Kembali
Habit Menulis

Menciptakan Habit Menulis “8 Menit Setiap Hari” (3)

.

Oleh : Cahyadi Takariawan

“No matter how busy you are, it’s hard to argue that you can’t find eight minutes to do something that you’ve said is a priority” –Monica Leonelle, 2020.

.

Anda selalu mengatakan sibuk dan tak punya waktu. Dengan alasan itulah Anda mengatakan tidak menulis dan tak memiliki buku. Benarkah Anda tidak memiliki waktu? Benarkah 24 jam sehari semalam telah habis tanpa ada waktu yang bisa dialokasikan?

“Tidak peduli seberapa sibuknya Anda, sulit untuk membantah bahwa Anda tidak dapat menemukan delapan menit untuk melakukan sesuatu yang Anda katakan sebagai prioritas”, ungkap Monica Leonelle (2020).

Coba cermati kesibukan Anda setiap hari, bahkan pada hari yang paling sibuk sekalipun. Tidak adakah waktu 8 menit yang bisa Anda luangkan?

Sebagian dari kita dapat dengan mudah menghabiskan delapan menit untuk terjebak dalam kemacetan lalu lintas, bahkan mungkin lebih. Sebagian dari kita dengan mudah menganguskan delapan menit untuk menanggapi postingan media sosial dari salah satu teman Facebook, Instagram, Tiktok atau Youtube.

“We can easily direct eight minutes of that time toward something productive that we actually want to do” –Monica Leonelle, 2020.

Sebagian dari kita asyik chating di sebuah grup whatsapp, dan –astaga, ternyata lebih dari delapan menit. Sebagian kita asyik memelototi ulah netizen di channel Youtube dan Tiktok, menikmati potongan-potongan video pendek, dan tak terasa, lebih dari delapan menit.

Jadi, sangat sulit mengelak, bahwa Anda pasti punya waktu 8 menit untuk dialokasikan menulis. Benar demikian, bukan?

Cukup Delapan Menit Sehari untuk Membuat Sebuah Buku

“Eight minutes is long enough to produce something substantial, but short enough that anyone can do it” –Monica Leonelle, 2020.

Monica Leonelle telah melakukan studi untuk menyatakan bahwa satu sesi delapan menit setiap hari adalah waktu yang cukup untuk membuat buku. “Delapan menit adalah waktu yang cukup untuk menghasilkan sesuatu yang substansial, tetapi terasa singkat sehingga siapa pun dapat melakukannya”, ungkap Monica Leonelle.

Leonelle menemukan, bahwa seseorang akan menulis dengan kecepatan yang jauh lebih cepat jika hanya memberi waktu delapan menit saja. Sebuah ungkapan bijak menyatakan “work expands to fill the time you allot it”. Bahwa pekerjaan berkembang untuk mengisi waktu yang Anda berikan.

“You will write at much faster speeds if you only give yourself eight minutes. Sometimes, when you have a small amount of time you are more motivated to really make it count!” –Monica Leonelle, 2020.

Selama percobaan pada tahun 2013 untuk menulis 50.000 kata dalam sebulan, Leonelle menemukan bahwa kecepatan menulis tertinggi terjadi ketika ia hanya melakukan satu sesi waktu untuk hari itu. “Terkadang, ketika Anda memiliki sedikit waktu, Anda lebih termotivasi untuk benar-benar menjadikannya berarti”, ujar Leonelle.

Dari pengamatan Leonelle, rata-rata orang dapat menulis antara 150 hingga 250 kata per sesi menulis 8 menit. Ia menghitung proses membuat sebuah buku. “Anda hanya membutuhkan 50.000 kata untuk menerbitkan buku novel fiksi”, ujar Leonelle. Jika menulis buku nonfiksi, Anda memerlukan sekitar 200 halaman, setara dengan 40.000 hingga 50.000 kata.

Asumsikan Anda ingin menulis buku sebanyak 50.000 kata. Rata-rata orang dapat menulis 150 hingga 250 kata per sesi menulis 8 menit. Kita hitung, 50.000 dibagi 250 adalah 200. Itu berarti, Anda hanya perlu 200 sesi 8 menit untuk menyelesaikan draf pertama buku Anda.

“If you wanted to break this out to one 8-minute writing session a day, you could complete this effort in less than a year. If you wanted to do three 8-minute sessions a day (morning, afternoon, evening) you could be done in a little over two months!” –Monica Leonelle, 2020.

Total waktu untuk 200 sesi 8 menit adalah 1.600 menit, atau 26 jam lebih 40 menit. Kurang dari 27 jam untuk menulis buku. Jika Anda setiap hari menulis hanya satu sesi 8 menit saja, maka Anda dapat menyelesaikan buku tersebut dalam waktu kurang dari setahun.

Jika Anda bisa melakukan tiga sesi 8 menit dalam sehari (misalnya sesi 8 menit pagi, sesi 8 menit siang, dan sesi 8 menit malam), maka Anda bisa menyelesaikan buku dalam waktu dua bulan lebih sedikit. Bukankah ini waktu yang masuk akal bagi Anda? Hanya dengan tiga sesi 8 menit, setiap hari.

Jadi apa yang menghalangi Anda dari menulis buku? Bukankah hanya cukup 8 menit sehari sudah akan menghasilkan buku dalam waktu kurang dari satu tahun? Cukup dengan tiga sesi 8 menit sehari, akan menghasilkan buku dalam waktu kurang daritiga bulan.

Masih adakah alasan bagi Anda yang merasa sulit mengalokasikan waktu untuk menulis dan membuat buku? Angkat tanganmu tinggi-tinggi.

Bahan Bacaan

Monica Leonelle, How an 8-Minute Writing Habit Could Help You Write Your Book This Year, https://writingcooperative.com, 12 Januari 2020

Ditulis oleh Cahyadi Takariawan

Dipublikasikan di Ruang Menulis. Kanal kreasi naskah, literasi, dan karya tulis terpilih.