Kembali
Habit Menulis

Menciptakan Habit Menulis “8 Menit Setiap Hari” (5)

.

Oleh : Cahyadi Takariawan

“By setting a time limit, you are forcing yourself to finish in that time. And maybe you won’t finish, but you can still get as far as you can so that you have time to do other life things” –Nissa Annakindt, 2019.

.

Seperti telah dijelaskan dalam postingan sebelumnya, “The 8-Minute Writing Habit” adalah sebuat teknik menciptakan habit menulis yang dikemukakan oleh Monica Leonelle. Tujuan teknik ini adalah melatih kebiasaan menulis harian, dalam satuan waktu tertentu yang singkat. Leonelle menyarankan satuan waktu menulis 8 menit.

Mengapa perlu menetapkan batasan waktu? Menurut Nissa Annakindt (2019), dengan menetapkan batas waktu, Anda bisa memaksa diri untuk menyelesaikan tulisan dalam waktu tersebut. Mungkin saja tulisan Anda tidak selesai dalam satuan delapan menit, namun dengan membatasi diri pada waktu tertentu, Anda bisa melakukan hal-hal lain yang ingin Anda lakukan. Pada sesi delapan menit esok hari, Anda bisa meneruskan tulisan Anda.

Ada beberapa titik temu antara teknik 8 menit yang dikemukakan Monica Leonelle, dan teknik “5.000 Words Per Hour” yang dikemukakan oleh Chris Fox. Keduanya menyarankan pentingnya “writing sprint” dalam satuan waktu tertentu, untuk mencapai jumlah kata tertentu. Dengan mengetahui kemampuan menulis per satuan waktu, akan lebih efektif bagi Anda untuk menyusun jadwal harian –menulis salah satunya.

Bagaimana agar bisa sukses dalam menggunakan “writing sprint” dalam waktu delapan menit untuk satu sesi menulis? Berikut beberapa catatan dari Nissa Annakindt.

Pertama, persiapkan bahan sebelumnya

“If you prepare for your writing sprint in advance, you’ll have a direction to write in” –Nissa Annakindt, 2019.

Agar sprint menulis Anda bisa efektif, lebih bagus jika Anda mempersiapkan suatu bahan tertentu sebelum memulai menulis. Persiapan ini tidak harus berupa sebuah riset yang serius. Anda dapat membaca ulang tulisah dari sesi hari sebelumnya, agar dapat meneruskan tulisan yang ingin Anda selesaikan.

Anda dapat mencari ide baru untuk ditulis pada sesi hari ini, atau Anda menyiapkan sebuah kejadian, peristiwa, pengalaman, atau lintasan pemikiran serta perasaan. Pilih satu topik yang bisa Anda tulis pada sesi saat ini. “Jauh lebih kecil kemungkinan untuk gagal jika Anda menyiapkan gagasan yang ingin Anda tulis”, ujar Annakindt.

“You could start by simply writing about the fact that you don’t know what to write. Through a stream of consciousness, follow wherever your mind takes you—it might give you some interesting results!” –Nissa Annakindt, 2019.

Namun, Anda juga boleh memilih untuk tidak mengadakan persiapan. “Anda bisa mulai dengan menulis fakta bahwa Anda tidak tahu harus menulis suatu tema tertentu. Melalui aliran kesadaran, ikuti ke mana pun pikiran membawa Anda. Ini bisa memberi hasil yang menarik”, ungkap Annkindt.

Kedua, singkirkan distraksi

“Turn off your phone or switch it to silent. Exit out of Internet browsers. Open a minimalistic word-processing program” –Nissa Annakindt, 2019.

Salah satu sebab tidak efektifnya sesi delapan menit untuk menulis adalah adanya distraksi. Baru mulai sesi delapan menit, sudah ada chat masuk di handphone lalu Anda sibuk menjawab. Baru akan mulai menulis, ada panggilan telepon dari teman, lalu Anda menerima telponnya. Tiga menit sudah habis.

Untuk itu, usahakan fokus saat mulai hitungan delapan menit. Benar-benar delapan menit menulis, bukan delapan menit berpikir, atau delapan menit melakukan searching bahan. Kalau perlu matikan ponsel Anda atau alihkan ke mode senyap. Keluarlah dari browser internet.

“If necessary, let other members of your household know that you will be unavailable for the next little while and that you are not to be disturbed” –Nissa Annakindt, 2019.  

Periksa apa pun yang perlu Anda periksa seperti pesan teks, email, atau grup chating. Lakukan apa pun yang perlu Anda lakukan, seperti ke toilet, minum, atu camilan. Namun hanya boleh Anda lakukan sebelum atau setelah sesi delapan menit. Bukan pada saat sesi delapan menit.

Pastikan bahwa Anda tidak terganggu selama sprint sesi delapan menit. “Jika perlu, beri tahu anggota keluarga bahwa Anda tidak ingin diganggu untuk sementara waktu. Atau Anda dapat mengungsi ke tempat lain seperti kedai kopi atau bangku taman, untuk menghindari gangguan menulis”, ujar Annakindt.

Ketiga, gunakan pengatur waktu

“You can have the timer visible on your screen or on the desk beside you, or you can have it somewhere else in the room” –Nissa Annakindt, 2019.

Ada sangat banyak cara untuk mengetahui sesi menulis Anda sudah harus dimulai dan diakhiri. Salah satunya menggunakan timer atau alat pengatur waktu yang ada di handphone Anda. Atur untuk delapan menit, maka timer Anda akan bekerja secara sangat tepat. Ada suara atau tanda yang akan mengingatkan batas waktu Anda.

Jika tidak ingin sangat kaku seperti itu, letakkan saja jam dinding di depan tempat menulis Anda. Dengan mudah Anda melihat jam dinding untuk mengetahui batas waktu menulis. Boleh pula menggunakan jam tangan bagi Anda yang biasa mengenakannya. Tidak masalah jenis pewaktu, pilih saja yang paling cocok untuk Anda.

Bahan Bacaan

Monica Leonelle, How an 8-Minute Writing Habit Could Help You Write Your Book This Year, https://writingcooperative.com, 12 Januari 2020

Nissa Annakindt, Back to The 8-Minute Writing Plan, https://myantimatterlife.wordpress.com, 18 Juni 2019

Ditulis oleh Cahyadi Takariawan

Dipublikasikan di Ruang Menulis. Kanal kreasi naskah, literasi, dan karya tulis terpilih.