Kembali
Positive Writing

Menjaga Spirit Menulis – 7

.

Oleh : Cahyadi Takariawan

“Writing isn’t all about money and fame. It’s about the journey of telling the stories that need to be told. As long as a writer does that, they are not a failure” –Mary Frances Gualandri.

.

Beberapa peserta kelas menulis bertanya tentang peluang lakunya sebuah buku. Mereka khawatir ketika menulis buku, menjadi buku yang tidak laku. Mereka khawatir bahwa bukunya tidak tersentuh oleh masyarakat. Dengan demikian, sia-sia saja menulis buku. Semangat menulis mendadak padam ketika membayangkan bukunya tidak laku di pasaran.

Pertanyaannya adalah, apakah menulis harus selalu dikaitkan dengan tingkat penjualan yang tinggi, hasil keuntungan yang banyak, serta popularitas? Tentu semua kembali kepada pribadi masing-masing.

Jika tujuan menulis adalah untuk mendapatkan keuntungan material, sudah sewajarnya akan mempertimbangkan semua aspek untuk bisa mencapai tujuan tersebut. Demikian pula jika tujuan menulis adalah untuk menghasilkan popularitas, tentu harus menggunakan sejumlah strategi dan taktik untuk meraihnya.

Mary Frances Gualandri, penulis novel Unbound dan puluhan lainnya menyatakan, “Menulis tidak melulu soal uang dan ketenaran. Ini tentang perjalanan menceritakan kisah yang perlu diceritakan. Selama seorang penulis melakukan hal tersebut, itu bukanlah sebuah kegagalan”.

Bagi Gualandri, menulis tidak melulu terkait dengan kekayaan materi dan popularitas. Baginya, menulis adalah mengabadikan perjalanan kisah kehidupan yang perlu diceritakan kepada orang lain. Ada kepuasan batin dan kepuasan intelektual setelah menuliskannya. Ada proses katarsis dan pelepasan ruminasi bagi penulisnya, yang membuat jiwa menjadi lega dan lapang.

Setiap manusia pasti memiliki kisah di sepanjang perjalanan kehidupan yang layak untuk diceritakan kepada orang lain. Memberikan kesempatan kepada pikiran, perasaan dan hati untuk melepaskan bagian demi bagian dari peristiwa yang sempat memenuhi ruang penyimpanan memori; agar kita keluarkan dalam bentuk tulisan. Dengannya, ada space yang terkosongkan dalam pikiran dan perasan kita, karena sudah dilepaskan. Kita menjadi lega.

Jangan Berharap Semua Orang Tercerahkan dari Tulisan Anda

“The hardest part of creation is that not everyone will see your light shining through your work. Some people will be apathetic and some downright mean. Do not let them silence your voice” –Sabrina York.

Penulis pemula sering terbebani dengan obsesi untuk menyenangkan semua orang, atau untuk memberi inspirasi kepada semua orang. Tentu obsesi ini boleh-boleh saja, namun tidak realistis dan tidak akan menjadi kenyataan. Sebab, tidak ada satupun tulisan yang bisa menyenangkan semua orang dan memberi inspirasi kepada semua orang.

Yang lebih realistis adalah, menyadari dan menerima bahwa beberapa orang akan senang dan terinspirasi oleh tulisan kita. Sebagian besar yang lainnya, tidak mengenal karya kita, dan ada sebagian lagi yang membenci hasil tulisan yang kita proses selama berbulan-bulan itu. Ini adalah kondisi yang realistis yang wajar saja.

Sabrina York, penulis novel Accidental Homecoming dan puluhan lainnyamenyatakan,  “Bagian tersulit dari proses kreatif adalah menerima bahwa tidak semua orang akan melihat cahaya Anda bersinar melalui aktivitas Anda. Beberapa orang akan apatis dan beberapa benar-benar jahat”.

Jika ada pembaca dan pihak-pihak yang memberikan komentar negatif atas karya Anda, jangan membuat Anda terjatuh dan terkalahkan. Sekali lagi –Anda tidakmungkin bisa menyenangkan semua orang. Wajar saja ada orang tidak suka dengan tulisan Anda, sebagus apapun itu. “Jangan biarkan mereka membungkam semangat Anda”, ujar Sabrina York.

“Do what you do for the pure love of it. Focus on the beauty and the soul of your art and allow that to be your motivation, your purpose your, your reward” –Sabrina York.

Yang harus Anda lakukan adalah tetap menulis disertai ketulusan motivasi. Anda harus kembali kepada hal yang sangat basic, untuk apa Anda menulis? “Lakukan apa yang Anda lakukan untuk cinta murni itu. Fokus pada keindahan dan jiwa seni Anda dan biarkan itu menjadi motivasi Anda, tujuan Anda, hadiah Anda,” ujar Sabrina York.

Jaga Kekuatan Mental Anda

“Take care of your mental health. As much as your physical health is important, your mental health is too. You wouldn’t tell a person with a broken leg to suck it up, so why live with depression, or anxiety when you should take some time for you? Take care of you, because this is the only body, and brain you’ll ever have” –Katherine Boge.

Dalam dunia tulis menulis, hal yang sangat berperan untuk menciptkan produktivitas dan kualitas adalah daya tahan. Jika Anda memiliki kesehatan fisik dan mental yang baik, Anda akan mampu memiliki daya tahan dalam menciptakan karya tulis. Anda tidak mudah lelah oleh kegagalan, tidak mudah lemah oleh kritikan, tidak mudah menyerah oleh penolakan.

Katherine Boge menyatakan, “Jaga kesehatan mentalmu. Sebanyak kesehatan fisik Anda penting, kesehatan mental Anda juga. Anda tidak akan menyuruh orang yang patah kaki untuk menyedotnya, jadi mengapa harus hidup dengan depresi atau kecemasan ketika Anda harus meluangkan waktu untuk Anda? Jaga dirimu, karena itu adalah satu-satunya tubuh dan satu-satunya otak yang pernah kamu miliki”.

Ciptakan keseimbangan dalam kehidupan Anda, agar kesehatan fisik dan mental selalu terjaga. Menciptakan karya kreatif memerlukan energi yang besar. Anda harus berjuang dan memiliki daya tahan di sepanjang karier perjuangan kepenulisan Anda.

Bahan Bacaan

Colleen M. Story, 30 Quotes to Boost a Writer’s Spirit, https://writingandwellness.com, 26 Desember 2016

Ditulis oleh Cahyadi Takariawan

Dipublikasikan di Ruang Menulis. Kanal kreasi naskah, literasi, dan karya tulis terpilih.