Kembali
Motivasi Menulis

Menjadi Writer, Bukan Waiter (1)

.

Oleh : Cahyadi Takariawan

“If you wait for inspiration to write you’re not a writer, you’re a waiter” ~ Dan Poynter

.

Menjadi penulis bukanlah hal yang sulit dan rumit. Tidak ada ketentuan atau peraturan yang bisa digunakan sebagai acuan, kapan seseorang disebut sebagai penulis. Berbeda dengan gelar dokter, doktor, profesor, psikolog, akuntan, dan lain sebagainya.

Ke manapun Anda belajar, kepada siapapun Anda berguru tentang ilmu kepenulisan populer, kesimpulannya tidak akan jauh berbeda. Bahwa tidak ada tips atau teknik menulis yang bisa berlaku atau cocok untuk semua orang. Bahwa menulis adalah soal pembiasaan dan ketekunan berlatih.

Pada akhirnya, hanya ada satu cara untuk menjadi penulis, yaitu dengan menulis. Berapapun langkah yang harus ditempuh untuk menjadi penulis, mau tiga, lima, atau tujuh langkah, semua berisi poin yang sama. Yaitu (1) menulis, (2) menulis, (3) menulis, (4) menulis, dan (5) menulis.

Menulislah, Maka Anda Penulis

Kadang seorang ragu untuk menyatakan diri sebagai penulis. Mereka menyebut diri dengan ‘calon penulis’. Hal ini karena terhalang mental block yang parah. Merasa tidak patut untuk menyebut dirinya sebagai penulis.

Padahal, dengan menulis, maka Anda telah menjadi penulis. Anda bukan calon penulis. Yang disebut dengan calon penulis adalah mereka yang berencana akan menulis. Begitu Anda menulis, maka Anda telah menjadi penulis. Sesederhana itu.

“If you put in the work, you’re a writer. If you make time to write, you’re a writer” –Mel Lee-Smith.

Ketika Anda menulis sesuatu untuk diposting di Facebook, Instagram atau grup WhatsApp, maka Anda adalah penulis. Ketika Anda menulis tentang sebuah aktivitas, kegiatan, kejadian atau peristiwa, maka Anda adalah penulis. Ketika Anda rutin menulis status yang bermakna, Anda adalah penulis.

Menurut Mel Lee-Smith, calon penulis adalah seseorang yang duduk melamun di depan laptop berjam-jam tanpa menulis sesuatu –sambil membayangkan kelak dirinya akan menjadi penulis. Mereka ini yang disebut calon penulis, yang seumur hidupnya selalu menjadi calon.

Sesungguhnya calon penulis itu tidak ada, sepanjang Anda mau menulis. Istilah ‘calon’ langsung gugur, saat Anda mulai menulis. Namun jika Anda hanya berencana atau ingin menulis dan tidak pernah menulis, memang Anda adalah calon penulis.

Bagi Mel, menjadi penulis itu tidak harus kuliah di Fakultas Sastra atau Bahasa, tak juga harus menjadi penerus Rowling. Syarat menjadi penulis, hanyalah “benar-benar menulis.” Saat menulis itulah, Anda telah menjadi penulis.

“Being a writer requires only one thing: actually writing”, ujar Mel. Tidak penting deretan panjang status dan penghargaan, karena yang paling penting adalah Anda benar-benar menulis. Sesederhana itu untuk menjadi penulis.

Sepanjang Anda benar-benar menulis, Anda adalah penulis. Orang tidak ada yang bisa menggugat Anda, karena Anda telah melakukan ‘tugas profesi’ sebagai penulis, yaitu : menulis.

“Begin doing what you want to do now. We have only this moment, sparkling like a star in our hand, and melting like a snowflake” –Marie Ray.

Katakan kepada diri Anda sendiri, bahwa Anda penulis. Buktikan dengan jalan menulis. Tunjukkan hasil tulisan Anda dengan publikasi melalui media sosial ataupun media massa. Anda bisa publikasi tulisan di grup whatsapp, facebook, instagram, twitter, blog, web. Anda juga bisa publikasi secara terbatas, hanya di satu grup tertentu.

Jika Anda tidak ingin publikasi, Anda bisa menyimpan semua karya tulis Anda di laptop atau komputer. Supaya karya tulis Anda tidak hilang. Mungkin suatu saat nanti Anda tertarik untuk mempublikasikannya.

Meski Anda tidak publikasikan tulisan, Anda adalah penulis, selama Anda memiliki karya tulis. Disebut penulis, bukan karena publikasi tulisan, tapi karena menulis. Publikasi hanyalah cara untuk menunjukkan hasil dari proses menulis.

Yang penting adalah, hargai pilihan Anda sebagai penulis. Hilangkan mental sebagai ‘calon’ dalam diri Anda. Secara yakin Anda harus menyatakan, bahwa Anda adalah penulis, karena Anda telah benar-benar menulis.

Menulislah Setiap Hari, Maka Anda Menjadi Penulis Produktif

Jika Anda rutin menulis setiap hari, maka Anda ‘naik kelas’. Bukan saja penulis, namun Anda telah menjadi ‘penulis produktif’. Anda bisa menghasilkan banyak karya tulis, yang suatu ketika akan bisa diterbitkan menjadi buku.

Tidak ada yang perlu Anda tunggu. Misalnya, menunggu agar 2021 berakhir dulu, baru mulai menulis. Atau menunggu agar selesai belajar dulu, baru menulis. Atau menunggu mendapatkan banyak inspirasi terlebih dahulu, baru menulis.

Hal ini karena Anda bukan waiter. Anda adalah writer. Maka menulislah setiap hari, dijamin Anda menjadi penulis produktif. Lebih produktif dibandingkan penulis hebat yang berhenti menulis.

Bersambung.

Bahan Bacaan

Alison M. Diem, Craft Goals Writing, https://alisondiem.com, 12 Desember 2011

Carol Tice, Be a Writer, Not a Waiter, https://makealivingwriting.com, diakses tanggal 21 Desember 2021

James Clear, The Daily Routines of 12 Famous Writers, www.jamesclear.com

Leilani Belle, Write The Write Way, https://medium.com, 4 Februari 2021

Mel Lee-Smith, Stop Calling Yourself an “Aspiring” Writer, https://www.melleesmith.com,  23 Juni 2017

Suzanna Reeves, Writer or Waiter? https://suzannareeves.com, 19 Mei 2021

Ditulis oleh Cahyadi Takariawan

Dipublikasikan di Ruang Menulis. Kanal kreasi naskah, literasi, dan karya tulis terpilih.