Kembali
Habit Menulis

Menciptakan Habit Menulis “8 Menit Setiap Hari” (8)

.

Oleh : Cahyadi Takariawan

“The writing process can be a pretty universal experience. Unless you’re in the flow of things, you often need to slog through a sentence while you fight writer’s block” –Austin Distel, 2022.

.

Menurut Austin Distel, kecepatan mengetik rata-rata penulis produktif adalah sekitar 52 kata per menit. Tentu saja ini bukan jumlah yang pasti, dan bukan jumlah yang bisa berlaku untuk semua orang. Para penulis profesional mampu menciptakan 65 kata dalam setiap menit.

Beberapa penulis bahkan memiliki kemampuan yang lebih cepat dari umumnya profesional. Chris Fox, misalnya, mampu menulis 4.000 kata tiap jam, bahkan terkadang sampai 5.000 kata tiap jam. Jika dibuat hitungan menit, maka Chris Fox mampu menulis 67 kata per menit hingga 83 kata per menit. Ini tentu kecepatan luar biasa.

Jika kita menggunakan ukuran reratanya Distel, yaitu 52 kata per menit, berarti dalam satu sesi menulis 8 menit Anda dapat menghasilkan 416 kata per sesi. Jika sehari Anda bisa mengalokasikan waktu untuk 3 sesi 8 menit, berarti bisa menghasilkan 1.248 kata. Saya korting menjadi 1.000 kata saja tiap hari, dengan 3 sesi 8 menit menulis. Ini sudah produktivitas yang luar biasa.

Austin Distel menyatakan, proses menulis bisa menjadi pengalaman yang universal. Namun ada kalanya kita tengah berada dalam writer’s block, di mana harus bekerja keras menciptakan kalimat. Di saat seperti itu, tentu saja akan bertemu hambatan yang membuat kecepatan menulis menurun.

Terus Menerus Berlatih Secara Terprogram

“One of the biggest mistakes writers make when it comes to learning how to speed write is overlooking the need for intentional practice” –Austin Distel, 2022.

Apakah Chris Fox, Austin Distel, Monia Leonell dan penulis produktif lainnya, tiba-tiba saja mampu menulis dengan kecepatan tinggi? Tentu saja tidak demikian. Mereka semua juga berproses, sama seperti kita semua. Tidak ada yang tiba-tiba.  Kecepatan menulis tidak muncul secara sim salabim.

“Salah satu kesalahan terbesar yang dilakukan penulis dalam mempelajari cara menulis cepat adalah mengabaikan perlunya latihan yang terprogram”, ujar Austin Distel. Banyak orang berpikir instan. Ingin bisa menulis cepat, namun enggan melewati proses latihan dan pembelajaran yang terprogram.

“Remember, intentional practice makes perfect. If you want to write faster and better, make sure to schedule time each day to put in the reps. With enough practice, you’ll be able to beat the 52 words per minute average” –Austin Distel, 2022.

 “Sama seperti keterampilan lainnya, kemahiran menulis memerlukan waktu dan latihan yang teratur”, lanjut Distel. Tanpa menjalankan prosedur latihan tak ada perubahan dan kemajuan. Bukan hanya di bidang menulis, namun ini berlaku dalam bidang apapun. Semua memiliki rumus yang sama.

Anda boleh memilih model atau teknik apapun. Anda boleh mengikuti saran dari penulis manapun tentang cara menulis efektif. Namun kuncinya tetap sama, yaitu Anda harus disiplin berlatih setiap hari. “Untuk meningkatkan kecepatan menulis, Anda harus menyisihkan waktu setiap hari untuk fokus berlatih hingga berhasil mencapai sasaran”, ungkap Distel.

“To improve your writing speed, it’s necessary to set aside time each day to focus on hitting your speed goals” –Austin Distel, 2022.

Bagaimana cara berlatih rutin? Austin Distel mengingatkan, bahwa tidak ada satu cara tunggal untuk berlatih menulis cepat. “Beberapa orang lebih suka berlatih dengan mengetik bagian-bagian dari buku atau artikel. Yang lain lebih suka berlatih dengan menulis paragraf atau esai lengkap”, ungkap Distel.

“Kuncinya adalah menemukan metode yang paling cocok untuk Anda dan tetap menggunakannya pada waktu yang cukup lama sehingga Anda mulai melihat peningkatan dalam kecepatan menulis”, sambungnya. Jadi, bukan hanya menjalankan suatu teknik sekali atau dua kali lalu langsung mengambil kesimpulan.  Lakukan secara rutin setiap hari dalam waktu yang cukup, misalnya sebulan atau bahkan lebih.

Proses latihan yang terprogram seperti ini membuat hasilnya lebih tampak. “Jika Anda ingin menulis lebih cepat dan lebih baik, pastikan untuk menjadwalkan waktu setiap hari untuk melakukan repetisi atau pengulangan cara. Dengan latihan yang cukup, Anda akan mampu melampaui rata-rata 52 kata per menit”, tambah Distel.

“The key is to find a method that works best for you and stick with it on a long enough timeline that you start seeing improvements in your writing speed” –Austin Distel, 2022.

Andaipun Anda belum mampu mencapai rata-rata 52 kata per menit, tidak masalah. Selama Anda terus menulis rutin setiap hari, kecepatan Anda akan meningkat dengan sendirinya. Mungkin juga Anda pernah mencapai 52 kata per menit, namun belum konsisten. Ini juga bukan masalah. Yang menjadi masalah adalah Anda tidak rutin berlatih menulis setiap hari.

Menulis Tanpa Melihat Layar

“Sometimes the biggest source of distraction is your own words on the screen! There’s no greater productivity killer when writing than stopping to edit” –Austin Distel, 2022.

Austin Distel memberikan tips untuk menulis tanpa melihat layar. Jadi Anda hanya fokus melihat keyboard saja untuk memastikan bisa menulis dengan benar dan lancar. Menurut Distel, salah satu gangguan menulis adalah kebiasaan memelototi layar monitor, sehingga instink editor kita bekerja.

“Terkadang sumber gangguan terbesar adalah kata-kata Anda sendiri di layar”, ungkap Distel. “Tidak ada pembunuh produktivitas yang lebih besar saat menulis selain berhenti untuk mengedit. Itulah mengapa proses penyuntingan buku Anda harus selalu dilakukan di tahap selanjutnya”, sambungnya.

Ketika kita menatap layar, muncul berbagai suasana psikologis. Terkadang saat layar kosong, menimbulkan suasana kekosongan pula dalam diri kita. Merasa berat untuk mengisi layar. Ketika layar mulai berisi tulisan, menimbulkan dorongan ingin memeriksa dan mengoreksi. Akhirnya proses menulis berhenti, berganti menjadi mengedit.

“To calm the impulse to continuously edit, try writing without looking at the screen. A couple of tricks you can use are typing with a wireless keyboard from the other side of the room, or turning the brightness on your laptop all the way down” –Austin Distel, 2022.

Ada saran menarik dari Austin Distel. “Untuk menghentikan dorongan mengedit, cobalah menulis tanpa melihat layar. Beberapa trik yang dapat Anda gunakan adalah mengetik dengan keyboard nirkabel dari sisi lain ruangan, atau menurunkan kecerahan laptop sepenuhnya”, ujar Distel.

Mungkin terasa aneh ketika Anda menulis dan tidak melihat hasil tulisan Anda di monitor. Namun cara ini benar-benar dapat membuat peningkatan kecepatan. Dengan waktu yang terbatas, hanya 8 menit setiap sesi menulis, Anda bisa dengan efektif mengelola waktu hanya untuk menulis dan tidak terpikir untuk mengedit.

Ingin mencoba? Rasakan sensasinya.

Bahan Bacaan

Austin Distel, How To Write Faster: 8 Tips And 3 Tools To Become A Fast Writer, https://www.jasper.ai, 19 Mei 2022

Monica Leonelle, How an 8-Minute Writing Habit Could Help You Write Your Book This Year, https://writingcooperative.com, 12 Januari 2020

Ditulis oleh Cahyadi Takariawan

Dipublikasikan di Ruang Menulis. Kanal kreasi naskah, literasi, dan karya tulis terpilih.