.
Oleh : Cahyadi Takariawan
“I think everybody should get rich and famous and do everything they ever dreamed of so they can see that it’s not the answer” –Jim Carrey.
.
Apa yang menjadi spirit Anda dalam menulis? Apakah ingin populer seperti Stephen King? Apakah ingin kekayaan berlimpah seperti JK. Rowling? Tentu saja tak salah ingin populer, tak salah ingin kaya. Namun, benarkah popularitas dan kekayaan yang menjadi spirit utama Anda untuk menulis?
Mumpung Ramadan, cobalah renungi dan resapi ke dalam diri. Introspeksi mendasar, bertanya kepadadiri sendiri. Apakah popularitas dan kekayaan yang menggerakkan jari jemari Anda menuangkan ide ke dalam tulisan? Apakah popularitas dan kekayaan yang menjadi obsesi Anda dalam menghasilkan karya tulis?
Sebenarnya sah dan boleh saja untuk mencari kekayaan dan popularitas melalui tulisan. Membayangkan ke mana-mana menjadi sorotan publik. Diliput wartawan, menjadi trending pemberitaan, dan selalu diminta tanda tangan oleh para fans, serta berfoto bersama mereka. Harta berlimpah, bisa membeli banyak rumah dan mobil mewah.
Namun, jika itu yang menjadi obsesi dan tujuan utama Anda dalam menulis, saya sarankan sebaiknya Anda mendefinisikan dan menata ulang tujuan. Mengapa? Saya khawatir Anda akan kecewa, dan akhirnya berhenti menulis.
Delusi Kekayaan dan Popularitas
Popularitas dan kekayaan itu tampak seperti matahari bagi orang yang belum mencapainya. Terang, cerah, menyilaukan. Namun tak sedikit orang yang terbakar dan hangus saat sudah mencapainya.
Saat belum populer dan belum kaya, membayangkan betapa bahagianya orang yang memiliki popularitas mendunia, dan memiliki kekayaan tak terkira. Maka mereka berjuang dan bekerja keras mendapatkannya melalui berbagai macam cara. Namun, jika sudah berhasil mencapai, apakah itu benar-benar akan membahagiakan?
Cobalah bertanya kepada orang-orang yang sudah mencapai puncak kekayaan dan popularitas. Bagaimana rasanya saat populer? Bagaimana rasanya ketika kaya raya? Jim Carey sudah mengingatkan kita semua.
“I think everybody should get rich and famous and do everything they ever dreamed of so they can see that it’s not the answer” –Jim Carey.
Banyak orang berletih-letih bahkan berdarah-darah untuk menggapai puncak karier, puncak jabatan, puncak kekayaan, puncak popularitas, dan puncak kehebatan. Mereka semua mengira, puncak adalah hal paling indah yang akan mereka dapatkan. Ternyata keindahan puncak hanyalah obsesi mereka yang belum tiba di sana. Setelah mencapai, mereka baru tersadar, bahwa puncak bukanlah jawaban.
“Saya pikir semua orang harus menjadi kaya dan terkenal dan melakukan semua yang mereka impikan sehingga mereka dapat melihat bahwa itu bukan jawabannya”, ujar Jim Carey.
Apakah kita semua harus ikut-ikutan terobsesi mengejar kekayaan dan popularitas, dengan seluruh keringat, darah dan air mata, dan setelah sampai pada puncaknya, kita baru tersadar bahwa bukan itu yang kita cari sesungguhnya. Bukan itu jawabannya. Ternyata puncak yang sedang kita kejar itu ‘bukanlah jawaban’ –seperti ungkapan Jim Carey.
Ternyata, Puncak Bukanlah Jawaban
“There are things money can’t buy. I don’t think standard of living equates with cost of living beyond a certain point. Good housing, good health, good food, good transport” –Warren Buffet, 2016.
Saya tergelitik dengan ungkapan Jim Carey, “not the answer”. Banyak orang berjuang untuk sampai di puncak. Mereka terobsesi agar bisa mencapai puncak, karena mereka bayangkan puncak sangatlah indah memesona. Namun keindahan puncak hanya menjadi obesesi mereka yang belum tiba di sana.
Banyak orang telah membuktikannya. Di tengah puncak popularitasnya, Justin Bieber merasa tidak bahagia. Ia sempat mengalami kehilangan kebahagiaan, bahkan mengalami perawatan.
“He feels something is missing from his life that can’t be bought. It’s a missing feeling of happiness. He is very much grateful for his amazing life and especially for Hailey. It’s difficult for him that he can’t just enjoy everything and feel happy. He has been in treatment for this before” –Maria Goncalves, 2018.
Maria Goncalves (2018) menceritakan, “Justin Bieber merasa ada sesuatu yang hilang dari hidupnya yang tidak bisa dibeli. Ini adalah perasaan bahagia yang hilang. Dia sangat berterima kasih atas kehidupannya yang luar biasa dan terutama untuk Hailey. Sulit baginya bahwa dia tidak bisa begitu saja menikmati semuanya dan merasa bahagia. Dia telah menjalani perawatan untuk ini sebelumnya”.
Pada titik tertentu kehidupan manusia, semakin banyak harta dikumpulkan, justru bisa menghasilkan penderitaan. Paling tidak, ini yang dirasakan oleh seorang Warren Buffet (2016).
“There’s a point you start getting inverse correlation between wealth and quality of life. My life couldn’t be happier. In fact, it’d be worse if I had six or eight houses” –Warren Buffet, 2016.
Menurut Warren Buffet, “Ada hal-hal yang tidak bisa dibeli dengan uang. Saya tidak berpikir standar hidup sama dengan biaya hidup di luar titik tertentu. Perumahan yang baik, kesehatan yang baik, makanan yang baik, transportasi yang baik”.
“Ada titik Anda mulai mendapatkan korelasi terbalik antara kekayaan dan kualitas hidup. Hidup saya tidak bisa lebih bahagia. Bahkan, akan lebih buruk jika saya memiliki enam atau delapan rumah”, ujar Buffet.
Betapa Lelah Mengejar
“So, I have everything I need to have, and I don’t need any more because it doesn’t make a difference after a point. When you get to 10 times or 100 times or 1,000 times, it doesn’t make a difference –in quality of life” –Warren Buffet, 2016.
Betapa lelah mengejar, padahal yang Anda kejar adalah sesuatu imajinasi, relitas semu. Sebanyak apapun Anda mengejar kekayaan dan popularitas, di titik tertentu Anda merasa harus berhenti. Bahkan terengah-engah. Tak jarang menyesali mengapa harus mengejar dengan cara sekeras ini.
“Saya telah memiliki semua yang saya perlukan, dan saya tidak membutuhkannya lagi karena tidak ada bedanya setelah satu poin. Ketika Anda mencapai 10 kali atau 100 kali atau 1.000 kali, itu tidak membuat perbedaan dalam kualitas hidup”, ungkap Buffet.
Kelak, ketika Anda sudah mencapai puncak kekayaan dan popularitas melalui menulis, Anda akan menemukan bahwa ternyata bukan itu yang Anda cari. Karena puncak bukanlah jawaban.
Bahan Bacaan
Chompoo Chimes, Authentic Happiness by Martin Seligman, www.positivepsychology.com, 20 November 2019
Leonard Kim, I Think Everyone Should Get Rich And Famous : What Did Jim Carrey Actually Mean? https://medium.com, 3 Juli 2015
Maria Goncalves, Justin Bieber Is Suffering From ‘A Missing Feeling Of Happiness,’ Per ‘People’, www.inquisitr.com 5 November 2018
Rahul Varshneya, Is Mark Zuckerberg Happy? https://www.inc.com, 14 Juni 2016