Sebagai contoh, misalnya duaratus postingan Anda semua bertema parenting, bisa Anda buat sistematika isi buku sebagai berikut.

Bab Satu : Bersiap Menerima Kehadiran Bayi

Bab Dua : Saat-saat Kelahiran Bayi

Bab Tiga : Mendampingi Proses Tumbuh Kembang Anak

Bab Empat : Menciptakan Lingkungan yang Kondusif untuk Anak

Bab Lima : Menerapkan Pendidikan Terbaik Bagi Anak

Maka duaratus postingan yang Anda miliki bisa Anda masukkan ke dalam sistematika tersebut. Dengan demikian pembaca akan lebih nyaman, karena buku Anda sangat sistematis secara isi.

  • Diurutkan berdasarkan kualitas tulisan

Anda yang bisa menilai, dari duaratus postingan Anda, mana yang paling bagus. Jika Anda meyakini ada satu atau dua tulisan Anda yang paling bagus menurut penilaian Anda, maka bisa Anda letakkan di bagian paling depan. Agar pembaca langsung tertarik untuk melanjutkan membaca semua isi buku, karena sudah terpesona sejak naskah pertama.

  • Diurutkan sesuai tanggal postingan di medsos

Bisa jadi, duaratus postingan Anda tidak bisa dikategorisasi berdasarkan isi, karena saat membuat postingan Anda tidak disiplin pada suatu tema tertentu. Berarti, secara isi, duaratus postingan Anda sangat beragam sehingga sulit dibuat sistematika tertentu yang tertib. Anda bisa mengurutkan tampilan pada buku, sesuai dengan tanggal postingan. Ini hanya cara untuk mempermudah proses setting dan lay out buku Anda.

  • Diurutkan sesuai huruf pertama judul postingan

Biasakan membuat judul setiap Anda memposting di Facebook atau Instagram. Ketika proses setting dan lay out buku, bisa Anda urutkan sesuai dengan huruf pertama judul postingan, sehingga urutan menggunakan dasar abjadiyah dari A sampai Z. Lagi lagi, ini hanya strategi untuk mempermudah proses setting dan lay out buku Anda.

  • Disusun secara acak

Boleh juga Anda susun secara acak, tanpa logika atau urutan apapun, dengan pertimbangan bahwa duaratus postingan tersebut telah terpilih dari sangat banyak postingan Anda.

Bagian Akhir, End Matter atau Postliminary

Setelah semua isi buku Anda disusun pada bagian text matter, halaman-halaman berikutnya buku Anda adalah bagian akhir. Di bagian end matter ini, bisa Anda berikan catatan penutup, untuk memberikan kesimpulan, atau ajakan, atau rekomendasi, atau saran, atau kata-kata pamitan, atau hal-hal lain untuk pembaca.

Halaman berikutnya berisi bibliografi atau daftar pustaka, jika ada kepustakaan yang Anda rujuk. Namun jika tidak ada kepustakaan yang Anda rujuk saat membuat postingan, maka tidak perlu ada daftar pustaka. Bolehkah sebuah buku hadir tanpa daftar pustaka? Sangat boleh, jika buku tersebut ditulis tanpa merujuk kepada suatu sumber kepustakaan tertentu, apakah buku, majalah, tulisan di web atau blog. Namun jika Anda merujuk, cantumkan sumber rujukannya di bagian daftar pustaka.

Demikianlah anatomi dari sebuah buku. Sekali lagi, jangan terpaku dengan suatu antomi tertentu, karena buku yang dibuat secara populer, tidak ada keharusan tertentu dalam menyusunnya. Jadi, berimajinasilah secara bebas, untuk membuat buku paling unik versi Anda sendiri. Baik dari segi cover depan, cover belakang, tampilan dalam, isi dan semua bagiannya. Berimajinasilah, buku seperti apa yang ingin Anda hadirkan, lalu wujudkan imajinasi Anda tersebut. Anda bebas menentukan anatomi sendiri, tak harus seperti buku-buku “biasanya”.

Selamat berkarya.

Ditulis oleh Cahyadi Takariawan

Dipublikasikan di RUANG KELUARGA. Media edukasi keluarga, parenting, dan keharmonisan rumah tangga.